Powered by Blogger.
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Kasih Dan Hormat

Kasih Dan Hormat

Yohanes 19 : 40
"Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat."

     Tidak menguburkan orang meninggal merupakan peristiwa tragis bagi orang Yahudi, bahkan bagi penjahat sekalipun. Dalam tradisi mereka, proses penguburan juga merupakan ungkapan kasih dari mereka yang mengasihi orang mati tersebut. Sayangnya, pada zaman Yesus, biasanya penjahat disalib, tidak layak dikuburkan. Orangpun tak akan berkabung bagi mereka.
         Ketika Yesus disalibkan seperti penjahat, Yusuf dari Arimatea tahu bahwa Yesus disalibkan bukan karena kesalahanNya. Ia lalu meminta ijin kepada Pilatus untuk menguburkan Yesus. Yusuf adalah anggota Majelis Besar yang tidak setuju dengan tindakan Majelis, dan secara diam-diam telah menjadi murid Yesus. Bersama Nikidenus, ia menurunkan mayat Yesus dan menguburkanNya di tanah miliknya, karena ia termasuk orang kaya. Maka genaplah nubuat Yesaya, " KematianNya seperti seorang penjahat, namun Ia dikubur di dalam pekuburan orang kaya." (Yesaya 53 : 9)
         Begitulah Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus mengungkapkan kasih dan penghormatan mereka kepada Yesus. Yang pertama mengurbankan tanah kuburan baru miliknya, yang kedua membawa sekitar 37 kilogram rempah untuk mengafani Yesus. Konon, hanya mayat seorang raja yang dirempahi sebanyak itu. Dari sini kita dapat menduga seberapa berarti Yesus bagi Yusuf dan Nikodemus
          Bila kita mengakui Yesus sebagai pribadi paling berarti bagi kita, bagaimana kita hendak mengungkapkan kasih dan penghormatan kepada-Nya
Doa Yang Berkuasa

Doa Yang Berkuasa


Yakobus 5:17
Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. 

Doa yang Berkuasa

Apakah doa yang penuh kuasa? Ini bukanlah doa di lubang perlindungan, yaitu berdoa hanya pada waktu krisis. Ini bukan doa setengah hati, hangat-hangat kuku, sebelum tidur. Doa yang berkuasa bergumul melawan kerajaan dan penguasa. Paulus berkata, "Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang" (I Timotius 2:1). Ini adalah doa yang berkesinambungan, doa puasa, doa dengan dengan tangisan, doa yang berpengaruh, dan doa sungguh-sungguh dari orang benar yang sangat besar kuasanya. (Lihat Yakobus 5:16)


Kekuatan dari doa yang berkuasa tampak jelas dalam laporan Yakobus mengenai Nabi Elia yang mempengaruhi cuaca dengan doanya. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan" (Yakobus 5:17). (Lihat juga I Raja Raja 17)


Doa yang berkuasa adalah Ester yang berpuasa selama tiga hari dan menyelamatkan bangsanya dengan menyebabkan musuh bangsa Yahudi dikalahkan. (lihat Ester 4:16) Itulah doa yang berkuasa!


Doa yang berkuasa adalah memiliki ketekunan untuk bertahan hingga sesuatu terjadi. Salah satu kelemahan terbesar di generasi ini adalah tidak adanya komitmen untuk jangka panjang. Seperti Anda ketahui, binatang tercepat di bumi adalah macan tutul Afrika. Kecepatannya sudah diukur, yaitu tujuh puluh mil per jam. Namun, macan tutul Afrika mempunyai satu masalah: jantungnya kecil sehingga binatang ini cepat sekali merasakan lelah.


Jika tidak berhasil menangkap mangsanya dengan cepat, si macan tutul Afrika akan segera menghentikan langkahnya. Ada orang yang menggunakan pendekatan macan tutul untuk berdoa. Mereka tidak mempunyai hati untuk berusaha dalam jangka panjang. Mereka meledak-ledak dalam doa, tetapi tidak tahan lama.


Mengapa memiliki hati macan tutul sementara Tuhan ingin Anda mempunyai hati rajawali? Yesaya 40:31 mengatakan : "Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu."


Selamat bertekun dalam doa !



Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang


Ingin Tahu Kapan Kedatangan Yesus Kristus Kedua Kali?

Ingin Tahu Kapan Kedatangan Yesus Kristus Kedua Kali?


Kisah Rasul 3 : 21
Kristus itu harus tinggal di Surga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.

Ingin Tahu Kapan Kedatangan Yesus Kristus Kedua Kali?

 Beberapa waktu ini marak orang-orang maupun media massa membicarakan mengenai hari kiamat maupun hari kedatangan Yesus Kristus. Namun sepanjang sejarah manusia, sejak Yesus Kristus atau Isa Almasih naik terangkat/terbang kembali ke Surga dan duduk di sisi atau sebelah kanan Allah yang adalah Bapa-Nya, setiap mereka yang begitu berani meramalkan hari kiamat maupun kedatangan Kristus kedua kali harus menanggung malu karena apa yang mereka ramalkan tidak terjadi.


Kebanyakan dari mereka tidak pernah mau dengar-dengaran kepada apa yang dikatakan dan diinformasikan Tuhan Yesus melalui rasul-rasul-Nya. Sebenarnya Tuhan Yesus sudah menerangkan begitu jelas kepada murid-murid-Nya maupun secara khusus kepada Rasul Paulus dan Yohanes seperti apa kronologis dan tanda-tanda menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali.


1) Setelah keruntuhan Bait Suci Israel di Yerusalem akan banyak dan terus menerus (generasi ke generasi) ada orang yang mengaku dirinya Nabi dan Juruselamat sehingga menyesatkan banyak orang. (Matius 24:2-5)


2) Setelah keruntuhan Bait Suci pada tahun 70 Masehi tersebut akan banyak dan terus menerus (abad demi abad) terjadi peperangan yang belum pernah terjadi dari zaman Adam hingga Tuhan Yesus, karena di dalam pernyataan Yesus ada kalimat "deru perang dan mendengar kaba-kabar tentang perang", yang mana kedua kalimat tersebut mengindikasikan suatu revolusi industri, persenjataan dan telekomunikasi. (Matius 24:6-7)


3) Setelah keruntuhan Bait Suci tersebut juga harus terjadi banyak gempa bumi dan kelaparan pada setiap daerah, bangsa dan kota dimana hal itu belum pernah terjadi sebelumnya.(ayat 7)


4) Karena banyaknya kesusahan dari perang, kelaparan dan gempa bumi; Dan karena banyaknya orang yang menyesatkan dan disesatkan maka kebanyakan orang menjadi murtad dan kasih mereka menjadi dingin. (Matius 24:10-12)


5) Seiring dengan banyaknya nabi palsu dan penyesatan serta banyaknya penderitaan dan aniaya terhadap murid-murid Tuhan Yesus, maka Injil diberitakan kepada semua bangsa di seluruh bumi. Itulah yang dimaksudkan Rasul Petrus bahwa akan ada pemulihan terhadap segala sesuatu seiring dengan bertambahnya kedurhakan, kenajisan, penyesatan dan kejahatan. (Matius 24:9-14; Kisah Rasul 3 : 21)


Jadi puncak cerita manusia di bumi adalah saat kejahatan, penyesatan, dan kenajisan semakin bertambah namun gereja TUHAN pun semakin suci, kudus, benar dan hidup seperti Kristus yang mengasihi, saling melayani dan memberitakan Injil kepada semua bangsa, sekalipun harus mengalami aniaya dan kesukaran yang besar.


Dan bila sampai pada puncaknya tersebut maka tidak diperlukan lagi ilmu tafsir maupun ramalan karena sebagai orang yang berjaga-jaga dan sebagai terang dunia, kita tahu bahwa kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat amat dekat.

Jadi kapan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali akan terjadi? Saat seluruh gereja Tuhan dan segala sesuatu mengalami pemulihan; Dan ketika Injil berhasil diberitakan kepada semua bangsa di seluruh bumi.


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Tuhan, Sang Perancang Hidup Indah

Tuhan, Sang Perancang Hidup Indah


"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11)



Tuhan menciptakan Anda dengan suatu tujuan. Ketika Anda tidak tahu mengapa sesuatu dibuat, Anda dapat dengan mudah menyalahgunakannya. Jangan tanya kepada ciptaan apa tujuannya; tanyakan penciptaNya.

Ada dari Anda yang mungkin berpikir, Anda tidak tahu dari mana saya berasal, apa saja yang sudah saya perbuat. Anda tidak kenal orang tua saya. Saya berasal dari latar belakang yang tidak baik. Itu tidak jadi soal bagi Tuhan.

Inilah yang perlu Anda mengerti: "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa" (Yeremia 1:5).

Anda tidak berasal dari suatu latar belakang, juga tidak berasal dari orang tua Anda. Anda mungkin datang melalui mereka, tetapi Anda tidak berasal dari mereka. Anda berasal dari Tuhan. Tugas Anda tidak boleh dikacaukan dengan keadaan Anda.

Efesus 2:10 mengingatkan kita, "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan yang baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." Ketika Anda diciptakan, Tuhan sudah menetapkan Anda untuk suatu rencana, dan Ia memberi Anda kekuatan untuk menyelesaikannya. Rencana musuh adalah mengeluarkan kita dari rencana ilahi itu, keluar dari kehendak Tuhan.

Semua rencana ada awalnya. Takdir dicapai dengan kepekaan untuk mengerti saat peralihan itu ketika Tuhan mengirim kepada Anda peta jalan-Nya menuju tujuan Anda.

Beberapa tahun lalu, ketika saya baru lulus dari sebuah perguruan tinggi saya dihadapkan dengan sebuah pilihan yang sulit untuk memilih tempat kerja bagi diri saya pribadi. Ada cukup banyak opsi saat itu. Namun tidak ada satu pun pekerjaan yang saya ambil. Orang tua dan saudara-saudara saya sering menyalahkan saya mengapa tidak memilih satu dari pekerjaan itu. Jika sudah begitu, saya disitu memberikan jawaban kepada mereka, "kalau belum sreg di hati bagaimana".

Hingga tibalah pertengahan januari di tahun berikutnya, saya ditelepon oleh salah satu staff HRD sebuah perusahaan. Dia menyuruh saya untuk datang ke kantornya untuk diwawancarai sekaligus diuji. Singkat cerita, saya pun datang, mengikuti ujian itu, lulus, dan saya menerima tawaran kontrak yang diberikan oleh kantor saya tersebut.

Menariknya dari pengalaman saya ini, semua yang saya harapkan dan doakan kepada Tuhan sebelum masuk ke dalam dunia kerja, seluruhnya ketika itu dijawab Tuhan lebih.

Tuhan benar-benar mempunyai rancangan yang indah bagi hidup setiap Anda. Berdoalah untuk wawasan istimewa ke dalam rancangan-Nya untuk Anda. Anda akan menemukan bahwa "apa yang tidak tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan apa yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua …. disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" (I Korintus 2:9).


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
4 Rahasia Keberanian Orang-Orang Kudus Sepanjang Masa

4 Rahasia Keberanian Orang-Orang Kudus Sepanjang Masa


2 Korintus 11 : 27

Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

4 Rahasia Keberanian Orang-Orang Kudus Sepanjang Masa


Kita akan bertanya-tanya kenapa ada orang yang berani meninggalkan kenyamanan hidup diperkotaan dan berani untuk tinggal dan hidup di suatu daerah yang jauh dari kenyamanan dan modernisasi; Atau kenapa ada orang yang begitu rela habis-habisan baik materi maupun pemikiran untuk suatu proyek yang tidak menghasilkan uang.

Contoh yang cukup menginspirasi adalah seorang yang bernama Paul McClendon yang berani meninggalkan kenyamanan hidup dengan rumah yang besar, kepopuleran dan kekayaan yang ia bisa dapatkan setelah menemukan alat komunikasi canggih  pada tahun 1969.

Paul McClendon adalah salah satu orang yang nekad dan berani meninggalkan kenyamanan hidup. Tahukah Anda bahwa dari sejak Nuh hingga zaman ini ada jutaan orang yang melakukan tindakan seperti itu.



Kira-kira apa rahasia yang membuat mereka senekad itu?



1) Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa mereka berani bergerak keluar dari kenyamanan hidup bahkan hingga berkorban karena mereka telah bertemu dengan TUHAN dan memperoleh iman (Ibrani 11:2, 7, 8, 39; Ibrani 11:24-27)

2) Mereka bukan sekedar nekad melainkan memiliki pengharapan dan kerinduan yang lebih baik yaitu Mahkota dan Tanah Air Surgawi (Ibrani 11:13-16; II Timotius 4:8)

3) Mereka merasa senang dan bangga bila bisa membawa dan memuridkan beberapa atau banyak orang bagi Tuhan Yesus (I Tesalonika 2:19)

4) Mereka juga senang dan bangga bila mereka bisa sama seperti Tuhan dan Guru mereka yang telah berkorban dan menyerahkan nyawa bagi hidup mereka. (Kisah Para Rasul 5:41)


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang

Menunggu Keajaiban atau Melakukan Keajaiban?

Menunggu Keajaiban atau Melakukan Keajaiban?


Menunggu Keajaiban atau Melakukan Keajaiban?
Markus 9 : 23 b

“Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Salah satu hal yang membedakan seseorang berkenan di mata TUHAN atau tidak adalah sikap hati dan keputusannya dalam menghadapi masalah dan tantangan kehidupan.

Tahukah apa reaksi dan keputusan kebanyakan orang ketika menghadapi masalah dan hambatan?

1) Mencari kesalahan orang lain dan keadaan supaya kesalahannya sendiri tidak terusik namun orang demikian tidak mempunyai jalan keluar atau tidak memiliki/melakukan penyelesaian masalah

2) Berusaha menyenangkan orang banyak, menghindari konflik dan melakukan apa pun dengan motivasi supaya aman, tapi tetap tidak ada penyelesaian masalah

3) Menerima nasib karena menyerah kalah dengan keadaan, bahkan kompromi dan tidak berusaha berubah

4) Menunggu keajaiban dari TUHAN, atau berharap keberuntungan dan pertolongan super yang tidak masuk akal

Kita sepakat kalau ketiga reaksi (poin satu s/d tiga) di atas tidak baik dan tidak sesuai dengan iman kekristenan. Namun banyak orang yang merasa bahwa reaksi dan sikap yang keempatlah yang baik dan benar dengan dalih bahwa TUHANlah sumber jawaban dan Sang Pembuat Keajaiban.

Memang tidak disangkali kalau TUHAN pencipta langit dan bumi bisa mengadakan mujizat dan keajaiban melebihi dari para pesulap maupun ahli-ahli sihir. Tapi tahukah Anda kalau TUHAN juga sangat menginginkan kejaiban dan mujizat dari manusia.

Itu artinya sikap hati seseorang yang menunggu keajaiban belum tentu sesuai dengan kehendak TUHAN. Karena bisa saja TUHAN justru yang menunggu kita untuk bertindak atau melangkahkan kaki supaya menyelesaikan masalah tersebut. Bisa saja TUHAN menghendaki supaya kita peka pada suara TUHAN lalu berinisiatif dan pro-aktif melakukan keajaiban.

Seperti ayat di atas, kali ini Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi TUHAN melainkan tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.

Kira-kira apa yang menjadi perspektif orang percaya sehingga tidak ada yang mustahil bagi mereka?

1) Orang yang percaya memiliki pewahyuan dan pemahaman bahwa dirinya adalah alat TUHAN yang bisa memberikan jawaban dan jalan keluar bagi orang lain.

2) Orang yang percaya begitu yakin kalau TUHAN ada di dalam dirinya. Bila ada TUHAN di dalam diri seseorang maka ada antusias atau semangat yang tinggi sekalipun ada hambatan dan masalah besar. Bila ada antusias maka akan lahir ide/gagasan/hikmat yang cemerlang dan menjadi jawaban.

3) Orang percaya begitu yakin bahwa potensi yang TUHAN berikan di dalam dirinya bukanlah suatu kebetulan dan sekali pun potensi itu kecil bukan berarti tidak bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

4) Orang percaya sadar kalau TUHAN pasti buka jalan ketika ia bertindak memaksimalkan potensi yang ada padanya. Dan ia juga yakin kalau TUHAN pasti memberkati tindakannya ketika ia mulai mempraktekkan gagasan atau hikmat yang ia peroleh.

5) Orang percaya tahu dan yakin bahwa perkataan dan prinsip-prinsip yang Alkitab ajarkan itu benar 100%. Seperti prinsip mengampuni, memberi, melayani, rendah hati, jujur, bersukacita, dan hidup dalam kemerdekaan.

Jika Anda sedang menghayati dan menyetujui kelima perspektif (sudut pandang/cara berfikir) di atas maka Anda termasuk orang-orang yang bisa melakukan keajaiban karena tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya.


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Bakat Vs Panggilan

Bakat Vs Panggilan


Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." (Matius 4:19)

Bakat vs Panggilan

Panggilan adalah satu kata yang tidak asing lagi di telinga setiap kita. Namun sadar atau tidak, banyak dari orang-orang percaya di dunia ini yang sebenarnya kurang tepat memahami apa itu panggilan.

Banyak kita yang meyakini bahwa panggilan itu selalu berkenaan "Allah bawa saya ke tempat ini" atau "Allah meminta saya untuk….", namun benarkah pengertian seperti ini?

Ketika Yesus berpaling kepada murid-muridNya dan berkata "Ikutlah Aku," Dia memberikan ruang gerak yang cukup besar bagi para murid-Nya untuk mewujudkannya menjadi suatu panggilan. Masing-masing murid-Nya menggunakan pengalaman hidup, karunia, dan gairah uniknya sendiri untuk menjawab panggilan Yesus.

Larry Julian, penulis buku God is My Coach, mengutip Dr Os Guinness – penulis The Call, menyatakan bahwa gambaran panggilan adalah sebagai berikut : "Pertama dan terutama, kita dipanggil kepada seseorang (Allah), bukan kepada sesuatu (seperti peran sebagai ibu, politik, atau mengajar) atau entah ke mana (seperti kota bagian dalam atau Mongolia bagian utara).

Dalam definisi Dr Guinness, tulis Larry, panggilan Anda mencakup keseluruhan kehidupan Anda dan bukan sekedar sebuah tempat atau sebuah profesi. Panggilan Anda bukanlah melakukan berbagai hal bagi Allah dan pergi ke sana ke mari untuk Dia, tetapi menjalani kehidupan Anda lewat rangkaian unik keadaan, pengalaman, dan bakat yang telah Allah berikan kepada Anda.

Di lain pihak, bakat unik Anda hanyalah bagaimana Allah merancang Anda. Itu adalah cara Anda paling alami dibangun untuk menanggapi tantangan maupun peluang dalam kehidupan. Intinya, bakat unik Anda memberi Anda petunjuk penting tentang panggilan Allah atas kehidupan Anda dan motivasi serta kemampuan Anda untuk menanggapinya.


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
 Ester, Sang Pahlawan  Ester, Sang Pahlawan

Ester, Sang Pahlawan Ester, Sang Pahlawan


"Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati." (Ester 4:16b)

Ester, Sang Pahlawan

Bahan Rujukan Pengajaran : Ester 2-7

Ester adalah sosok yang selalu menarik untuk dipelajari. Selain karena dia merupakan sedikit dari tokoh wanita besar yang namanya tertulis di Alkitab, Ester memiliki sikap yang perlu kita teladani.

Ketika Ester menjadi Ratu menggantikan Ratu Wasti, keadaan bangsa Israel yang berada di wilayah kekuasaan Raja Ahasyweros sedang dalam bahaya besar. Mereka terancam akan dibantai oleh Haman bin Hamedata, orang Agag.

Ester yang saat itu berada di dalam lingkaran inti/dalam kekuasaan Raja Ahasyweros pada awalnya tidaklah mengetahui rencana jahat Haman. Namun, berkat informasi yang disampaikan Mordekhai, ia menjadi tahu agenda yang sedang disusun oleh bawahan sang raja itu. Ester kemudian bertindak.

Ia mengambil puasa tiga hari lamanya dan begitu pun ia juga meminta bangsa yahudi yang terdapat di Susan untuk melakukan hal yang dengan dirinya. Tidak hanya itu saja, Ester berinisiatif menghadap raja, suatu hal yang tidak diperkenankan undang-undang kerajaan saat itu. Dengan keberanian yang ia kumpulkan dan kesiapan untuk dihukum mati, ia mendatangi raja dan mengadukan Haman kepada sang raja.

Singkat kisah, Alkitab mencatat Haman digantung dan bangsa Yahudi di Susan dan sekitarnya lolos dari malapetaka. Meski tidak dituliskan di Alkitab, tetapi kita mengetahui bahwa Ester sangat pantas menerima sebuah gelar terhormat yakni pahlawan bangsa Israel.

Berikut beberapa hal yang bisa kita pelajari dari Ester dan peristiwa yang ikut melatarbelakanginya:

1) Ester adalah seorang yang mengandalkan Tuhan. Meski ia menyadari dirinya cantik dan dapat memikat hati sang raja, tetapi Ester tidak mengandalkan kelebihannya itu. Ia tetap percaya bahwa oleh karena Tuhanlah bangsanya dapat selamat.

Sehebat atau sepintar apapun kita, semua itu sia-sia jika tidak ada Tuhan bersama kita. Hanya Dialah yang mampu membawa kita kepada kemenangan maupun keberhasilan di dalam dunia ini.      

2) Ester siap mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan bangsa Israel. Meski ia bukanlah prajurit yang biasa berhadapan satu lawan satu dengan musuh-musuhnya, tetapi ia mau merelakan dirinya demi keselamatan bangsanya, Yahudi.

Seorang dapat dikatakan pahlawan ketika ia dengan kerelaan hati mau memberikan nyawa bagi kehidupan orang lain, terlebih lagi orang-orang sebangsanya.

3) Ester berani bertindak. Begitu mendengar pemaparan Mordekhai, ia tidak berdiam diri. Ia bergerak dan bertindak melakukan misi penyelamatan bangsanya. Walaupun ia tahu bakal menghadapi kematian, tetapi itu tidak menghentikan langkahnya. Ia tetap maju untuk menemui raja.

Seorang pahlawan adalah seorang yang berani mengambil tindakan. Meski keberanian yang ia tampilkan mungkin akan berakibat buruk kepadanya, tetapi ia tetap melangkah demi satu tujuan dan berjuang agar tujuannya tercapai.

Setiap Anda dapat menjadi pahlawan. Dengan apa yang ada pada diri Anda, itu sudah cukup untuk memberi sumbangsih kepada bangsa ini. Menariknya lagi, Tuhan pun hanya membutuhkan kemauan dan talenta Anda untuk menjadi alat kemuliaan-Nya di bumi.


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang

Kunci Gitar

Tentang Blog Ini

free web site traffic and promotion
Link Blogger Pemula Backlinks Generator GratisBelajar Bisnis Online Untuk Pemula

Entertainment Blogs
Entertainment blogs



free counters