Powered by Blogger.
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Kasih Dan Hormat

Kasih Dan Hormat

Yohanes 19 : 40
"Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat."

     Tidak menguburkan orang meninggal merupakan peristiwa tragis bagi orang Yahudi, bahkan bagi penjahat sekalipun. Dalam tradisi mereka, proses penguburan juga merupakan ungkapan kasih dari mereka yang mengasihi orang mati tersebut. Sayangnya, pada zaman Yesus, biasanya penjahat disalib, tidak layak dikuburkan. Orangpun tak akan berkabung bagi mereka.
         Ketika Yesus disalibkan seperti penjahat, Yusuf dari Arimatea tahu bahwa Yesus disalibkan bukan karena kesalahanNya. Ia lalu meminta ijin kepada Pilatus untuk menguburkan Yesus. Yusuf adalah anggota Majelis Besar yang tidak setuju dengan tindakan Majelis, dan secara diam-diam telah menjadi murid Yesus. Bersama Nikidenus, ia menurunkan mayat Yesus dan menguburkanNya di tanah miliknya, karena ia termasuk orang kaya. Maka genaplah nubuat Yesaya, " KematianNya seperti seorang penjahat, namun Ia dikubur di dalam pekuburan orang kaya." (Yesaya 53 : 9)
         Begitulah Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus mengungkapkan kasih dan penghormatan mereka kepada Yesus. Yang pertama mengurbankan tanah kuburan baru miliknya, yang kedua membawa sekitar 37 kilogram rempah untuk mengafani Yesus. Konon, hanya mayat seorang raja yang dirempahi sebanyak itu. Dari sini kita dapat menduga seberapa berarti Yesus bagi Yusuf dan Nikodemus
          Bila kita mengakui Yesus sebagai pribadi paling berarti bagi kita, bagaimana kita hendak mengungkapkan kasih dan penghormatan kepada-Nya
Doa Yang Berkuasa

Doa Yang Berkuasa


Yakobus 5:17
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. 

Doa yang Berkuasa

Apakah doa yang penuh kuasa? Ini bukanlah doa di lubang perlindungan, yaitu berdoa hanya pada waktu krisis. Ini bukan doa setengah hati, hangat-hangat kuku, sebelum tidur. Doa yang berkuasa bergumul melawan kerajaan dan penguasa. Paulus berkata, "Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang" (I Timotius 2:1). Ini adalah doa yang berkesinambungan, doa puasa, doa dengan dengan tangisan, doa yang berpengaruh, dan doa sungguh-sungguh dari orang benar yang sangat besar kuasanya. (Lihat Yakobus 5:16)


Kekuatan dari doa yang berkuasa tampak jelas dalam laporan Yakobus mengenai Nabi Elia yang mempengaruhi cuaca dengan doanya. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan" (Yakobus 5:17). (Lihat juga I Raja Raja 17)


Doa yang berkuasa adalah Ester yang berpuasa selama tiga hari dan menyelamatkan bangsanya dengan menyebabkan musuh bangsa Yahudi dikalahkan. (lihat Ester 4:16) Itulah doa yang berkuasa!


Doa yang berkuasa adalah memiliki ketekunan untuk bertahan hingga sesuatu terjadi. Salah satu kelemahan terbesar di generasi ini adalah tidak adanya komitmen untuk jangka panjang. Seperti Anda ketahui, binatang tercepat di bumi adalah macan tutul Afrika. Kecepatannya sudah diukur, yaitu tujuh puluh mil per jam. Namun, macan tutul Afrika mempunyai satu masalah: jantungnya kecil sehingga binatang ini cepat sekali merasakan lelah.


Jika tidak berhasil menangkap mangsanya dengan cepat, si macan tutul Afrika akan segera menghentikan langkahnya. Ada orang yang menggunakan pendekatan macan tutul untuk berdoa. Mereka tidak mempunyai hati untuk berusaha dalam jangka panjang. Mereka meledak-ledak dalam doa, tetapi tidak tahan lama.


Mengapa memiliki hati macan tutul sementara Tuhan ingin Anda mempunyai hati rajawali? Yesaya 40:31 mengatakan : "Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu."


Selamat bertekun dalam doa !



Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang


Ingin Tahu Kapan Kedatangan Yesus Kristus Kedua Kali?

Ingin Tahu Kapan Kedatangan Yesus Kristus Kedua Kali?


Kisah Rasul 3 : 21
Kristus itu harus tinggal di Surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.

Ingin Tahu Kapan Kedatangan Yesus Kristus Kedua Kali?

 Beberapa waktu ini marak orang-orang maupun media massa membicarakan mengenai hari kiamat maupun hari kedatangan Yesus Kristus. Namun sepanjang sejarah manusia, sejak Yesus Kristus atau Isa Almasih naik terangkat/terbang kembali ke Surga dan duduk di sisi atau sebelah kanan Allah yang adalah Bapa-Nya, setiap mereka yang begitu berani meramalkan hari kiamat maupun kedatangan Kristus kedua kali harus menanggung malu karena apa yang mereka ramalkan tidak terjadi.


Kebanyakan dari mereka tidak pernah mau dengar-dengaran kepada apa yang dikatakan dan diinformasikan Tuhan Yesus melalui rasul-rasul-Nya. Sebenarnya Tuhan Yesus sudah menerangkan begitu jelas kepada murid-murid-Nya maupun secara khusus kepada Rasul Paulus dan Yohanes seperti apa kronologis dan tanda-tanda menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali.


1) Setelah keruntuhan Bait Suci Israel di Yerusalem akan banyak dan terus menerus (generasi ke generasi) ada orang yang mengaku dirinya Nabi dan Juruselamat sehingga menyesatkan banyak orang. (Matius 24:2-5)


2) Setelah keruntuhan Bait Suci pada tahun 70 Masehi tersebut akan banyak dan terus menerus (abad demi abad) terjadi peperangan yang belum pernah terjadi dari zaman Adam hingga Tuhan Yesus, karena di dalam pernyataan Yesus ada kalimat "deru perang dan mendengar kaba-kabar tentang perang", yang mana kedua kalimat tersebut mengindikasikan suatu revolusi industri, persenjataan dan telekomunikasi. (Matius 24:6-7)


3) Setelah keruntuhan Bait Suci tersebut juga harus terjadi banyak gempa bumi dan kelaparan pada setiap daerah, bangsa dan kota dimana hal itu belum pernah terjadi sebelumnya.(ayat 7)


4) Karena banyaknya kesusahan dari perang, kelaparan dan gempa bumi; Dan karena banyaknya orang yang menyesatkan dan disesatkan maka kebanyakan orang menjadi murtad dan kasih mereka menjadi dingin. (Matius 24:10-12)


5) Seiring dengan banyaknya nabi palsu dan penyesatan serta banyaknya penderitaan dan aniaya terhadap murid-murid Tuhan Yesus, maka Injil diberitakan kepada semua bangsa di seluruh bumi. Itulah yang dimaksudkan Rasul Petrus bahwa akan ada pemulihan terhadap segala sesuatu seiring dengan bertambahnya kedurhakan, kenajisan, penyesatan dan kejahatan. (Matius 24:9-14; Kisah Rasul 3 : 21)


Jadi puncak cerita manusia di bumi adalah saat kejahatan, penyesatan, dan kenajisan semakin bertambah namun gereja TUHAN pun semakin suci, kudus, benar dan hidup seperti Kristus yang mengasihi, saling melayani dan memberitakan Injil kepada semua bangsa, sekalipun harus mengalami aniaya dan kesukaran yang besar.


Dan bila sampai pada puncaknya tersebut maka tidak diperlukan lagi ilmu tafsir maupun ramalan karena sebagai orang yang berjaga-jaga dan sebagai terang dunia, kita tahu bahwa kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat amat dekat.

Jadi kapan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali akan terjadi? Saat seluruh gereja Tuhan dan segala sesuatu mengalami pemulihan; Dan ketika Injil berhasil diberitakan kepada semua bangsa di seluruh bumi.


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Tuhan, Sang Perancang Hidup Indah

Tuhan, Sang Perancang Hidup Indah


"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)



Tuhan menciptakan Anda dengan suatu tujuan. Ketika Anda tidak tahu mengapa sesuatu dibuat, Anda dapat dengan mudah menyalahgunakannya. Jangan tanya kepada ciptaan apa tujuannya; tanyakan penciptaNya.

Ada dari Anda yang mungkin berpikir, Anda tidak tahu dari mana saya berasal, apa saja yang sudah saya perbuat. Anda tidak kenal orang tua saya. Saya berasal dari latar belakang yang tidak baik. Itu tidak jadi soal bagi Tuhan.

Inilah yang perlu Anda mengerti: "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa" (Yeremia 1:5).

Anda tidak berasal dari suatu latar belakang, juga tidak berasal dari orang tua Anda. Anda mungkin datang melalui mereka, tetapi Anda tidak berasal dari mereka. Anda berasal dari Tuhan. Tugas Anda tidak boleh dikacaukan dengan keadaan Anda.

Efesus 2:10 mengingatkan kita, "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan yang baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." Ketika Anda diciptakan, Tuhan sudah menetapkan Anda untuk suatu rencana, dan Ia memberi Anda kekuatan untuk menyelesaikannya. Rencana musuh adalah mengeluarkan kita dari rencana ilahi itu, keluar dari kehendak Tuhan.

Semua rencana ada awalnya. Takdir dicapai dengan kepekaan untuk mengerti saat peralihan itu ketika Tuhan mengirim kepada Anda peta jalan-Nya menuju tujuan Anda.

Beberapa tahun lalu, ketika saya baru lulus dari sebuah perguruan tinggi saya dihadapkan dengan sebuah pilihan yang sulit untuk memilih tempat kerja bagi diri saya pribadi. Ada cukup banyak opsi saat itu. Namun tidak ada satu pun pekerjaan yang saya ambil. Orang tua dan saudara-saudara saya sering menyalahkan saya mengapa tidak memilih satu dari pekerjaan itu. Jika sudah begitu, saya disitu memberikan jawaban kepada mereka, "kalau belum sreg di hati bagaimana".

Hingga tibalah pertengahan januari di tahun berikutnya, saya ditelepon oleh salah satu staff HRD sebuah perusahaan. Dia menyuruh saya untuk datang ke kantornya untuk diwawancarai sekaligus diuji. Singkat cerita, saya pun datang, mengikuti ujian itu, lulus, dan saya menerima tawaran kontrak yang diberikan oleh kantor saya tersebut.

Menariknya dari pengalaman saya ini, semua yang saya harapkan dan doakan kepada Tuhan sebelum masuk ke dalam dunia kerja, seluruhnya ketika itu dijawab Tuhan lebih.

Tuhan benar-benar mempunyai rancangan yang indah bagi hidup setiap Anda. Berdoalah untuk wawasan istimewa ke dalam rancangan-Nya untuk Anda. Anda akan menemukan bahwa "apa yang tidak tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan apa yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua …. disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" (I Korintus 2:9).


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
4 Rahasia Keberanian Orang-Orang Kudus Sepanjang Masa

4 Rahasia Keberanian Orang-Orang Kudus Sepanjang Masa


2 Korintus 11 : 27

Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

4 Rahasia Keberanian Orang-Orang Kudus Sepanjang Masa


Kita akan bertanya-tanya kenapa ada orang yang berani meninggalkan kenyamanan hidup diperkotaan dan berani untuk tinggal dan hidup di suatu daerah yang jauh dari kenyamanan dan modernisasi; Atau kenapa ada orang yang begitu rela habis-habisan baik materi maupun pemikiran untuk suatu proyek yang tidak menghasilkan uang.

Contoh yang cukup menginspirasi adalah seorang yang bernama Paul McClendon yang berani meninggalkan kenyamanan hidup dengan rumah yang besar, kepopuleran dan kekayaan yang ia bisa dapatkan setelah menemukan alat komunikasi canggih  pada tahun 1969.

Paul McClendon adalah salah satu orang yang nekad dan berani meninggalkan kenyamanan hidup. Tahukah Anda bahwa dari sejak Nuh hingga zaman ini ada jutaan orang yang melakukan tindakan seperti itu.



Kira-kira apa rahasia yang membuat mereka senekad itu?



1) Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa mereka berani bergerak keluar dari kenyamanan hidup bahkan hingga berkorban karena mereka telah bertemu dengan TUHAN dan memperoleh iman (Ibrani 11:2, 7, 8, 39; Ibrani 11:24-27)

2) Mereka bukan sekedar nekad melainkan memiliki pengharapan dan kerinduan yang lebih baik yaitu Mahkota dan Tanah Air Surgawi (Ibrani 11:13-16; II Timotius 4:8)

3) Mereka merasa senang dan bangga bila bisa membawa dan memuridkan beberapa atau banyak orang bagi Tuhan Yesus (I Tesalonika 2:19)

4) Mereka juga senang dan bangga bila mereka bisa sama seperti Tuhan dan Guru mereka yang telah berkorban dan menyerahkan nyawa bagi hidup mereka. (Kisah Para Rasul 5:41)


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang

Menunggu Keajaiban atau Melakukan Keajaiban?

Menunggu Keajaiban atau Melakukan Keajaiban?


Menunggu Keajaiban atau Melakukan Keajaiban?
Markus 9 : 23 b

“Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Salah satu hal yang membedakan seseorang berkenan di mata TUHAN atau tidak adalah sikap hati dan keputusannya dalam menghadapi masalah dan tantangan kehidupan.

Tahukah apa reaksi dan keputusan kebanyakan orang ketika menghadapi masalah dan hambatan?

1) Mencari kesalahan orang lain dan keadaan supaya kesalahannya sendiri tidak terusik namun orang demikian tidak mempunyai jalan keluar atau tidak memiliki/melakukan penyelesaian masalah

2) Berusaha menyenangkan orang banyak, menghindari konflik dan melakukan apa pun dengan motivasi supaya aman, tapi tetap tidak ada penyelesaian masalah

3) Menerima nasib karena menyerah kalah dengan keadaan, bahkan kompromi dan tidak berusaha berubah

4) Menunggu keajaiban dari TUHAN, atau berharap keberuntungan dan pertolongan super yang tidak masuk akal

Kita sepakat kalau ketiga reaksi (poin satu s/d tiga) di atas tidak baik dan tidak sesuai dengan iman kekristenan. Namun banyak orang yang merasa bahwa reaksi dan sikap yang keempatlah yang baik dan benar dengan dalih bahwa TUHANlah sumber jawaban dan Sang Pembuat Keajaiban.

Memang tidak disangkali kalau TUHAN pencipta langit dan bumi bisa mengadakan mujizat dan keajaiban melebihi dari para pesulap maupun ahli-ahli sihir. Tapi tahukah Anda kalau TUHAN juga sangat menginginkan kejaiban dan mujizat dari manusia.

Itu artinya sikap hati seseorang yang menunggu keajaiban belum tentu sesuai dengan kehendak TUHAN. Karena bisa saja TUHAN justru yang menunggu kita untuk bertindak atau melangkahkan kaki supaya menyelesaikan masalah tersebut. Bisa saja TUHAN menghendaki supaya kita peka pada suara TUHAN lalu berinisiatif dan pro-aktif melakukan keajaiban.

Seperti ayat di atas, kali ini Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi TUHAN melainkan tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.

Kira-kira apa yang menjadi perspektif orang percaya sehingga tidak ada yang mustahil bagi mereka?

1) Orang yang percaya memiliki pewahyuan dan pemahaman bahwa dirinya adalah alat TUHAN yang bisa memberikan jawaban dan jalan keluar bagi orang lain.

2) Orang yang percaya begitu yakin kalau TUHAN ada di dalam dirinya. Bila ada TUHAN di dalam diri seseorang maka ada antusias atau semangat yang tinggi sekalipun ada hambatan dan masalah besar. Bila ada antusias maka akan lahir ide/gagasan/hikmat yang cemerlang dan menjadi jawaban.

3) Orang percaya begitu yakin bahwa potensi yang TUHAN berikan di dalam dirinya bukanlah suatu kebetulan dan sekali pun potensi itu kecil bukan berarti tidak bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

4) Orang percaya sadar kalau TUHAN pasti buka jalan ketika ia bertindak memaksimalkan potensi yang ada padanya. Dan ia juga yakin kalau TUHAN pasti memberkati tindakannya ketika ia mulai mempraktekkan gagasan atau hikmat yang ia peroleh.

5) Orang percaya tahu dan yakin bahwa perkataan dan prinsip-prinsip yang Alkitab ajarkan itu benar 100%. Seperti prinsip mengampuni, memberi, melayani, rendah hati, jujur, bersukacita, dan hidup dalam kemerdekaan.

Jika Anda sedang menghayati dan menyetujui kelima perspektif (sudut pandang/cara berfikir) di atas maka Anda termasuk orang-orang yang bisa melakukan keajaiban karena tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Bakat Vs Panggilan

Bakat Vs Panggilan


Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." (Matius 4:19)

Bakat vs Panggilan

Panggilan adalah satu kata yang tidak asing lagi di telinga setiap kita. Namun sadar atau tidak, banyak dari orang-orang percaya di dunia ini yang sebenarnya kurang tepat memahami apa itu panggilan.

Banyak kita yang meyakini bahwa panggilan itu selalu berkenaan "Allah bawa saya ke tempat ini" atau "Allah meminta saya untuk….", namun benarkah pengertian seperti ini?

Ketika Yesus berpaling kepada murid-muridNya dan berkata "Ikutlah Aku," Dia memberikan ruang gerak yang cukup besar bagi para murid-Nya untuk mewujudkannya menjadi suatu panggilan. Masing-masing murid-Nya menggunakan pengalaman hidup, karunia, dan gairah uniknya sendiri untuk menjawab panggilan Yesus.

Larry Julian, penulis buku God is My Coach, mengutip Dr Os Guinness – penulis The Call, menyatakan bahwa gambaran panggilan adalah sebagai berikut : "Pertama dan terutama, kita dipanggil kepada seseorang (Allah), bukan kepada sesuatu (seperti peran sebagai ibu, politik, atau mengajar) atau entah ke mana (seperti kota bagian dalam atau Mongolia bagian utara).

Dalam definisi Dr Guinness, tulis Larry, panggilan Anda mencakup keseluruhan kehidupan Anda dan bukan sekedar sebuah tempat atau sebuah profesi. Panggilan Anda bukanlah melakukan berbagai hal bagi Allah dan pergi ke sana ke mari untuk Dia, tetapi menjalani kehidupan Anda lewat rangkaian unik keadaan, pengalaman, dan bakat yang telah Allah berikan kepada Anda.

Di lain pihak, bakat unik Anda hanyalah bagaimana Allah merancang Anda. Itu adalah cara Anda paling alami dibangun untuk menanggapi tantangan maupun peluang dalam kehidupan. Intinya, bakat unik Anda memberi Anda petunjuk penting tentang panggilan Allah atas kehidupan Anda dan motivasi serta kemampuan Anda untuk menanggapinya.


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
 Ester, Sang Pahlawan  Ester, Sang Pahlawan

Ester, Sang Pahlawan Ester, Sang Pahlawan


"Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati." (Ester 4:16b)

Ester, Sang Pahlawan

Bahan Rujukan Pengajaran : Ester 2-7

Ester adalah sosok yang selalu menarik untuk dipelajari. Selain karena dia merupakan sedikit dari tokoh wanita besar yang namanya tertulis di Alkitab, Ester memiliki sikap yang perlu kita teladani.

Ketika Ester menjadi Ratu menggantikan Ratu Wasti, keadaan bangsa Israel yang berada di wilayah kekuasaan Raja Ahasyweros sedang dalam bahaya besar. Mereka terancam akan dibantai oleh Haman bin Hamedata, orang Agag.

Ester yang saat itu berada di dalam lingkaran inti/dalam kekuasaan Raja Ahasyweros pada awalnya tidaklah mengetahui rencana jahat Haman. Namun, berkat informasi yang disampaikan Mordekhai, ia menjadi tahu agenda yang sedang disusun oleh bawahan sang raja itu. Ester kemudian bertindak.

Ia mengambil puasa tiga hari lamanya dan begitu pun ia juga meminta bangsa yahudi yang terdapat di Susan untuk melakukan hal yang dengan dirinya. Tidak hanya itu saja, Ester berinisiatif menghadap raja, suatu hal yang tidak diperkenankan undang-undang kerajaan saat itu. Dengan keberanian yang ia kumpulkan dan kesiapan untuk dihukum mati, ia mendatangi raja dan mengadukan Haman kepada sang raja.

Singkat kisah, Alkitab mencatat Haman digantung dan bangsa Yahudi di Susan dan sekitarnya lolos dari malapetaka. Meski tidak dituliskan di Alkitab, tetapi kita mengetahui bahwa Ester sangat pantas menerima sebuah gelar terhormat yakni pahlawan bangsa Israel.

Berikut beberapa hal yang bisa kita pelajari dari Ester dan peristiwa yang ikut melatarbelakanginya:

1) Ester adalah seorang yang mengandalkan Tuhan. Meski ia menyadari dirinya cantik dan dapat memikat hati sang raja, tetapi Ester tidak mengandalkan kelebihannya itu. Ia tetap percaya bahwa oleh karena Tuhanlah bangsanya dapat selamat.

Sehebat atau sepintar apapun kita, semua itu sia-sia jika tidak ada Tuhan bersama kita. Hanya Dialah yang mampu membawa kita kepada kemenangan maupun keberhasilan di dalam dunia ini.      

2) Ester siap mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan bangsa Israel. Meski ia bukanlah prajurit yang biasa berhadapan satu lawan satu dengan musuh-musuhnya, tetapi ia mau merelakan dirinya demi keselamatan bangsanya, Yahudi.

Seorang dapat dikatakan pahlawan ketika ia dengan kerelaan hati mau memberikan nyawa bagi kehidupan orang lain, terlebih lagi orang-orang sebangsanya.

3) Ester berani bertindak. Begitu mendengar pemaparan Mordekhai, ia tidak berdiam diri. Ia bergerak dan bertindak melakukan misi penyelamatan bangsanya. Walaupun ia tahu bakal menghadapi kematian, tetapi itu tidak menghentikan langkahnya. Ia tetap maju untuk menemui raja.

Seorang pahlawan adalah seorang yang berani mengambil tindakan. Meski keberanian yang ia tampilkan mungkin akan berakibat buruk kepadanya, tetapi ia tetap melangkah demi satu tujuan dan berjuang agar tujuannya tercapai.

Setiap Anda dapat menjadi pahlawan. Dengan apa yang ada pada diri Anda, itu sudah cukup untuk memberi sumbangsih kepada bangsa ini. Menariknya lagi, Tuhan pun hanya membutuhkan kemauan dan talenta Anda untuk menjadi alat kemuliaan-Nya di bumi.


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang

Raja Daud Pahlawan ' Praise and Worship '

Raja Daud Pahlawan ' Praise and Worship '


Raja Daud Pahlawan ' Praise and Worship '

Salah satu ciri pahlawan adalah memiliki keberanian untuk membuat terobosan yang lahir dari sikap mengasihi kepada TUHAN dan hasil terobosan tersebut disukai banyak orang serta berkenan di hati Allah. Sehingga hal itu mendatangkan berkat bagi banyak orang dan bahkan bagi suatu bangsa.

Adapun terobosan yang paling besar dan berdampak yang telah dilakukan Raja Daud adalah ketika ia menjadi penyembah dan pemuji TUHAN yang berkenan di hati TUHAN,lalu membawa kebiasaannya tersebut menjadi bagian dari ibadah semua orang Israel.

Padahal Hukum Taurat menetapkan hanya suku Lewilah yang bisa melayani di bait suci, dan hanya seorang Imam Maha Kuduslah yang dapat merasakan kehadiran TUHAN. Tapi tidak demikian dengan Raja Daud, sekalipun ia tidak diurapi sebagai imam dan bukan dari suku Yehuda, ia memiliki hubungan pribadi yang sangat intim dengan TUHAN.

Ia bukan hanya berhasil bergaul intim dengan TUHAN, namun ia juga berani membuat terobosan lainnya dalam mengekspresikan kekaguman dan kecintaannya terhadap TUHAN dengan caranya yang unik namun disukai oleh banyak orang Israel.

Ada pun terobosan-terobosan yang dibuat Raja Daud, yang pada akhirnya digunakan oleh seluruh imam Lewi dan menjadi bagian dalam ibadah umat TUHAN hingga saat ini, adalah:

1) Mengungkapkan rasa syukur, pengagungan, pujian, doa dan penyembahannya kepada Allah dengan bernyanyi atau bermazmur sambil diiringi alat musik. (I Tawarikh 15:16; Mazmur 95:1; Mazmur 104:33; Mazmur 150:3-5)

2) Bernyanyi dengan sangat nyaring sambil bangkit berdiri bahkan dengan bersorak-sorai. (II Tawarikh 20:19; Mazmur 47:2)

3) Mengekspresikan rasa syukur, kekaguman dan rasa hormatnya pada TUHAN dengan mengangkat tangan. (Mazmur 63:5)

4) Mengekspresikan rasa syukur, atau kesedihannya atau bentuk penyerahan diri dan penyembahannya kepada TUHAN dengan sujud dan berlutut. (II Samuel 12:20; I Tawarikh 16:29)

5) Mengekspresikan kegembiraan dan sukacitanya karena keberadaan dan kebaikan TUHAN dengan menari sambil bernyanyi. (II Samuel 6:16, 21)

Kelima hal tersebut merupakan gaya hidup Daud yang telah ia lakukan sejak ia remaja hingga menjadi raja. Iman dan ketulusannya dalam mencintai TUHAN melahirkan suatu sikap penyembahan yang "out of the box" atau keluar dari kotak agama dan kebisaaan pada zaman itu.

Cinta Raja Daud kepada TUHAN telah menginspirasi banyak orang yang hidup pada zamannya bahkan menginspirasi para nabi, imam, raja dan orang-orang suci lainnya yang hidup setelah Daud.

Raja Daud adalah pahlawan "Praise and Worship" yang tetap menginspirasi setiap penyembah dan pemuja TUHAN yang sejati dari berbagai generasi bahkan hingga saat ini.


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Karakteristik Orang Yang ' Finishing Well '

Karakteristik Orang Yang ' Finishing Well '


Karakteristik Orang Yang ' Finishing Well '

Saat mengawali perjalanan pertobatan, kebanyakan orang dipenuhi dengan semangat dan impian untuk hidup menyenangkan hati Allah dan berhasil dalam melakukan perintah-perintah-Nya.

Namun ketika menghadapi kenyataan hidup, dimana banyak masalah yang tetap harus dihadapi, orang yang baru bertobat tersebut mulai tawar hati, kecewa bahkan frustasi.

Tidak heran banyak orang yang mengawali pertobatan dengan menggebu-gebu bisa berhenti di tengah jalan bahkan kembali ke dunia lamanya. Mereka hanya bertahan mengasihi Tuhan selama enam bulan atau dua tahun namun setelah itu kembali ke habitatnya.

Mari kita belajar dari beberapa tokoh Alkitab yang setia dan tekun dalam mengasihi dan melayani TUHAN. Karakteristik atau sikap apa saja yang membuat mereka menyelesaikan perjalanan hidup dengan gilang gemilang dan menyenangkan hati TUHAN.



1) Ketulusan / Tidak Ada Motivasi Yang Lain (Yosua 24:14; I Tawarikh 28:9)

Banyak dari tokoh Alkitab yang berhasil setia mengasihi Tuhan karena mereka memiliki sikap hati yang tulus ketika mengawali perjumpaan dengan Tuhan.

Lagi pula hanya hati yang tulus yang bisa bergaul dengan Allah. Allah adalah pribadi yang maha tahu dan menyukai ketulusan.

Beberapa tokoh yang tulus di Alkitab diantaranya adalah: Nuh, Ayub, Abraham, Musa, dan Daud. Alkitab mencatat bahwa Nuh hidup bergaul dengan Allah ketika semua orang disekelilingnya memiliki kecenderungan hati yang membuahkan kejahatan. (Kejadian 6:5-9)

Ketulusan seseorang akan teruji saat Tuhan memberikan perintah, apakah orang tersebut mentaati dengan segenap hati atau tidak. Baik Nuh, Ayub, Abraham, Musa maupun Daud adalah orang-orang yang cepat meresponi panggilan maupun perintah TUHAN.

2) Memiliki Jiwa dan Roh Yang Berbeda Dengan Kebanyakan Orang (Bilangan 14:24)

Salah satu tokoh yang menerima pujian dan penghargaan dari Allah adalah Kaleb. "Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya."

Ketika 10 pengintai bersungut-sungut dan membawa berita yang melemahkan mental seluruh rakyat Israel, Kaleb dan Joshua justru dengan penuh keberanian menyuarakan kebenaran iman dan pandangan mereka yang berbeda, sambil mengoyakkan pakaian, tanda kemarahan mereka terhadap kesepuluh kawan mereka.

Untuk mengakhiri perjalanan hidup kita sebagai anak-anak Allah yang setia maka diperlukan jiwa dan roh yang berbeda dengan kebanyakan orang di dunia ini.

Jiwa dan roh yang berbeda akan lahir dan bertumbuh besar dalam diri seseorang ketika seseorang tersebut mau dengan segenap hati bergaul karib dengan TUHAN.

Sebab ketika seseorang bergaul karib dengan TUHAN maka orang tersebut akan memiliki cara berpikir yang dari Tuhan, serta melihat segala sesuatu seperti Tuhan melihat segala sesuatu.

Dengan demikian apa pun yang menerpa dan terjadi dalam kehidupan orang tersebut tidak membuat ia berubah setia. Melainkan orang tersebut tetap setia, bertekun dan mengakhiri pertandingan kehidupan dengan baik dan benar.



Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Pola Allah

Pola Allah


"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil." (Mazmur 1:1-3)

Pola Allah

Tahukah Anda bahwa Allah memiliki pola bagi keberhasilan Anda dan saya di dunia ini? Pola-Nya itu bukanlah didasarkan atas kemampuan kita, melainkan bertumpu pada ketidakterbatasan Yesus Kristus.

Pola Allah tentang kesuksesan seorang Kristen sama bagi semua orang yakni dengarkan Firman-Nya dan taati maka keberhasilan itu pasti Anda nikmati (Mazmur 1:1-3), tetapi pola individualnya bisa jauh berbeda. Musa pergi ke atas gunung untuk berdoa dan menerima pola Allah bagi bangsa Israel. Ketika Israel menuruti pola Allah, bangsa tersebut mencapai keberhasilan. Tetapi ketika mereka mendengarkan perkataan orang-orang lain yang menyesatkan mereka tentang pola Allah, kemenangan berubah menjadi kekalahan. Allah mempunyai pola bagi kita satu per satu. Tidak ada dua pola yang serupa.

Salah satu dari perkara kedagingan yang tercantum di dalam Alkitab adalah "iri hati" (lihat Galatia 5:19-21). Yang dimaksud dengan iri hati di sini adalah persaingan hingga berusaha menyamai. Iri hati adalah mengambil pola orang lain dan berusaha menjadikannya pola kita.

JIka kita meninjau proses-proses yang dialami oleh manusia-manusia Allah yang teruji, Anda akan menemukan bahwa mereka masing-masing mempunyai corak tersendiri. Abraham, Daud, rasul Paulus, DL Moody atau Charles Finney, orang-orang ini menerima pola mereka masing-masing dari Allah dan tidak akan ragu-ragu ataupun berubah-ubah. Mereka mengikuti pola yang Allah berikan dan meraih keberhasilan yang sangat besar.

Kita akan menghadapi masalah jika kita mengambil suatu pola yang digunakan atau diikuti oleh seseorang lalu menerapkannya pada kita dengan harapan bahwa pola itu akan membuat kita berhasil sama seperti yang mereka alami. Kita ingin meniru mereka. Kita berusaha menandingi mereka. Tetapi ketika kita tidak mendapatkan hasil yang sama dengan hasil yang mereka peroleh, kita heran dan bertanya mengapa demikian.

Memang akan ada kemiripan-kemiripan antara kita dengan orang-orang lain, meskipun demikian pola kita merupakan pola tersendiri.

Anda bisa mendapatkan pola-pola dasar Allah pada waktu mendengarkan suatu pengajaran Firman. Namun, Anda akan mendapatkan pola individual dari Allah bagi kehidupan Anda pada saat Anda seorang diri bersekutu dengan Dia.

Pola Allah bagi keberhasilan Anda adalah pertemuan antara Anda dengan Allah, di mana Allah mengatakan kehendak dan pola-Nya kepada Anda secara pribadi.

Apa pun yang pernah Anda alami di masa lalu atau mungkin kini sedang Anda alami, ingatlah tujuan utama dari hidup Anda bukanlah krisis, masalah ataupun malapetaka. Tujuan utama dari hidup Anda adalah keberhasilan, kekudusan, kebenaran dan menjadi serupa bahkan menyatu dengan pribadi Yesus Kristus.


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Hai Orang Kristen Tanggalkan Rasa Bersalah Anda !

Hai Orang Kristen Tanggalkan Rasa Bersalah Anda !


Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,

(1 Yoh 3:21)

Hai Orang Kristen Tanggalkan Rasa Bersalah Anda !Hal tersulit untuk dilakukan orang Kristen adalah menerima dan berdamai dengan dirinya sendiri. Bagi orang Kristen yang mengaku sudah lahir baru, namun masih bisa berbuat dosa, ternyata sangat sulit menerima kasih dan pengampunan untuk dirinya sendiri, padahal kasih dan pengampunan yang sama telah mereka tawarkan kepada para pendosa yang belum lahir baru.

Bahkan hal ini juga terjadi pada para pendeta, gembala dan penginjil yang memberitakan kabar baik serta mengajarkan bahwa Tuhan Yesus sudah menyelesaikan semua hutang dosa, penyakit dan kutuk. "Tidak ada lagi penghukuman! Semua sudah lunas dibayar Yesus di kayu salib. Anda dapat memiliki kedamaian dan bebas dari perasaan bersalah", seru seorang pendeta.

Namun anehnya mereka semua masih hidup dalam perasaan bersalah dan berusaha membuat diri mereka memiliki damai sejahtera dengan aturan-aturan "kesucian" yang mereka buat atau ciptakan.

Tahukah dampak dari perasaan bersalah yang terjadi pada orang Kristen bila tidak segera dibereskan?

1)Cenderung menghakimi atau menghukum orang (Roma 2:1-3)

Ketika seseorang gagal memenuhi standar atau ukuran yang ia tetapkan atas dirinya, bahkan ia berpikir bahwa ukuran tersebut adalah hal yang menyenangkan TUHAN atau menjadi suatu kebanggaan bagi dirinya, maka orang yang frustasi atau putus asa tersebut sering kali tanpa sadar mencerca atau menghukum dirinya sendiri.

Karena terbiasa mencerca dirinya sendiri atau menghukum dirinya sendiri maka kecenderungan orang Kristen tersebut juga mencerca dan menghukum orang lain yang tidak bisa memenuhi standar atau ukuran yang mereka anggap suatu kebenaran.

Tidaklah heran kita menemukan ada beberapa orang Kristen yang menentang wanita yang merias diri atau mengenakan pakaian minim, atau menghakimi orang yang mengenakan celana jeans jika beribadah atau melayani. Ada juga beberapa orang Kristen yang menganggap sesuatu tabu bila orang Kristen atau hamba Tuhan refreshing ke kolam renang dan mengenakan pakaian bikini.

2)Cenderung membuat hukum atau aturan sebagai tambahan atau alternatif keselamatan (Galatia 2:16; Kolose 2:16-23)

Seseorang yang tidak bisa menerima pengampunan dan penebusan dari Yesus Kristus akan sulit mengerti pemahaman anugerah atau kasih karunia yang diberikan Allah.

Karena itu tidaklah heran banyak orang Kristen yang mulai menyukai dengan aturan-aturan yang terlihat masuk akal untuk membuat dirinya layak diterima Allah dan layak untuk bertemu dengan TUHAN yang maha kudus.

Banyak orang Kristen yang mulai membuat aturan tentang makanan, minuman, pakaian atau pun musik-musik yang dianggap haram atau tidak haram. Ada juga yang anti untuk menyebutkan kata "Allah" dan menggantikan dengan kata "Tuhan" atau "Eloi". Bahkan baru-baru ini ada beberapa orang Kristen yang tidak mau merayakan Natal karena dianggap Tuhan Yesus lahir ke dunia bukan pada tanggal dua puluh lima desember dan budaya natal dianggap budaya dari orang-orang kafir penyembah berhala.

Tahukah Anda bahwa yang dikehendaki Tuhan Yesus adalah belas kasihan dan bukan persembahan (Matius 9:13; Matius 12:7). Yesus datang untuk menyelamatkan banyak orang yang berdosa bukan untuk menghukum atau menghakimi (Lukas 19:10).

Kasih karunia atau anugerah-Nya masih berlaku sampai saat ini, bukan hanya kepada orang yang  belum lahir baru namun juga kepada setiap orang yang sudah lahir baru. Ingatlah tulisan Rasul Yohanes; "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9)


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Kupas Tuntas Tradisi Perayaan Halloween

Kupas Tuntas Tradisi Perayaan Halloween


Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, Aku sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. (Imamat 20:6)


Kupas Tuntas Tradisi Perayaan Halloween

Zaman sekarang kebanyakan orang senang dengan tayangan dan kegiatan yang berkaitan dengan hal-hal mistik. Dunia sedang dihipnotis dan didorong kepada keseragaman cara berpikir bahwa hal-hal yang berkaitan dengan arwah orang mati dan setan-setan adalah hal yang biasa atau normal.

Salah satu kegiatan dan budaya yang trend dan dianggap keren namun sangat identik dengan setan, penyihir dan makhluk-makhluk menyeramkan adalah perayaan hallowen.

Halloween atau Hallowe"en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, dan terutama dirayakan di Amerika Serikat. Tradisi ini berasal dari Irlandia dan dibawa oleh orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara.

Sebenarnya ada tiga tradisi dan kepercayaan dongeng yang menjadi dasar perayaan Halloween. Dibawah ini akan kita bedah kesesatan yang ada pada tradisi hallowen tersebut:

1. Tradisi dan dongeng pertama mengenai perayaan bangsa Galia kuno yang disebut Samhain. Bangsa Galia kuno percaya bahwa pada tanggal 31 Oktober, atau di hari Samhain tadi, batas antara dunia nyata dan dunia gaib akan sangat tipis, sehingga para penduduk dunia gaib dapat menyeberang ke alam kita.

Pada perayaan Samhain penduduk Galia kuno akan mengadakan perayaan besar bagi nenek moyang mereka yang sudah lama meninggal dan "mengundang" mereka untuk duduk makan bersama, sedangkan makhluk gaib yang jahat akan diusir dari kediaman mereka dengan cara menggunakan topeng dengan wajah buruk atau berdandan seperti makhluk gaib jahat tadi.

Hal yang sesat dari tradisi ini adalah: perayaan dan budaya hallowen mempercayai bahwa arwah orang yang sudah meninggal dapat diundang dan ikut makan bersama. Sementara Tuhan Yesus dengan tegas mengatakan bahwa mereka yang telah mati tidak dapat pergi kemana-mana kecuali Tuhan yang hidupkan kembali atau bangkit dari kematian sama seperti Tuhan Yesus yang bangkit dari kematian. (Lukas 16:26)

2. Salah satu tradisi unik di Amerika untuk menyambut Halloween adalah Trick or Treat. Anak-anak akan berjalan dari rumah ke rumah dengan kostum unik sambil membawa keranjang, dan mengetuk pintu sambil meneriakkan "Trick or treaaaat".

Sebenarnya hal ini adalah ancaman, karena arti aslinya adalah, jika anda tidak memberikan "treat" alias makanan, kami akan melakukan "trick" atau kenakalan terhadap rumah tadi. Pemilik rumah akan keluar dan menghadiahkan berbagai makanan manis seperti coklat atau permen dalam keranjang mereka. Tradisi ini dipercaya muncul di Eropa pada abad ke 9, sebagai bentuk yang modern dari "Soul Day" yang awalnya dirayakan pada 2 November.

Pada hari "Soul Day" tadi, para pengemis akan berjalan dari desa ke desa untuk meminta "Soul Cake" yang dibuat dari potongan roti berbentuk segi empat dengan isi Currant (sejenis anggur manis). "Soul Cake" tadi adalah bayaran yang diterima oleh pengemis tadi untuk mendoakan arwah keluarga yang sudah meninggal.

Tradisi ini pun tidak sesuai dengan ajaran kekristenan. Karena Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan untuk umat-Nya mendoakan arwah yang sudah di alam baka. Bahkan Tuhan bicara dengan tegas supaya umat TUHAN tidak sedikit pun berpaling dan berbicara kepada arwah. Doa tersebut adalah doa yang sia-sia dan tidak bisa menyelamatkan mereka yang sudah ada di alam baka. (Imamat 19:31)

3. Dongeng lainnya adalah mengenai Jack O"Lantern yang berhasil menipu Setan/Iblis sehingga Jack tidak diterima di neraka namun juga tidak bisa diterima di surga karena sifat kikir, licik dan berbagai prilaku buruk yang ia miliki selama hidup. Alhasil arwah jack bergentayangan dan iblis memberikan semacam lilin atau penerang. Lilin tadi ditempatkan di dalam Turnip (sebangsa lobak).

Tradisi dan dongeng konyol ini lebih parah lagi. Sebab setiap orang yang berdosa dan tidak menerima pengampunan dari Tuhan Yesus sudah pasti ada di alam maut. Selain itu tidak mungkin iblis atau setan bisa ditipu karena Alkitab mengatakan bahwa iblis itu adalah bapak segala dusta. (Yohanes 8:44)

Alkitab dengan jelas dan tegas menolak dan menentang setiap unsur dan bentuk penyembahan kepada setan-setan. Baik penyembahan berhala, perdukunan, mantra, sihir, berkanjang pada arwah orang mati atau bersekutu dengan jin maupun roh-roh jahat, semua itu kekejian, najis dan jahat di mata TUHAN.

Dari pemaparan di atas kita bisa ambil kesimpulan sendiri apakah layak budaya eropa-amerika ini diterapkan dan menjadi bagian dari budaya kekristenan?



Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Apakah Anda Menunda-Nunda?

Apakah Anda Menunda-Nunda?


Apakah Anda Menunda-Nunda?Hagai 1:2-4

"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!" Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?

Nabi Haggai, yang lahir di pembuangan di Babilonia, bernubuat kepada orang-orang yang kembali ke Israel tahun 520 BC. Di bawah kepemimpinan Zerubabel, orang-orang ini mulai membangun kembali Bait Suci (Ezra 1-6). Tetapi 15 tahun setelah dimulainya pekerjaan tersebut, mereka belum juga menyelesaikannya.  Mereka bukannya menyelesaikan pembangunan Rumah Tuhan tetapi malah sibuk membangun rumah pribadi mereka serta membangun karir mereka.


Waktu orang tidak menyangkal kebenaran akan tetapi tidak memberikan respon kepada perintah Tuhan, seringkali alasan utamanya adalah saat yang tepat. Dalam kehidupan banyak orang ada jurang besar antara hal-hal yang mereka tahu harus mereka kerjakan dengan hal-hal yang sungguh-sungguh mereka kerjakan. Kamus Webster menerjemahkan penundaan sebagai, "Menunda sampai besok hal yang bisa Saudara kerjakan hari ini; tidak bertindak berdasarkan suatu instruksi, ragu-ragu akan suatu kesempatan, atau memilih kesenangan sementara daripada keberhasilan jangka panjang."

Bagaimana Cara Mengatasi Penundaan

1. Mulai Hari Dengan Suatu Daftar

Mazmur 5:4 TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu

Bangun suatu kebiasaan untuk menyusun daftar harian hal yang perlu Saudara selesaikan hari itu. Cara praktis untuk mengorganisir  waktu dan kehidupan Saudara adalah dengan memilih tugas terpenting Saudara dan fokus sampai selesai.

2. Ambil Tindakan

Yakobus 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri

Pareto Principle: 80% of the value what you do will be determined by 20% of your activities in that area.

3. Ubah Pandangan Tentang Waktu

Efesus 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Walaupun kebanyakan jam berbentuk bundar tetapi waktu sebenarnya linear. Waktu yang sudah berlalu tidak akan berulang lagi. Waktu adalah salah satu komoditas berharga yang tidak dapat digantikan, jadi kita harus menggunakan waktu kita dengan sangat bijaksana.

4. Kalahkan Ketakutan

Mazmur 27:1 Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

Fear is simply False Evidence Appearing Real. Ingat, sekitar 70% hal yang kita takutkan tidak pernah terjadi!

Jadi 4 hal ini ada langkah praktis untuk menghindari penundaan. Jangan tunda-tunda lagi apa yang telah Tuhan perintahkan untuk Saudara lakukan. Just do it!


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Harus Sempurna, Mungkinkah Kita Mencapainya?

Harus Sempurna, Mungkinkah Kita Mencapainya?


Harus Sempurna, Mungkinkah Kita Mencapainya?

Matius 5:48

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

Dunia ini terobsesi dengan kesempurnaan. Kadang kala bahkan tidak mentoleransi kesalahan atau kelemahan. Yang pasti, kasih karunia adalah sesuatu yang sangat langka. Dalam berbagai bidang kehidupan, seperti olahraga, dunia kerja, pendidikan, bahkan kehidupan pribadi seseorang, semuanya mengejar kesempurnaan.

Namun fakta kehidupan tidak ada yang sempurna, hal ini membuat banyak orang merasa gagal dan putus asa. Tetapi tahukah Anda bahwa tujuan yang Tuhan tetapkan bukanlah kesempurnaan yang seperti dunia ini terapkan?

Kata "sempurna" dalam bahasa Yunani pada Matius 5:48 adalah teleios, yang berarti : mencapai garis akhir, tidak menginginkan hal lain selain penyelesaian, kedewasaan manusia dalan integritas dan hikmat atau manusia yang dewasa penuh.

Jadi, Tuhan ingin kita menjadi pribadi yang dewasa dalam karakter kita, menjadi manusia yang berintegritas dan berhikmat, sebagaimana Tuhan telah tunjukkan melalui pribadi anak-Nya, Yesus Kristus. Itu sebabnya, tujuan kehidupan kita adalah bertumbuh menjadi serupa dengan Yesus Kristus dalam karakter dan hikmat.

Untuk itu menjadi sempurna seperti yang Tuhan minta bukanlah sesuatu yang akan membuat kita frustrasi. Dia hanya meminta kita meneladani kehidupan Yesus. Tuhan sudah memberi kita sebuah role model, sebuah teladan yang sangat membumi karena Yesus adalah manusia sempurna sama seperti kita. Dia pun merasakan penderitaan kita, dan juga kebahagiaan kita. Dia mengerti apa yang menjadi pergumulan kita. Untuk itu, dalam perjalanan kita menuju "kesempurnaan", kita perlu membangun hubungan yang intim dengan Yesus. Mengapa? Karena Dia-lah mentor kita, Dia akan membimbing kita langkah demi langkah menuju ke arah kesempurnaan itu.

Percayalah jika kita setia dan tekun berjalan dalam kebenaran, maka kita akan mencapai garis finish yang Tuhan telah tetapkan bagi kita. Untuk itu, dalam pertandiangan kehidupan ini, mari kita tekun melatih manusia jasmani dan rohaniah kita sehingga kita memiliki daya tahan dan kekuatan yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan dan mahkota yang telah Tuhan siapkan bagi anak-anak-Nya.



Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Langkah-Langkah Untuk Lepas Dari Kecanduan

Langkah-Langkah Untuk Lepas Dari Kecanduan

"untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

(Lukas 4: 19)


Langkah-Langkah Untuk Lepas Dari Kecanduan

Hampir semua orang, entah mereka Kristen maupun non-Kristen, mempunyai pergumulan dan masalah yang sama, yaitu berjuang melawan kebiasaan-kebiasaan buruk, termasuk berusaha untuk lepas dan pulih dari kecanduan hal-hal yang negatif.

Menurut Arthur T. Horvart kecanduan adalah suatu kegiatan yang dilakukan berulang kali dan sangat didambakan untuk dialaminya lagi, dan jika perlu orang tersebut bersedia berkorban, meskipun menimbulkan dampak atau konsekwensi yang negatif.

Sedangkan Bowman menyatakan bahwa kecanduan atau adiksi dapat dibagi menjadi dua:

Kecanduan terhadap suatu barang. Contoh kecanduan barang adalah kecanduan terhadap rokok, alkohol, dan obat-obatan atau narkoba.
Kecanduan terhadap proses kegiatan. Merupakan kecanduan terhadap sebuah aktivitas, seperti berjudi, melihat pornografi, kecanduan yang berkaitan dengan prilaku seksual, kecanduan makan atau kecanduan main games
Menurut iman Kristen, dosa dan pekerjaan setan merupakan penyebab utama seseorang bisa sampai kecanduan, atau keterikatan atau mengalami sakit penyakit hingga berbulan-bulan. (Matius 8:16)

Alkitab mengatakan bahwa semua manusia sudah berdosa dan di bawah hukuman (Roma 3:23; Yohanes 3:19; Yohanes 12:31). Hal inilah yang menjadi dasar yang kuat bagi iblis dan setan-setan untuk menguasai jiwa manusia. Ditambah lagi dengan dosa pribadi dan dosa yang diwariskan nenek moyang maupun orang tua kita.

Pada tahap tertentu iblis serta setan dapat mengikat kehidupan seseorang. Dalam kondisi yang terikat itu manusia akan cenderung untuk melakukan kehendak iblis (II Timotius 2:26)

Tahukah Anda kalau selama ini manusia selalu kalah dengan iblis. Manusia tertuduh, frustasi, lemah dan tak berdaya oleh karena dosa-dosanya. Sebelum kedatangan Yesus Kristus ke dunia belum ada orang yang buta memperoleh kesembuhan dan kembali melihat, belum ada orang tuli yang kembali mendengar dan belum ada orang yang bisu kembali berkata-kata. Bahkan lebih dasyat lagi Alkitab menjelaskan bahwa setan-setan dan roh-roh jahat pergi ketakutan ketika diusir Tuhan Yesus, yang adalah terang dunia.

Namun demikian Tuhan Yesus menunggu respon positif manusia dan langkah nyata dari orang-orang yang percaya dan mau dipulihkan. Sama seperti wanita pendarahan yang berani melangkah mendekat pada Tuhan Yesus.

Enam langkah penting untuk mengalami kelepasan dan kesembuhan:
1. Bersikap jujur, dan mengakui bahwa Anda perlu kelepasan dan kesembuhan dari Tuhan Yesus (Yakobus 5:16)
2. Mau mengampuni bila ada kepahitan dan luka hati (Matius 6:14)
3. Jangan mengeraskan hati melainkan tunduk pada Allah (Ibrani 3:7-8; Yakobus 4:7)
4. Mau berseru memohon belas kasihan Tuhan Yesus (Roma 10:13)
5. Mau merendahkan diri kepada Tuhan dan manusia dengan rela dibimbing dan ikut pertemuan-pertemuan ibadah (Yakobus 4:8)
6. Mau hidup dalam komunitas yang positif (I Timotius 4:8; Ibrani 10:25; I Yohanes 1:7)

Ini saatnya firman Tuhan digenapi bagi keluarga Anda yang membutuhkan kesembuhan, kelepasan dan pemulihan. Beritahukan artikel ini kepada mereka sehingga mereka mengalami kelepasan dan kesembuhan.

Sebab Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.



Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang

5 Kunci Untuk Hidup Dalam Kelimpahan

5 Kunci Untuk Hidup Dalam Kelimpahan


Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

(Kejadian 1:28)

5 Kunci Untuk Hidup Dalam Kelimpahan

Tuhan selalu ingin memberkati umat-Nya, baik secara rohani maupun jasmani. Berkat Tuhan atas manusia sudah diberikan sejak hari pertama manusia diciptakan. Ia memberkati supaya manusia beranakcucu, bertambah banyak, dan berkuasa atas seluruh hewan di bumi ini.

Bahkan setelah manusia berdosa sekalipun Allah masih memberikan kesempatan kepada manusia untuk dapat menikmati berkat dan kebaikan-Nya. (Kejadian 4:1; Matius 5:45)

Terlebih kepada umat-Nya, Ia berjanji untuk memberkati umat-Nya sehingga berkelimpahan dan menjadi berkat.

Janji-janji Tuhan kepada orang yang setia melakukan hukum Taurat-Nya (Ulangan 28:3-6):

 Kita akan diberkati saat di dalam rumah, maupun saat keluar rumah.
 Pekerjaan kita di rumah maupun di luar rumah akan diberkati
 Buah kandungan kita diberkati
 Penghasilan/hasil kerja kita diberkati
 Harta benda yang bergerak dan tidak bergerak yang kita punya pun diberkati
Bila kita membaca janji Tuhan tersebut maka kita semakin yakin kalau Tuhan memang menghendaki umat-Nya diberkati. Namun Ia tidak mau kalau umat-Nya menjadi tamak bahkan cinta akan uang.(Lukas 12:15; I Timotius 6:10)

Sebagai orang percaya kita meyakini seperti Raja Daud bahwa Tuhan itu adalah gembala yang baik sehingga dalam segala hal kita tidak akan kekurangan.

Namun kita perlu mengetahui kunci yang bisa membuat pintu berkat Tuhan terbuka atas hidup kita:

Menemukan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya (Matius 6:31-33)
Dapatkan hikmat, kebijaksanaan dan pengertian (II Tawarikh 1:11-12)
Hidup dalam kerendahan hati dan takut akan TUHAN (Amsal 22:4)
Hidup dalam kesatuan/kerukunan (Mazmur 133)
Menyukai firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam (Mazmur 1:2-3)
Bila kelima kunci ini ada pada kita maka pintu berkat Tuhan dapat kita buka dengan mudahnya, sehingga kita bisa menikmati segala kebajikan Tuhan dan bahkan memberkati orang lain.

"Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan."



Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Merdeka Dari Kecanduan Pornografi

Merdeka Dari Kecanduan Pornografi


Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. (Roma 6 : 11, 12)

Merdeka Dari Kecanduan Pornografi

Pornografi adalah salah satu persoalan di bumi yang hingga kini masih dihadapi oleh sebagian besar manusia. Tidak hanya kaum pria, kaum perempuan juga banyak yang terikat di dalam masalah ini. Berbagai usaha, manusia lakukan supaya mereka tidak lagi kecanduan. Namun pada kenyataannya, tidak ada satu pun yang benar-benar dapat keluar.

Alkitab mencatat bahwa Kristus adalah jawaban terhadap segala yang sedang kita alami ini. Pertanyaan pun muncul, apakah yang sesungguhnya Kristus lakukan sehingga Dia dapat membebaskan kita dari semua cengkraman tersebut? Apa juga tanggung jawab kita untuk berjalan dalam kemerdekaan? Sebelum dua pertanyaan ini dijawab mari kita mulai pelajaran dengan mengenal terlebih dahulu, Siapakah Allah itu ?

Kebenaran Mengenai Allah

Kebanyakan orang tidak sadar bahwa mereka diperhamba sehingga mereka tidak mengerti bahwa mereka harus dilepaskan. Sekalipun mereka mengerti bahwa mereka harus dilepaskan, mereka percaya bahwa jawabannya adalah pada semacam program belajar secara mandiri untuk mengatasi masalah atau kecanduan mereka. Namun, Alkitab berkata bahwa di luar Kristus kita ini  "tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci." (Titus 3:3).

Kita tidak membutuhkan seseorang mengajarkan cara yang lebih baik sebagai hamba, melainkan seseorang yang menebus kita dari perhambaan dan membebaskan kita! Kita membutuhkan seorang penebus, yaitu Allah sendiri.

Kitab Yesaya sering mengidentifikasikan Allah sebagai Penebus. Di bawah ini adalah beberapa contohnya :

Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. (Yesaya 54:5)

Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. (Yesaya 43:1)

Dalam Kitab Keluaran, Allah berkata, "Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka" (3:7). Maka, Dia berjanji kepada Musa, "Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat" (6:6).

Ikatan yang menakutkan dan ketidakberdayaan bangsa Israel di Mesir merupakan gambaran perbudakan dalam hidup setiap orang terhadap dosa. Di zaman perjanjian Lama, Allah menebus Israel (membawanya keluar dari perbudakan) melalui seorang pembebas, yaitu Musa. Di zaman perjanjian baru, Allah sendiri yang datang ke dunia melalui Kristus untuk menebus kita dari dosa. Harga yang harus dibayar untuk membayar kemerdekaan umat manusia adalah darah-Nya sendiri; darah Yesus yang berharga.

Kebenaran Mengenai Diri Anda

Ketika Anda membeli sesuatu di toko, barang itu menjadi milik Anda yang sah karena Anda telah membayarnya. Maka, toko itu adalah tidak berhak lagi mengaku sebagai pemiliknya. Barang itu sudah menjadi milik Anda. Andalah pemiliknya.

Dengan cara yang sama, karena Allah telah menebus kita dengan diri-Nya sendiri melalui Kristus, kita menjadi milik-Nya. Kita bukan milik dari kita sendiri lagi yang bebas berbuat seenaknya. I Korintus 6:19,20 menjelaskan siapa yang memiliki kita dan hak Allah dalam memiliki kita:

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Iblis bisa berusaha meyakinkan kita bahwa kita masih menjadi hamba dosa dan berada di dalam kendalinya. Kabar buruknya, kita pun dapat tergoda untuk melakukannya. Akan tetapi, kita harus mengambil keputusan memilih kebenaran, karena kita mati terhadap dosa namun hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus (Roma 6:11).

Kebenaran Mengenai Kemerdekaan

"Muliakanlah Allah dengan tubuhmu." Demikian dikatakan dalam I Korintus 6:20, dan inilah kunci yang sangat besar untuk kemerdekaan. Bagaimana Anda menggunakan pikiran, tangan, mata, telinga, organ seks dan lain-lain? Apakah semua ini menjadi alat di tangan Allah bagi kemuliaan-Nya atau sebaliknya menjadi alat bagi dosa? Jawaban Anda untuk semua pertanyaan ini sangat penting. Roma 6:11-13 menunjukkan jalan menuju kemerdekaan :

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Sungguh menyedihkan, banyak sekali orang Kristen yang telah ditebus oleh darah Kristus ternyata masih terikat khususnya dalam hal pornografi. Hai orang Kristen, jangan menuruti hawa nafsumu yang menyesatkan karena itu merupakan buah dari kedagingan yang penuh dosa. Dosa tidak pernah memberikan yang dijanjikannya.

Hari ini tidak maukah Anda mengambil keputusan untuk mempersembahkan tubuh Anda kepada Allah sebagai alat kebenaran? Tidak satu pun di dunia ini atau dalam daging yang mampu memberikan damai sejahtera, hati nurani yang jernih, dan hati yang penuh sukacita seperti yang diberikan oleh kemerdekaan dalam Kristus !



Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang

Hidup Di Pimpin Oleh ROH



Baca: Roma 8:1-17

Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. (Roma 8:5 )

Mungkin Anda pernah mengikuti seminar-seminar untuk melatih pikiran. Para ahli mengklaim bahwa orang dapat hidup lebih baik, lebih sehat, lebih berhasil, jika pikiran kita positif. Pola berpikir orang-orang yang sukses dipelajari agar dapat ditiru, dan sukses mereka juga dialami. Banyak juga yang bahkan bersemangat belajar cara mengendalikan pikiran orang lain.

Tampaknya Paulus juga berbicara tentang pengendalian pikiran dalam Roma 8. Kata “keinginan” dalam bagian ini diterjemahkan dari kata Yunani phronema, yang berarti cara pikir atau pikiran. Namun, Paulus tidak mendorong jemaat Roma untuk mengikuti pola pikir mereka sendiri atau orang tertentu. Menurutnya, keinginan daging atau pikiran manusia tidak dapat diandalkan (ayat 6-8). Manusia hanya bisa berkenan pada Allah ketika melakukan keinginan Roh atau pikiran Allah (ayat 5, 13). Dan hal itu berarti hanya Roh Allah sendiri yang dapat mengendalikan pikiran manusia untuk hidup seturut kehendak-Nya.

Pernahkah dua skenario berikut kita alami? Keduanya tampak serupa, tetapi tidak sama. Kita melatih diri berpikir positif dengan metode tertentu, lalu berdoa mohon Tuhan memberkati kita dalam melakukannya. Atau, kita mengakui ketidakberdayaan kita, bersyukur atas kehadiran Roh Kudus, dan mohon pengarahan-Nya. Yang pertama mengandalkan diri sendiri dan minta Tuhan mengikuti. Yang kedua menempatkan diri dalam kesiapan dipimpin oleh Roh Allah, karena percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang sungguh hidup, dan sadar bahwa hanya Dialah yang bisa menuntun kita memikirkan kehendak-Nya. Manakah yang lebih mewakili keyakinan dan sikap kita?

HIDUP DIPIMPIN OLEH ROH TUHAN BERARTI MEMPERSILAKAN DIA
MENGGANTI PIKIRAN-PIKIRAN KITA DENGAN PIKIRAN-PIKIRAN-NYA.











Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Penghakiman yang Menjatuhkan

Penghakiman yang Menjatuhkan


Penghakiman yang MenjatuhkanTerkejut karena melihat sebuah perampokan, Albert segera berlari untuk menghentikan kejadian itu. Para perampok segera berlari dan meninggalkan korbannya yang telah tergeletak berlumuran darah dengan pisau sang perampok disebelahnya. Sadar akan kritisnya kondisi korban itu, Albert segera menekan perut sang korban yang tertusuk untuk menghentikan aliran darah, seraya berteriak minta tolong.

Warga yang berdatangan datang justru segera menyeret Albert dan menghujaninya dengan pukulan. Dirinya dituduh merampok dan menusuk korban yang juga warga setempat. Albert pun diselamatkan oleh polisi yang segera mengamankannya dari amukan warga. Waktu begitu cepat terjadi, Albert ditahan dan akan segera diadili. Warga setempat menginginkan kematiannya.

Atas desakan warga, Albert dikeluarkan dari pekerjaannya. Bahkan kepala polisi pun mengikuti kemauan warga untuk tetap menahannya. Albert pun terguncang jiwanya akan fitnah dan tuduhan tersebut. Namun seorang pengacara muda yang disewa untuk membelanya hanya tersenyum dan berkata bahwa dirinya tidak perlu khawatir, sebab penghakiman yang sesungguhnya akan terjadi didalam pengadilan. Dan buka warga setempat yang akan memutuskan vonisnya.

Pengadilan pun digelar. Semua saksi hingga korban yang ternyata selamat dari kejadian itu dihadirkan. Dari seluruh keterangan yang didapat, Hakim memutuskan untuk membebaskan Albert karena dirinya tidak bersalah dan merupakan korban salah tangkap. Seluruh warga tercengang atas fakta tersebut. Satu demi satu warga terdiam dan meninggalkan pengadilan.

Banyak dari mereka tersadar bahwa keyakinan mereka bahwa Albert adalah sang pelaku adalah salah. Mereka pun mencari seorang warga yang dianggap sebagai provokator untuk meringkus Albert pada saat kejadian. Setelah ditemukan, seorang warga itupun dihadapkan pada pengadilan. Ternyata warga itulah yang menjadi perampok dan pelaku penusukan. Untuk menghilangkan jejak dirinya memprovokasi warga untuk menangkap Albert, orang yang tak lain menghentikan perampokannya.

Banyak dari kita sering terpancing untuk menghakimi orang lain secara langsung dan tanpa melihat situasi yang jelas. Menghakimi sesama secara buta justru akan menyesatkan dan mengarahkan hidup kita menuju dosa.




Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang

Kunci Gitar

Tentang Blog Ini

free web site traffic and promotion
Link Blogger Pemula Backlinks Generator GratisBelajar Bisnis Online Untuk Pemula

Entertainment Blogs
Entertainment blogs



free counters