Powered by Blogger.
Batak, Kelompok Israel Yang Hilang ?

Batak, Kelompok Israel Yang Hilang ?

Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat, negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan ini disebut Juda, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea.

Bagian Utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai orang Samaria. Dalam perjalanan sejarah, kedua belas suku tsb kehilangan identitas kesukuan mereka.

Kerajaan Samaria tidak lama bertahan sebagai sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan bangsa Assyria, banyak orang Samaria yang ditawan dan dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebahagian lari meninggalkan negaranya untuk menghindari perbudakan.
Sementara itu Kerajaan Juda tetap exist hingga kedatangan bangsa Romawi.

Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 0070 oleh bala tentara Romawi yang dipimpin oleh jenderal Titus, orang-orang Juda pun banyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara lain, terserak diseluruh dunia.
Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir dan orang2 Israel diijinkan kembali ke negerinya, ada kelompok-kelompok kecil yang memilih tidak pulang tetapi meneruskan petualangan kearah Timur.

Demikian juga dengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masa pebudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi melanjutkan hidup.

Dengan demikian banyak diantara bangsa Israel kuno kemudian kehilangan identitas mereka sebagai orang Yahudi.

Ada sekelompok penduduk di daerah Tiongkok barat, diterima sebagai puak Cina, tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda dengan penduduk Cina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agak mancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembah Allah yang bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunan Yahudi yang sudah kawin mawin dengan penduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi seperti penduduk asli.

Saya percaya banyak diantara para pembaca yang mengetahui bahwa di negeri Israel ada sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam. Mereka adalah suku Falasha, yang sebelum berimigrasi ke Israel hidup di Etiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka persis seperti Negro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibir tebal, rambut keriting habis, dll.

Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Yahudi, dan dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampu memenuhi seluruh kriteria yang dituntut oleh Pemerintah Israel yang merupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai Yahudi perantauan. Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Yahudi, sebahagian dari mereka kembali ke Tanah Perjanjian sekitar 15 tahun lalu dengan transportasi yang disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnya mengapa ada Israel hitam.

Mereka menjadi seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan-perempuan lokal sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia.

Kita tahu bahwa bahwa Ethiopia adalah salah satu negara yang penduduknya mayoritas Kristen yang paling tua didunia. Ingat sida-sida yang dibaptis oleh Filipus dalam Kisah 8:26-40. Bahkan sebelum era Kekristenan pun sudah ada penganut Yudaisme disana.

Walaupun banyak yang kembali, sebahagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu, dan merekalah yang menjaga dan memelihara Tabut Perjanjian yang konon ada disana.

Apakah ada diantara para pembaca yang pernah mendengar selentingan bahwa etnik Batak, adalah juga keturunan bangsa Israel kuno? Mungkin saja tidak, karena orang-orang Batak sendiri banyak yang tidak mengetahuinya, kecuali segelintir yang memberikan perhatian terhadap hal ini.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang anthropolog dan juga pendeta dari Belanda, profesor Van Berben, dan diperkuat oleh prof Ihromi, guru besar di UI (Universitas Indonesia), bahwa tradisi etnik Tapanuli (Toba) yang menjadi cikal bakal dari 4 sub etnik Batak (Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing) sangat mirip dengan tradisi bangsa Israel kuno.

Pendapat itu didasarkan atas alasan yang kuat setelah membandingkan tradisi orang Tapanuli dengan catatan-catatan tradisi Israel dalam Alkitab yang terdapat pada sebahagian besar kitab Perjanjian Lama, dan juga dengan catatan-catatan sejarah budaya lainnya diluar Alkitab.

Beberapa peneliti dari etnis Tapanuli juga yakin bahwa Batak adalah keturunan Israel yang sudah lama terpisah dari induk bangsanya, tapi karena intermarriage dengan penduduk lokal ditempat mana mereka bermukim membuat orang Batak secara fisik menjadi seperti orang Melayu.

Seorang Batak Tapanuli, yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Israel dan menjadi warga negara, berusaha mengumpulkan data-data untuk pembuktian. Setelah merasa sudah cukup, dia mengajukannya ke pemerintah Israel yang waktu itu masih dipimpin oleh PM Yitzak Rabin (?).

Tetapi tenyata data tsb belum bisa memenuhi seluruh kriteria. Pemerintah Israel kemudian meminta agar kekurangannya dicari hingga dapat mencapai 100 persen supaya pengakuan atas etnis Batak sebagai orang Israel diperantauan dapat diberi.

Konon kekurangan itu terutama terletak pada silsilah yang banyak missing links-nya, dan menelusuri silsilah itu agar sempurna sama sulitnya dengan menyelam ke perut bumi.

Jika saudara pergi Taman Mini Indonesia di Jakarta dan singgah di rumah tradisi Toba (Tapanuli), disana akan ditemukan silsilah tsb.

Peneliti berharap suatu waktu pada masa depan, Pemerintah Israel bisa saja mengubah kriterianya dengan menjadi lebih lunak dan etnik Batak diterima sebagai bahagian yang terpisah dari mereka.

Setelah mendengar selentingan itu, saya benar-benar menaruh minat untuk menyelidiki sejauh mana budaya suku Batak dapat memberi bukti similaritasnya dengan tradisi Israel kuno. Alkitab adalah buku yang prominent dan sangat layak serta absah sebagai kitab pedoman untuk mencari data budaya Israel kuno yang menyatu dengan unsur sejarah dan spiritual.

Beberapa diantara kesamaan tradisi Batak (Toba) dengan tradisi Israel kuno adalah sbb.

1). Pemeliharaan silsilah.
Semua orang Tapanuli, terutama laki-laki, dituntut harus mengetahui garis silsilahnya. Demikian pentingnya silsilah, sehingga siapa yang tidak mengetahui garis keturunan kakek moyangnya hingga pada dirinya dianggap na lilu - tidak tahu asal-usul - yang merupakan cacat kepribadian yang besar.

Bangsa Israel kuno juga memandang silsilah sebagai sesuatu yang sangat penting. Alkitab, sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru sangat banyak memuat silsilah, terutama silsilah dari mereka yang menjadi figur penting, termasuk silsilah Yesus Kristus yang ditelusuri dari pihak ibuNya (Maria) dan pihak bapak angkatNya (Yusuf).

2). Perkawinan yang ber-pariban.
Ada perkawinan antar sepupu yang diijinkan oleh masyarakat Batak, tapi tidak sembarang hubungan sepupu. Hubungan sepupu yang diijinkan untuk suami-istri hanya satu bentuk, disebut marpariban. Cukup report menerangkan hal ini dalam bahasa Indonesia karena bahasa ini tidak cukup kaya mengakomodasi sebutan hubungan perkerabatan dalam bahasa Batak.

Yang menjadi pariban bagi laki-laki ialah boru ni tulang atau anak perempuan dari saudara laki-laki ibu. Sedangkan yang menjadi pariban bagi seorang gadis ialah anak ni namboru atau anak laki-laki dari saudara perempuan bapa.

Hanya hubungan sepupu yang seperti itu yang boleh menjadi suami-isteri. Karena suku Batak penganut patriarch yang murni, ini adalah perkawinan ulang dari kedua belah pihak yang sebelumnya sudah terjalin dengan perkawinan.

Mari kita bandingkan dengan Alkitab. Pada kitab Kejadian, Yakub menikah dengan paribannya, anak perempuan Laban yaitu Lea dan Rahel. Laban adalah tulang dari Yakub. (Saudara laki-laki dari Ribka, ibu dari Yakub). Didunia ini sepanjang yang diketahui hanya orang Israel kuno dan orang Batak yang sekarang memegang tradisi hubungan perkawinan seperti itu.

3). Pola alam semesta.
Orang Batak membagi tiga besar pola alam semesta, yaitu banua ginjang (alam sorgawi), banua tonga (alam dimensi kita), dan banua toru (alam maut).
Bangsa Israel kuno juga membagi alam dengan pola yang sama.

4). Kredibilitas.
Sebelum terkontaminasi dengan racun-racun pikiran jaman modern, setiap orang Batak, terutama orang tua, cukup menitipkan sebuah tempat sirih (salapa atau gajut), ataupun sehelai ulos, sebatang tongkat, atau apa yang ada pada dirinya sebagai surat jaminan hutang pada pihak yang mempiutangkan, ataupun jaminan janji pada orang yang diberi janji.

Walaupun nilai ekonomis barang jaminan bisa saja sangat rendah tetapi barang tsb adalah manifestasi dari martabat penitip, dan harus menebusnya suatu hari dengan merelealisasikan pembayaran hutang ataupun janjinya.

Budaya Israel kuno juga demikian. Lihat saja Yehuda yang menitipkan tongkat kepada Tamar sebagai jaminan janji (Kej. 38).

5). Hierarki dalam pertalian semarga.
Dalam budaya Batak, jika seorang perempuan menjadi janda, maka laki-laki yang paling pantas untuk menikahinya ialah dari garis keturunan terdekat dari mendiang suaminya. Ini dimaksudkan agar keturunan perempuan tsb dari suami yang pertama tetap linear dengan garis keturunan dari suami yang kedua.
Misalnya, seorang janda dari Simanjuntak sepatutnya menikah lagi adik laki-laki mendiang (bandingkan dengan Rut 1:11).

Jika tidak ada adik laki-laki kandung, sebaiknya menikah dengan saudara sepupu pertama dari mendiang yang dalam garis silsilah tergolong adik. Jika tidak ada sepupu pertama, dicari lagi sepupu kedua. Demikian seterusnya urut-urutannya.

Hal semacam ini diringkaskan dalam ungkapan orang Batak :
“Mardakka do salohot, marnata do na sumolhot. Marbona do sakkalan, marnampuna do ugasan”.
Dalam tradisi Israel kuno, kita dapat membaca kisah janda Rut dan Boas. Boas masih satu marga dengan mendiang suami Rut, Kilyon. Boas ingin menikahi Rut, tapi ditinjau dari kedekatannya menurut garis silsilah, Boas bukan pihak yang paling berhak. Oleh sebab itu dia mengumpulkan semua kerabat yang paling dekat dari mendiang suami Rut, dan mengutarakan maksudnya. Dia akan mengurungkan niatnya jika ada salah satu diantara mereka yang mau menggunakan hak adat-nya, mulai dari pihak yang paling dekat hubungan keluarganya hingga yang paling jauh sebelum tiba pada urutan Boas sendiri.
Ya, mardakka do salohot, marnata do na sumolhot. (Baca kitab Rut).

6). Vulgarisme.
Setiap orang dapat marah. Tetapi caci maki dalam kemarahan berbeda-beda pada tiap-tiap etnik. Orang Amerika terkenal dengan serapah: son of a bitch, bastard, idiot, dll yang tidak patut disebut disini. Suku-suku di Indonesia ini umumnya mengeluarkan makian dengan serapah : anjing, babi, sapi, kurang ajar, dll.
Pada suku Batak makian seperti itu juga ada, tetapi ada satu yang spesifik. Dalam sumpah serapahnya seorang Batak tak jarang memungut sehelai daun, atau ranting kecil, atau apa saja yang dapat diremuk dengan mudah. Maka sambil merobek daun atau mematahkan ranting yang dipungut/dicabik dari pohon dia mengeluarkan sumpah serapahnya:, ,Sai diripashon Debata ma au songon on molo so hudege, hubasbas, huripashon ho annon !!!”. Terjemahannya kira-kira begini:,,Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku kalau kamu tidak kuinjak, kulibas, kuhabisi !!!”.

Robeknya daun atau patahnya ranting dimaksudkan sebagai simbol kehancuran seterunya.
Orang-orang Israel kuno juga sangat terbiasa dengan sumpah serapah yang melibatkan Tuhan didalamnya. Vulgarisme seperti ini terdapat banyak dalam kitab Perjanjian Lama, diantaranya serapah Daud pada Nabal. (1 Sam. 25, perhatikan ayat 22 yang persis sama dengan sumpah serapah orang Batak).

7). Nuh dan bukit Ararat.
Ada beberapa etnik didunia ini yang mempunyai kisah banjir besar yang mirip dengan air bah dijaman Nuh. Tiap etnik berbeda alur ceritanya tetapi polanya serupa. Etnik Tapanuli juga punya kisah tentang air bah, tentu saja formatnya berbeda dengan kisah Alkitab. Apabila orang-orang yang sudah uzur ditanya tentang asal-usul suku Batak, mereka akan menceritakan mitos turun temurun yang mengisahkan kakek moyang orang Batak diyakini mapultak sian bulu di puncak bukit Pusuk Buhit.

Pusuk Buhit adalah sebuah gunung tunggal yang tertinggi di Tapanuli Utara, dipinggiran danau Toba. Pusuk Buhit sendiri artinya adalah puncak gunung.

Pusuk Buhit tidak ditumbuhi pohon, jelasnya tidak ada bambu disana. Yang ada hanya tumbuhan perdu, ilalang, dan rumput gunung. Bambu – dari mana kakek moyang keluar – menurut nalar mendarat di puncak gunung itu dan mereka keluar dari dalamnya setelah bambunya meledak hancur.

Mengapa ada bambu pada puncak Pusuk Buhit yang tandus dan terjal? Tentu saja karena genangan air yang mengapungkannya, yang tak lain adalah banjir besar.

Dapat dipahami mengapa jalan cerita menjadi seperti itu, karena setelah ribuan tahun terpisah dari induk bangsanya, narasi jadi berbeda. Bahtera Nuh berubah menjadi sebentuk perahu bambu berbentuk pipa yang kedua ujungnya ditutup, dan Bukit Ararat berubah menjadi Pusuk Buhit.

. Eksumasi (Pemindahan tulang belulang).
Jika Pemerintah mengubah fungsi lahan pekuburan, wajar jika tulang-belulang para almarhum/ah dipindahkan oleh pihak keluarga yang terkait. Alasan ini sangat praktis.

Bagi orang Tapanuli, penggalian tulang belulang (eksumasi) dari kerabat yang masih satu dalam garis silsilah dan dikuburkan didaerah lain adalah praktek yang sangat umum hingga sekarang. Sering alasannya hanya untuk kepuasan batin belaka walaupun biayanya sangat mahal karena termasuk dalam kategori perhelatan besar.

Pada bangsa Israel kuno hal semacam adalah kebiasaan umum. Sejarah sekuler menuturkan bahwa tulang belulang Yusuf dibawa dari Mesir ketika bangsa ini keluar dari sana. Juga dalam kitab lain dalam Perjanjian Lama, sekelompok masyarakat berniat memindahkan tulang belulang dari satu pekuburan (walaupun kemudian dihalangi oleh seorang nabi).

9). Peratap.
Adalah wajar bagi jika satu keluarga menangis disekeliling anggota keluarga / kerabat yang meninggal dan terbujur kaku. Mereka menangisi si mati, dan seseorang meratapinya. Meratap berbeda dengan menangis. Meratap dalam bahasa Tapanuli disebut mangandung. Mangandung ialah menangis sambil melantunkan bait-bait syair kematian dan syair kesedihan hati.

Karena sepenuhnya terikat dengan komponen syair-sayir maka mangandung adalah satu bentuk seni yang menuntut keahlian. Untuk memperoleh kepiawaian harus belajar. Bahasa yang digunakan sangat klasik, bukan bahasa sehari-hari.

Setiap orang-tua yang pintar mangandung akan mendapat pujian dan sering diharapkan kehadirannya pada setiap ada kematian.

Di desa-desa, terutama di daerah leluhur - Tapanuli - tidak mengherankan kalau seseorang orang yang tidak ada hubungan keluarga dengan orang yang meninggal, bahkan tidak dikenal oleh masyarakat setempat, namun turut mangandung disisi mayat. Masyarakat mendukung hal seperti itu. Kata-kata yang dilantukan dalam irama tangisan sangat menyentuh kalbu.

Tak jarang pihak keluarga dari si mati memberi pasinapuran (ang pao) kalau si peratap tersebut pintar, sekedar menunjukkan rasa terima kasih.

Peratap-peratap dari luar ini sebenarnya tidak menangisi kepergian si mati yang tidak dikenalnya itu. Alasannya untuk turut meratap adalah semata-mata mengeluarkan kesedihan akibat kematian keluarga dekatnya sendiri pada waktu yang lalu, dan juga yang lebih spesifik yaitu mengekspresikan seni mangandung itu.
Ini sangat jelas dari ungkapan pertama sebelum melanjutkan andung-andungnya :,,Da disungguli ho ma sidangolonhi tu sibokka nahinan” Sibokka nahinan adalah anggota keluarga sipangandung yang sudah meninggal sebelumnya. Selanjutnya dia akan lebih banyak berkisah tentang mendiang familinya itu.
Bagamana dengan bangsa Israel?

Dari sejarah diketahui bahwa ketika Yusuf (perdana menteri Mesir) meninggal, sanak keluarganya membayar para peratap untuk mangandung. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berkali-kali mencatat kata-kata ratapan, meratap, peratap.

Kitab Ratapan yang ditulis oleh raja Salomo, dalam praktek Israel kuno adalah syair-syair yang dilantunkan sambil mangandung, kendati bukan pada acara kematian.

10). Hierarki pada tubuh.
Dalam budaya Batak, kepala adalah anggota tubuh yang paling tinggi martabatnya. Menyentuh kepala seseorang dengan tidak disertai permintaan maaf yang sungguh-sungguh, bisa berakibat parah. Sebaliknya anggota tubuh yang paling rendah derajatnya ialah telapak kaki. Adalah penghinaan besar jika seseorang berkata kepada seseorang lain:,,Ditoru ni palak ni pathon do ho = Kau ada dibawah telapak kakiku ini”, sambil mengangkat kaki memperlihatkan telapak kakinya pada seteru. Penghinaan seperti ini hanya dilontarkan oleh seseorang yang amarahnya sudah memuncak dan sudah siap berkelahi.
Pada zaman dulu, dalam setiap pertemuan, telapak kaki selalu diusahakan tidak nampak ketika duduk bersila.

Pada bangsa2 Semitik tertentu di Timur Tengah, tradisi semacam ini masih tetap dijaga hingga sekarang karena memperlihatkan telapak kaki pada orang lain adalah pelanggaran etika yang berat, karena telapak kaki tetap dianggap anggota tubuh yang paling hina derajatnya.

11). Tangan kanan dan sisi kanan.
Dalam budaya Tapanuli, sisi kanan dan tangan kanan berbeda tingkat kehormatannya dengan sisi kiri dan tangan kiri.

Jangan sekali-kali berinteraksi dengan orang lain melalui tangan kiri jika tidak karena terpaksa. Itupun harus disertai ucapan maaf. Dalam Alkitab banyak tercatat aktivitas sisi ‘kanan’ yang melambangkan penghormatan atau kehormatan.

Yusuf sang perdana menteri Mesir memprotes ayahnya Yakub yang menyilangkan tangannya ketika memberkati Manasye dan Efraim (baca Kejadian 48).

Rasul Paulus dalam salah satu suratnya menyiratkan hierarki anggota tubuh ini.
Juga baca Pengkhotbah 10:2, Mzm 16:8, Mat 25:33, 26:64 Mrk 14:62, Kis 7:55-56, 1Pet 3:22, dll.

12). Anak sulung.
Dalam hierarki keluarga, posisi tertinggi diantara seluruh keturunan bapak/ibu ialah anak sulung. Ia selalu dikedepankan dalam memecahkan berbagai masalah, juga sebagai panutan bagi semua adik-adiknya. Jika ayah (sudah) meninggal, maka anak sulung yang sudah dewasa akan mengganti posisi sang ayah dalam hal tanggung jawab terhadap seluruh anggota keluarga seperti yang diungkapkan dalam umpasa : Pitu batu martindi-tindi, alai sada do sitaon na dokdok. Sitaon na dokdok itu adalah si anak sulung.
Tanggung jawab itulah yang membuat dia besar, memberi karisma dan wibawa.
Karisma dan wibawa, itulah profil yang melekat pada anak sulung.

Alkitab ditulis dengan bahasa manusia, bangsa Israel kuno. Deskripsi tentang anak sulung pada bangsa ini sama seperti yang ada pada suku Batak yang sekarang, sehingga the term of the firstborn (istilah anak sulung) banyak terdapat dalam kitab tersebut. (baca Kel 4:22, 34:20, 13:12 dan 15, Im 27:26, Bil 3:13, 8:17, Mzm 89:28, Yer 31:9, Hos 9:20, Rom 8:23, Luk 2:27, 11:16, 1Kor 15:20 dan 23, Kol 1:15 dan 18, Ibr 1:6, Yak 1:18, dll)

13). Gender.
Hingga sekarang posisi perempuan dalam hubungan dengan pencatatan silsilah selamanya tidak disertakan karena perempuan dianggap milik orang lain, menjadi paniaran ni marga yang berbeda. Hal yang sama terjadi pada bangsa Israel kuno ; bangsa ini tidak memasukkan anak perempuan dalam silsilah keluarga. Ada banyak silsilah dalam Alkitab, tetapi nama perempuan tidak terdapat didalamnya kecuali jika muncul sebagai yang sangat penting seperti Rut dan Maria (ibu Yesus).

Kalaupun nama Dina disebut juga dalam Alkitab, itu bukan karena posisinya yang penting tetapi hanya sebagai pelengkap nama-nama keturunan Yakub yang kemudian menurunkan seluruh bangsa Israel.

14). Pola monoteisme.
Dalam hampir seluruh kepercayaan animisme didunia ini, tuhan selalu jamak, bahkan bisa berjumlah puluhan, dan masing-masing sama besar kekuasaannya walaupun berbeda wilayah (bidang). Misalnya dewa air, dewa tanah, dewa api, dewa angin, dewa gunung, dewi kesuburan, dewi kecantikan, dewi keberuntungan, dll. Masing-masing juga punya isteri atau suami.

Adalah satu hal yang patut dengan perbedaan animisme Tapanuli yang disebut Parmalim, walaupun mereka memuja roh-roh para leluhur dan hantu-hantu, tetapi faham ketuhanan mereka hanya mengenal monoteisme, yang mereka sebut Mulajadi Na Bolon, artinya Pencipta Yang Maha Besar. Seluruh penyembahan keagamaan mereka hanya berpusat kepada Mulajadi Na Bolon yang tunggal dan tidak beristeri.
Ini hal yang luar biasa uniknya. Tidak ada analisis yang dapat menerangkan itu jika tidak menghubungkannya dengan faham monoteisme Yudaisme bangsa Israel kuno yang terbawa melekat hingga sekarang, tidak lekang oleh kikisan kurun waktu ribuan tahun.

Pada suku Toraja yang juga satu garis keturunan dengan orang Batak, mereka yang masih animis juga menganut animisme yang monoteistik, dengan sesembahan tunggal Puang Matua. (Predikat “puang” diberikan pada sosok yang patut dihormati. “Matua” artinya yang terhormat. Puang Matua dapat diartikan sebagai Dia yang mulia).

Pada suku Batak kuno, kata “puang” sama maknanya dengan “puang” pada suku Toraja sekarang. Tetapi dalam perjalanan waktu panjang, sekarang ini kata tsb telah berubah makna yaitu lebih menyiratkan keakraban).

Tambahan.
Adalah satu tradisi pada bangsa Israel kuno tidak menguburkan mayat anggota keluarga yang meninggal, melainkan meletakkannya dalam sebuat tombe yang berupa liang batu yang dibuat melalui pahatan. Lihatlah kesamaannya dengan mayat Yesus Kristus yang diletakkan dalam tombe milik Yusuf dari Arimatea. Budaya ini tidak terdapat pada suku Batak. Mungkin karena di Tapanuli tidak terdapat lime stone atau sejenisnya yaitu batu lunak yang mudah dilubangi seperti batu cadas.

Namun suku Toraja masih melekat teguh pada tradisi seperti ini hingga sekarang. Hal ini berguna untuk diutarakan untuk menambah bukti-bukti bahwa suku Batak yang masih berkerabat dengan suku Toraja, sangat bisa jadi adalah keturunan Israel yang sudah lama terpisah dan hilang.
Kebenaran Sejati - Muslim Masuk Kristen (Josephine Nastiti - kesaksian)

Kebenaran Sejati - Muslim Masuk Kristen (Josephine Nastiti - kesaksian)

Shallom,
Perkenalkan saya Josephine Siatiayu Nastiti, 21 tahun seorang mahasiswi sekaligus bekerja di televisi lokal semarang sebagai seorang presenter.Berasal dari keluarga islam yang sangat anti-kristus, hal ini dibuktikan karena sejak kecil sampai dengan sekarang saya selalu menerima doktrin - doktrin mengenai gereja, Yesus dan pengikutnya yang sesat. Sampai pada suatu ketika, 1,5 tahun yang lalu saya membaca buku yang tulis oleh seorang keluarga pendeta yang telah mualaf (masuk islam) berjudul "Injilku yang Ternoda". Saat itu saya mempelajari sedikit demi sedikit buku tersebut dengan maksud untuk menguatkan iman saya tentang ajaran rasul muhammad yang pada saat itu saya anggap paling benar. Benarlah yang terjadi, saya semakin yakin bahwa islam adalah agama yang paling benar dari segala agama yang ada di dunia ini.

Namun, entah mengapa enam bulan setelah saya membaca buku itu , saya tiba-tiba digerakkan Tuhan untuk datang ke gereja lokal yang ada di semarang, padahal waktu itu saya masih beragama islam dan mempercaya apa - apa yang dikatakan oleh al qur'an.
Beberapa kali saya mendatangi gereja tersebut, hati saya dibuat tenang oleh kidung - kidung yang dulu saya diajar untuk menghinanya. Kemudian singkat cerita, saya menjadi rutin untuk datang ke gereja tersebut untuk mengikuti kebaktian setiap hari minggu.

Beberapa bulan kemudian tepatnya bulan Maret 2007, saya memberanikan diri pergi dari rumah sambil membawa iman saya, karena saya yakin jika saya terus berada di rumah, maka keimanan saya tidak bertumbuh dengan baik, bahkan mungkin saya akan diperlakukan tidak sebagaimana mestinya, namun sewaktu saya meninggalkan rumah, saya juga masih berkomunikasi dengan mama.
Dan di bulan Mei 2007 saya diberi petunjuk oleh Tuhan Yesus yang menggerakkan mulut saya untuk mengaku kepada orang tua saya, bahwa sekarang saya percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias dan Penyelamat saya.Sontak, seketika itu juga mama saya lemas dan tidak berdaya kemudian hanya terbaring lemah di tempat tidur. Saat itu ketika saya pulang ke rumah dan mendapati mama saya terbaring lemah, hati saya sangat sedih. Apalagi beberapa kali sms datang melalui hp saya dari papa yang berisi "cepat pulang, mama kondisinya mengkhawatirkan" (seolah - olah tidak dapat terselamatkan lagi). Namun, saat itu saya malah dihardik kalau ajaran kristen yang saya ikuti adalah ajaran yang sesat, dan saat ini papa saya berkata akan membunuh orang yang telah membuat saya percaya kepada Tuhan Yesus, lebih dari itu mereka menyuruh saya untuk kembali kepada agama saya semula jika tidak mereka meng-claim kalau mereka akan disiksa di akhirat karena saya. Saat itu juga, banyak dari saudara - saudara kandung papa yang sms dan telepon untuk memastikan kebenaran itu, dan berharap saya mengubah keputusan saya.
Hari demi hari berlalu makian demi makian tentang hidup kekristenan, sampai papi pernah bilang dia dan kelompoknya akan menghancurkan saya, terus saya terima dengan doa "Tuhan Memberkati" bagi orang - orang (termasuk keluarga saya) yang terus menghina. Bagi saya Kebenaran adalah di dalam hati saya, untuk orang - orang yang tidak percaya dan keras hati, hal ini begitu sulit untuk saya sampaikan, tapi saya yakin untuk Tuhan tidak ada yang sulit BagiNya.
Hidup saya terus berjalan, selama ini , Tuhan menghidupi saya dengan jalan - jalan yang ajaib.
Dulu, Tuhan pernah berbicara dalam hati saya "ayu, kamu percayalah dulu, nanti akan Aku
tunjukkan jalan - jalannya" .Dan tiga minggu yang lalu saya telah dibaptis secara selam di Gereja Bethel Indonesia Gajah Mada Semarang.
Semakin hari, Tuhan berbicara semakin nyata pada diri saya, dan hal itu saya jadikan panduan untuk hidup kekristenan saya.
Yang saya yakini,buat Tuhan tidak ada yang mustahil termasuk membuat semua orang percaya kepadaNya.

Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Ingin Jadi Pemain Timnas U19 ?? Ini Kriterianya !!

Ingin Jadi Pemain Timnas U19 ?? Ini Kriterianya !!


Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, membuka kesempatan bagi pemuda-pemuda Indonesia untuk bergabung dengan skuat Garuda Jaya. Namun, mereka harus bisa memenuhi empat syarat utama dan syarat lainnya.
"Yang pertama tentu teknik sepak bolanya, lalu taktikal dan kecerdasannya, ketiga stamina dan fisik, dan yang terakhir mental," jelas Indra kepada merdeka(Affiliasi padangtoday).

Perombakan timnya menuju putaran final Piala AFC U-19 Oktober 2014 mendatang di Myanmar memang tak menutup kemungkinan bakal terjadi. Blusukan dan gerilya mencari pemain muda berbakat ke daerah-daerah juga ditegaskan Indra.

Meski terkadang harus memakai biaya sendiri, Indra pantang menyerah untuk blusukan. Hal itu pun diteruskan ke pemainnya tak mata duitan jika sudah membela nama negara.

"Pemain-pemain ini dipilih dengan standar yang tinggi dan saya selalu tekankan pada mereka "jangan bicara duit dengan negara". Makanya mereka militan," tegasnya. (*)
(Sumber: padangtoday.com)

Tertanda
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Makan Coklat Bisa Bikin Langsing

Makan Coklat Bisa Bikin Langsing


Banyak di antara kita percaya bahwa jika ingin langsing sebaiknya mengurangi asupan makanan manis dan berlemak, termasuk di antaranya cokelat. Anjuran tersebut kerap didengar khususnya  di kalangan pelaku diet penurunan berat badan.

Namun menurut sebuah survei, anjuran itu bisa jadi keliru. Faktanya, survei tersebut menemukan, 86 persen orang bertubuh ramping tetap makan makanan favoritnya saat tengah melakukan usaha penurunan berat badan.

Dari 2.100 pria dan wanita yang disurvei, mereka yang mengalami penurunan berat badan paling banyak adalah mereka yang tetap makan cokelat dalam jumlah yang sama sebelum mereka melakukan program diet.

Janet Aylott, ahli gizi yang terlibat dalam survei mengatakan, studi jangka panjang telah membuktikan bahwa diet yang berprinsip pada eliminasi makanan cenderung lebih banyak gagal.

"Kunci keberhasilan diet yaitu pada pendekatan yang rileks dan tetap makan apa yang disukai meski dalam jumlah tidak berlebihan," tegasnya.

Studi yang dikatakan Aylott tersebut menunjukkan, pelaku diet yang mengeliminasi makanan seperti cokelat, wine, dan biskuit seringkali justru mengalami kenaikan berat badan. Ini karena mereka mencari "pengganti" dari makanan favorit mereka dengan makanan lain dalam jumlah besar.

Bagaimanapun, cokelat dengan dengan kadar gula dan lemak yang rendah merupakan makanan yang menyehatkan. Sebuah studi menemukan, cokelat dapat membantu menjaga kesehatan sehingga membuat panjang umur. 

Studi dari Harvard University tersebut melibatkan 8.000 pria selama 65 tahun dan menemukan, mereka yang makan cokelat tiga kali sebulan, rata-rata hidup satu tahun lebih lama daripada mereka yang tidak.

Mereka menyimpulkan, hal ini berkaitan dengan kandungan antioksidan polifenol pada cokelat. Antioksidan ini berperan dalam mencegah oksidasi dari kolesterol "jahat". Antioksidan juga dikenal sebagai proteksi terhadap kanker

Tertanda
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
10 Tips Belajar

10 Tips Belajar

Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif.






1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal

Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

2. Membaca adalah kunci belajar

Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

3. Mencatat pokok-pokok pelajaran

Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

4. Hapalkan kata-kata kunci

Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

5. Pilih waktu belajar yang tepat

Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

6. Bangun suasana belajar yang nyaman

Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

7. Bentuk Kelompok Belajar

Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.

8. Latih sendiri kemampuan kita

Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari

Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

10. Sediakan waktu untuk istirahat

Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.


Tertanda
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Kisah Nyata Kristen Penganiaya Kristen Bertobat Terima Tuhan Yesus.

Kisah Nyata Kristen Penganiaya Kristen Bertobat Terima Tuhan Yesus.

"Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman." (1 Timotius 1:13) VP merampas traktat dari tangan penginjil muda. Ia melihat tulisan dalam traktat itu dengan jijik. "Ninage Rakshane Beke," dituliskan seperti itu. "Apakah Anda Membutuhkan Keselamatan?" Saat VP mulai merobek-robek traktat itu, orang-orang lain dalam kelompoknya mulai memukuli orang-orang Kristen. Besar di Challakere, sebuah desa kecil di India, VP adalah putra seorang pendeta Hindu. Saudara laki-lakinya -- seorang yang berideologi garis keras Hindutva -- mengatakan kepadanya bahwa orang-orang Kristen adalah musuh. Oleh sebab itu, VP menggunakan setiap kesempatan untuk menganiaya orang-orang Kristen. "Aku biasanya membuka baju mereka dan memukuli mereka hingga mereka mengalami pendarahan hebat. Aku lupa sudah berapa banyak Alkitab yang aku bakar," kata VP. VP mengatakan bahwa perilakunya yang keras merupakan ciri khas orang-orang radikal Hindu di India yang menjadikan orang-orang Kristen sebagai sasaran. Walaupun India dilukiskan di media sebagai negara yang relatif aman, VP mengatakan bahwa orang-orang radikal Hindu mengajarkan para pengikutnya untuk menggunakan kekerasan terhadap orang-orang Kristen. Walaupun VP diajarkan untuk membenci orang-orang Kristen, ia juga penasaran tentang Juru Selamat, Yesus Kristus. Pada usia 16 tahun, sementara ia sedang mempelajari Kitab Hindu Sanskerta dalam pelatihan untuk menjadi pendeta Hindu, VP menemukan halaman-halaman yang berbicara tentang "dosa manusia". Dalam kitab itu disebutkan bahwa manusia membutuhkan seorang "penebus untuk menebus dirinya", bahkan ada satu ungkapan khusus tentang hal itu, "om shree kannika sutaya namaha", artinya "anak kudus perawan". "Saat aku belajar, aku tahu bahwa ungkapan-ungkapan ini berbicara tentang Yesus," kata VP. "Ketika aku bertanya arti ungkapan itu kepada orang tuaku atau guruku, tidak ada seorang pun dari mereka yang mau menjelaskan artinya kepadaku; mereka tidak mengizinkan aku untuk mencarinya lebih jauh lagi." Namun, VP melanjutkan menggali lebih dalam. Di saat yang sama, ia keluar menyerang kelompok-kelompok Kristen, memukuli orang-orang Kristen, dan menghancurkan Alkitab-Alkitab. Ada sebuah Alkitab yang tidak ia bakar dan ia pun mulai membacanya. Selama bertahun-tahun, ia membandingkan Alkitab dengan kitab suci Hindu. Perlahan-lahan, firman Tuhan mulai merembes ke dalam dirinya dan Roh Kudus mulai bekerja. Ketika keluarganya menangkap basah ia sedang membaca Alkitab, mereka menjadi sakit hati. Terlebih ketika mereka menemukan traktat "Apakah Anda Membutuhkan Keselamatan?" "Selama enam bulan mereka mengurungku di dalam rumah," katanya. Makanan dan minuman diberikan kepadanya melalui jendela kecil. "Aku berdoa kepada semua dewa-dewi Hindu yang aku tahu, tetapi tidak ada dari mereka yang menolongku. Akhirnya, aku berdoa kepada Yesus. Dengan tetesan air mata, aku meminta Dia menolongku jika Dia benar-benar Mahakuasa." Tidak lama setelah ia berdoa pada Tuhan, VP dibebaskan secara ajaib. Keluarganya mengusirnya. Meski demikian, ia tidak pernah berhenti berdoa agar mereka mengenal Kristus. Sejak saat itu, VP tinggal dengan seorang penginjil dan memelajari firman Tuhan. Segera setelah ia pindah, ibunya menulis surat, mengatakan bahwa ia ingin sekali tahu lebih banyak tentang Yesus dan meminta VP pulang ke rumah. "Aku pulang dengan sukacita yang besar dan mereka sepertinya senang," katanya. Setelah makan siang, ibunya memberikan kepadanya beberapa manisan, sesuatu yang ia sukai. Tidak lama, ia mulai merasa mabuk dan lemah. Ia melompat, kedua lengannya menjadi mati rasa, dan tubuhnya berguncang tidak terkontrol. Ia ambruk di tengah jalan, wajahnya membiru dan ia pun pingsan. Seorang yang tidak dikenal membawanya ke rumah sakit. VP mengatakan bahwa ibunya meracuni dia. Setelah kejadian ini, keluarganya melaksanakan suatu upacara ritual Hindu, memecahkan sebuah pot tanah liat yang diisi air, yang melambangkan kehancuran tubuh VP.

"Seorang putra sekarang telah mati," kata seseorang. VP yang masih hidup, "dikubur" secara simbolis oleh sanak saudaranya dan dikucilkan dari kelompok Hindu. Tidak punya tempat berteduh dan tidak ada keluarga yang peduli, VP menjelajahi jalan-jalan Challakere selama berbulan-bulan. Ketika ia sedang berjalan di sebuah jalanan yang sepi, dua orang pria berjalan di dekatnya. VP memerhatikan dengan saksama salah satu dari mereka, ia pernah melihat pria itu. Pria itu adalah seorang penginjil muda dengan traktatnya yang pernah dipukuli oleh VP. Sebaliknya, tanpa menertawakan VP yang sekarang menjadi tunawisma, pria tersebut, BA, memedulikan mantan pendeta Hindu ini. Ia memberikan Alkitab kepada VP dan sejumlah uang untuk tinggal dengan seorang pelayan Tuhan di kota terdekat. Sejak hari itu, VP memunyai banyak traktat yang menyatakan "Apakah Anda Membutuhkan Keselamatan?" Sebagai seorang penginjil, ia tidak lagi merobek traktat-traktat ini. Ia telah membagikan lebih dari 50.000 traktat kepada orang-orang Hindu di seluruh India. Untuk mengetahui seberapa kuat VP telah menjadi seorang penginjil, Anda dapat melihat surat-surat ancaman dari orang-orang Hindu yang ditujukan kepadanya. Dalam sebuah surat selebaran yang disebarkan mengenai dirinya tertulis, "Orang ini, yang berasal dari keluarga Brahman, sekarang sudah dipengaruhi oleh 'orang-orang Inggris'. Ia telah membawa begitu banyak orang berpindah keyakinan melalui tipu muslihat. Menurut pengikutnya, 'ia adalah orang yang ramah terhadap orang miskin, menolong mereka dalam segala hal, mencarikan pekerjaan bagi anak-anak muda, mencarikan calon suami yang baik bagi wanita-wanita muda serta mengatur pernikahan mereka.' Semua itu bertujuan untuk 'membawa mereka berpindah keyakinan'. Oh saudara-saudara Hinduku, jika di dalam kamu semua ada keberanian, bersatulah untuk menghabisi orang ini." Suatu hari, mereka hampir berhasil. Mereka membawa dengan paksa VP ketika ia dalam perjalanan pulang dari ibadah gereja, lalu menggantungnya di sebuah tiang. Mereka mengikatnya dalam posisi terbalik (kaki di atas), dan memanggangnya. Seorang tetangga yang melihat itu, memotong tali gantungan tersebut dan segera membawa VP ke rumah sakit. VP tahu ada yang menginginkan kematiannya. Meski demikian, ia tetap menjalankan pelayanannya. Ia membagikan 25 sampai 30 traktat dalam sehari. Ia mengepalai pelatihan bagi anak-anak muda India dan dari luar India yang ingin belajar Alkitab, dan ia juga menjabat sebagai gembala atas sembilan gereja. Baru-baru ini, VP dan sopirnya diserang oleh sekelompok radikal Hindu setelah memberikan pelatihan Alkitab. Sopirnya tewas, sedangkan VP mengalami cedera di kaki kirinya yang mengakibatkan kakinya sedikit pincang. Seperti dahulu ia pernah dikasihi, sekarang ia bersungguh-sungguh mengasihi mereka yang menganiayanya. "Aku mengabarkan Injil kepada mereka karena mereka tidak tahu kebenaran," katanya. "Mereka harus tahu bahwa Kristus mati untuk mereka dan mereka diselamatkan."

Diambil dan disunting seperlunya dari: Judul buletin : Kasih Dalam Perbuatan, September -- Oktober 2009.
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : Yayasan Kasih Dalam Perbuatan, Surabaya Halaman : 10 -- 11


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
 Kisah Nyata Yan Ishak dan Kuasa Kekerasan

Kisah Nyata Yan Ishak dan Kuasa Kekerasan

Kisah Nyata Yan Ishak dan Kuasa KekerasanMasa kecil Yan Ishak hidup dengan kebahagiaan bersama keluarganya. Namun kebahagiaan itu sirna ketika ayahnya meninggal dunia dan Yan harus hidup dengan kerasnya om dan tantenya. Kesuksesan yang diraihnya ketika telah berumah tangga pun justru menjadikannya gelap mata dan sering kasar terhadap sang istri. Mengapa hal ini bisa terjadi? Inilah kisah nyata Yan Ishak dan Kuasa Kekerasan.

Usai ayahnya meninggal, sang ibu pun akhirnya mencari pekerjaan diluar kota. Sedangkan Yan hidup bersama om dan tantenya. Kehidupan keras pun dimulai, Yan seringkali mendapat perlakuan kasar dari om dan tantenya dirumah.

"Kami salah sedikit dihajar, tidak ada kasih sama sekali. Jadi ditempa dari sejak kecil dengan kekerasan. Sehingga saya tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian sebagai seorang anak," kata Yan.

Kesepian, kesendirian dan juga kesulitan hidup membuat Yan bertekad untuk menjadi orang yang sukses dan menjadi kaya agar dirinya tidak hidup kembali dalam kesulitan. Untuk itulah setelah perjalanan panjang, Yan berhasil menjadi seorang kontraktor sukses yang sering mendapatkan proyek-proyek besar. Yan hidup dipuncak kesuksesan.

Namun perilaku Yan dirumah sangat bertolak belakang. Meski dirinya perhatian dan menyayangi anak-anaknya, namun Yan sangat kasar dan tidak menaruh kasih sayang terhadap sang istri. "Saya pernah berpikiran bahwa kok suami saya tidak memperlakukan saya dengan baik. Tidak ada kasih terhadap istri dan tidak ada cintanya. Artinya dia benar-benar seperti tidak menganggap bahwa saya ada dirumah," ujar sang istri, Selvi.

Ternyata dipuncak kesuksesan inilah, Yan menjadi seorang yang terbuai oleh kekayaan yang dihasilkannya. Dirinya melakukan perselingkuhan dan banyak kesenangan lainnya diluar rumah tangga. "Ketika itu kondisinya happy-happy saja, tidak ada memikirkan keluarga. Ada uang untuk melakukan dosa-dosa," ujar Yan.

Ketika perselingkuhannya diketahui sang istri, Yan pun terbakar amarahnya dan seketika itu menghajar sang istri. Bahkan pukulan Yan kepada istrinya seperti seseorang yang hendak membunuh. Sang istri pun mengambil keputusan untuk meninggalkan rumah sejenak, untuk mengambil waktu berdoa bagi suaminya itu.

"Melihat keadaan suami saya seperti itu, jadi saya mengambil keputusan, saya harus doakan suami saya. Saya berdoa, Tuhan selamatkan jiwa suamiku, agar dia mengalami kasihNya Tuhan, seperti yang saya alami kasihNya Tuhan. Sehingga dia bisa menjadi suami yang benar-benar mengasihi keluarganya. Meskipun dirumah tangga saya mengalami aniaya, namun ketika saya berdoa saya merasa dekat dengan Tuhan," ujar Selvi.

Namun kuasa Tuhan menjamah Yan melalui teguran sang anak yang mengingatkan bahwa perlakuan Yan terhadap istrinya adalah kejahatan. Seketika itu Yan tersadar dan kembali mengingat masa lalu bahwa sebuah perceraian atau perpisahan adalah masa kelam dan kepahitan yang seharusnya tidak dijalani. Yan mulai mengingat kembali kebaikan-kebaikan sang istri yang selama ini begitu menyayangi dirinya.

Yan pun akhirnya meminta maaf dan meminta agar sang istri kembali lagi bersama. Sang istri pun dengan sukacita menyambutnya. Kehidupan rumah tangga merekapun dipulihkan. Yan berubah menjadi pribadi yang lebut dan takut akan Tuhan dan senantiasa menjadi kepala rumah tangga seutuhnya.

Sumber : Jawaban.com


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Kisah Nyata Riel Pasaribu Lolos Dari Kecelakaan Pesawat

Kisah Nyata Riel Pasaribu Lolos Dari Kecelakaan Pesawat

Kisah Nyata Riel Pasaribu Lolos Dari Kecelakaan PesawatPada suatu hari Riel akan mengadakan perjalanan bsinis ke luar kota ia merasakan perasaan yang aneh yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Anaknya yang bernama Timothy juga sedang sakit saat itu. Tetapi hal itu tidak membuat Riel untuk menunda penerbangannya. Istrinya pun merasakan  perasaan yang aneh itu. Ada suatu ganjalan dan keanehan sebelum suaminya pergi ke Jogjakarta. Inilah Kisah Nyata Riel Pasaribu Lolos Dari Kecelakaan Pesawat.

Istrinya mengambil jaket kulit untuk suaminya yang tidak pernah dipakai Riel. Dengan perasaan tidak karuan, ia pergi ke bandara. Kecemasannya semakin bertambah saat pesawat akan segera diberangkatkan. Saat pesawat ingin diberangkatkan pilot memberitahu bahwa di udara akan terjadi goncangan karena cuaca sedang buruk. Kontan hati Riel merasa ingin keluar dari pesawat itu. Tetapi sudah tidak  mungkin lagi.

Pada saat di udara, Riel semakin merasa takut dalam perjalanan menuju Jogjakarta. Rasa cemas Nampak di raut wajah Riel. Hampir seluruh perjalanan di pesawat mengalami goncangan. Pada saat itu Riel sempat membaca buku petunjuk penyelamatan dalam pesawat. Hal tu tidak pernah ia lakukan sebelumnya. Sepertinya Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu.

Ia merasa sangat takut, tetapi ia dapat meredakannya. Riel tidak menyadari bahwa maut siap menjemput. Saat pesawat ingin mendarat, terjadi sesuatu yang tidak disangka. Pesawat langsung terhempas dan kecelakaan tak dapat dihindari. Barang-barang yang ada dalam pesawat langsung berserakan dan orang-orang berlompatan panik. Keadaan menjadi tidak terkendali. Pesawat terus meluncur dan akhirnya berhenti.

Ditengah-tengah kepanikannya, ia teringat akan buku petunjuk yang ia baca tadi. Ia berinisiatif untuk pergi ke pintu darurat dan membukanya. Saat ia ingin keluar dan lewat sayap pesawat, kakinya terjepit. Tubuhnya terbakar sekitar 50 %. Dengan sisa tenaga, Riel berusaha melepaskan diri. Ia meminta pertolongan, namun tak ada yang menolongnya. Ia berteriak pada Tuhan agar menolongnya saat itu. Ditengah kebisingan, Riel mendengar suara lembut berkata "kamu tidak akan mati, tarik lagi kakimu". Akhirnya ia terlepas dan dibawa ke rumah sakit.

Sungguh suatu keajaiban ia dapat selamat dari kecelakaan itu. Istri Riel merasa sangat sedih melihat keadaan suaminya yang kritis, dan ditambah lagi anaknya harus masuk rumah sakit karena sakit. Istrinya selalu berdoa untuk kesembuhan suaminya. Pada suatu saat Riel mengalami masa kritis. Ia tidak dapat bernafas, dingin dan seperti ingin mati. Menurut dokter orang meninggal pada kasus kebakaran adalah karena infeksi. Pada saat itu istrinya berlutut dan berdoa untuk kesembuhan suaminya.

Karena kondisi yang tak kunjung membaik, akhirya Riel dipindahkan ke Jakarta untuk perawatan yang lebih intensif. Riel dan istrinya tidak habis pikir kejadian ini terjadi pada mereka. Namun sesuatu yang tak terduga ia mengalami masa kritis. Tidak ada yang menolong. Istrinya mendapat hikmat untuk tidak menggunakan kekuatan manusia, tetapi Allah yang akan berperang. Akhirnya istri Riel menelepon seorang hamba Tuhan dan didoakan. Saat itu panasnya turun kembali.

Banyak hal yang Tuhan ingatkan pada Riel. Suatu malam ia diingatkan bahwa semua yang ia alami adalah tidak ada yang kebetulan. Riel terus bertanya mengapa dan mengapa hal ini terjadi. Tetapi Yesus mengingatkan  jangan terlalu banyak bertanya dari sisi manusia, tetapi coba lihat dari sudut pandang Tuhan bahwa Tuhan masih menyelamatkan ia dari kobaran api dan membuat ia tetap hidup. Anugrah Tuhan selalu ada dalam hidup Riel.

8 bulan lamanya Riel dirawat di rumah sakit. Setelah ia mengalami cobaan yang begitu berat akhirnya ia dapat keluar dari penderitaan ini. Walaupun ia masih harus memulihkan luka bakarnya. Tuhan mengingatkan bahwa jangan sia-siakan hidup, lakukan sesuatu yang lebih berharga lagi. Oleh karena kasih Tuhan, Riel mendapat kesempatan kedua dari Tuhan.

Saat ini dengan tekun dan setia sang istri merawat luka-luka suaminya. Apa yang baik bagi kita belum tentu baik untuk Tuhan, tetapi bila baik dari Tuhan sudah pasti baik untuk kita. Dengan pengalamannya, Riel menulis buku tentang kecelakaannya dan proses pemulihannya dari kecelakaan. Di buku ini Riel ingin menyampaikan bahwa ia sudah mengalami mukjizat yang luar biasa diselamatkan dan disembuhkan dari luka bakar yang luar biasa parah.

Sumber Kesaksian : Riel Pasaribu

Sumber                  : Jawaban.com


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang              
Kisah Nyata Jahormet Dan Dunia Kriminalitasnya

Kisah Nyata Jahormet Dan Dunia Kriminalitasnya

Kisah Nyata Jahormet Dan Dunia Kriminalitasnya

Sulitnya hidup membuat Jahormet yang semula berprofesi sebagai seorang supir angkot beralih menjadi seorang preman yang hidup didunia kriminalitas. Namun sang istri selalu setia mendoakan kehidupankeluarga kecilnya, terutama untuk sang suami agar dirinya diubahkan dan bertobat dari dunia kejahatan. Inilah kisah nyata Jahormet dan dunia kriminalitasnya.

Awal kehidupannya didunia preman adalah saat Jahormet diajak untuk merampok sebuah rumah orang kaya. Saat itu Jahormet hanya bertugas untuk mengemudikan mobil. Barang hasil rampokan yang ditadah pun menghasilkan uang yang cukup banyak. Dan Jahormet mendapatkan bagian yang menggiurkan. Uang hasil rampokan itupun diberikan Jahormet kepada istrinya untuk keperluan sehari-hari.

Namun sang istri yang tengah mengandung, curiga terhadap banyaknya uang itu. Tak terima, Jahormet pun berlaku kasar terhadap sang istri. Bahkan Jahormet kembali mengulangi aksinya untuk merampok. Namun pada usaha berikutnya, Jahormet dan komplotannya ditangkap polisi ketika sedang beraksi. Dirumah, sang istri yang sedang hamil tua, melahirkan anaknya, sementara Jahormet mendekam di sel tahanan dan menjalani interogasi kepolisian.

Satu tahun kemudian, Jahormet keluar dari tahanan. Namun kondisi kekurangan yang dijumpainya dirumah, membuatnya gelap mata dan kembali melakukan kejahatan di jalanan untuk mencari uang. Kembali kerumah, Jahormet menjumpai sang istri tengah berdoa, mendoakan kondisi hidup suaminya untukberubah. Seketika itu pula Jahormet tersadarkan dan mulai berintrospeksi bahwa dirinya harus meninggalkan dunia kejahatan.

Akhirnya Jahormet mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada istrinya. Sang istri pun dengan tangan terbuka menerima Jahormet kembali. "Sekeras apapun karakter seseorang, khususnya karakter suami saya, sekasar apapun bisa diubahkan oleh Tuhan Yesus. Hanya Tuhan Yesus, diluar Tuhan Yesus tidak ada yang bisa mengubahkan," ungkap istri Jahormet.

Kekuatan doa benar adanya, tidak hanya dipulihkan, tetapi Tuhan juga membuat hidup baru bagi Jahormet dan keluarganya. "Tuhan selalu membuka jalan kepada orang yang berdoa," tutup Jahormet.

Sumber : Jawaban.com

Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Kisah Nyata Marcos, Dukun yang Dikawal 40 Jin

Kisah Nyata Marcos, Dukun yang Dikawal 40 Jin

Kisah Nyata Marcos, Dukun yang Dikawal 40 Jin
Marcos Susanto adalah mantan dukun yang mengaku pernah dikawal oleh lebih dari 40 jin. Saat masih menjadi dukun, Marcos mengandalkan berbagai benda-benda gaib seperti pusaka yang kemudian dipercaya menjadi sumber kekuatannya untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Profesinya sebagai dukun dimulai sejak ia mengalami sakit selama tiga hari tiga malam lamanya tanpa alasan yang jelas. Hingga akhirnya sang istri Ina, memanggil seorang dukun dan menyampaikan bahwa seorang roh halus butuh dirawat olehnya.

"Menurut keterangan dia (dukun), ini bukan sakit biasa. Ini ada orang roh halus yang minta dirawat," tutur Marcos.

Rasa penasaran dari Marcos membawanya mempercayai dukun tersebut. Ia mulai percaya sejak sebuah pusaka tiba-tiba ada di rumahnya secara ajaib. Pusaka inilah yang membawa Marcos terjun ke dunia okultisme. Dari sinilah dirinya percaya bahwa ia dipakai untuk sesuatu bagian yang supranatural.

"Suatu ketika, dia (pusaka) kasih mimpi ke saya bahwa dia adalah diatas segala mahluk. Saya pangkatnya juga tinggi, pasukan saya juga 40 jin. Saya bisa membantu menyelesaiakan penyakit, problem aja saya bisa Bantu, asal saya dirawat dengan baik. Dengan syarat apa yang saya minta harus dipersiapkan," jelas marcos.

Kepercayaan akhirnya tumbuh didalam sukma Marcos, hingga taat melaksanakan berbagai ritual sesajen untuk dipersembahankan kepada mahluk gaib, bertapa dan menjalankan pantangan makan nasi selama beberapa tahun merupakan syarat untuk memperdalam ilmu hitamnya. Tak lama kemudian, ia berhasil menangani penyakit salah seorang dari saudaranya. Sejak itulah Marcos semakin dikenal sebagai dukun sakti yang ampuh menyembuhkan penyakit.

"Orang berdatangan sampai dari luar kota, dari kabupaten, tros sampai luar pulau. Yang bertanyalah, yang sakitlah, macam-macam problem dilayani. Ya kita kasih aja solusinya. Itu sukses besar," ungkapnya.

Kesombongan dan keangkuhan pun memenuhi hati Marcos. Ia mengklaim diri memiliki kekuatan dan menjadi sosok yang ditakuti banyak orang. Namun perilaku itu pun tak bertahan lama, suatu kali pria ini jatuh sakit dan pusaka yang dipakainya bahkan tidak dapat menolongnya. Perasaan ketidakadilan berkecamuk dalam batinnya. Ketidakpercayaan terhadap pusaka itu mulai tumbuh dihatinya sebab ia tidak dapat menyembuhkan dirinya sendiri seperti apa yang selama ini ia lakukan terhadap orang lain.

Beranjak dari itu, sebuah perjalanan supranatural dialaminya ketika ia tiba-tiba rebah sesaat setelah keluar dari kamar mandi dengan kondisi tak sadarkan diri. Saat itulah ia mengakui sedang berada disuatu tempat yang ramai namun sepi.

"Saya semacam kayak orang mimpi. Jalan ke tempat yang jauh, banyak orang tapi sepi. Ngak ada suara apa-apa. Dan ketika saya berjalan mau masuk pintu gerbang. Itu ada suara memberitahu saya: Itu bukan tempat kamu," jelas Marcos.

Sesaat kemudian Marcos pun terbangun dan tiba-tiba melihat sebuah salib besar di atasnya. Bahkan berkata kepada istrinya demikian, "Ma, kesini kesini. Itu diatas ada salib. Bagus banget Ma. Kamu lihat, kamu lihat".

"Loh. Kata saya: Saya ngak lihat apa-apa. Ini Tuhan nih. Tuhan yang mengubah dia," ujar Ina Chandra.

Sejak itulah Marcos berpaling dari kuasa-kuasa kegelapan yang ia miliki. Ia berkomitmen untuk bertobat dari ilmu hitam tersebut. Segala pusaka yang ia miliki akhirnya dihancurkan. Perubahan yang ia alami membawanya menjadi saksi atas lawatan Tuhan dalam hidupnya.

Perjalanan hidup yang dilalui Marcos menyadarkannya bahwa mengandalkan benda-benda gaib merupakan hal yang sia-sia. Ia akhirnya kembali dan dipulihkan serta semakin menjalin keakraban yang intim dengan Tuhan. Kisah ini mengingatkan kita seperti firman Tuhan dalam Yeremia 10: 8 berkata, "Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka".


Sumber Kesaksian: Marcos Susanto & Ina Chandra
Sumber : Jawaban.com


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang

Kunci Gitar

Tentang Blog Ini

free web site traffic and promotion
Link Blogger Pemula Backlinks Generator GratisBelajar Bisnis Online Untuk Pemula

Entertainment Blogs
Entertainment blogs



free counters