Powered by Blogger.
Showing posts with label Informasi Unik. Show all posts
Showing posts with label Informasi Unik. Show all posts
Batak, Kelompok Israel Yang Hilang ?

Batak, Kelompok Israel Yang Hilang ?

Bangsa Israel kuno terdiri dari 12 suku. Setelah raja Salomo wafat, negara Israel pecah menjadi dua bagian. Bagian Selatan terdiri dari dua suku yaitu Yehuda dan Benjamin yang kemudian dikenal dengan nama Yahudi. Kerajaan ini disebut Juda, ibukotanya Yerusalem, dan daerahnya dinamai Yudea.

Bagian Utara terdiri dari 10 suku, disebut sebagai orang Samaria. Dalam perjalanan sejarah, kedua belas suku tsb kehilangan identitas kesukuan mereka.

Kerajaan Samaria tidak lama bertahan sebagai sebuah negara dan hilang dari sejarah. Konon ketika penaklukan bangsa Assyria, banyak orang Samaria yang ditawan dan dibawa ke sebelah selatan laut Hitam sebagai budak. Sebahagian lari meninggalkan negaranya untuk menghindari perbudakan.
Sementara itu Kerajaan Juda tetap exist hingga kedatangan bangsa Romawi.

Setelah pemusnahan Yerusalem pada tahun 0070 oleh bala tentara Romawi yang dipimpin oleh jenderal Titus, orang-orang Juda pun banyak yang meninggalkan negerinya dan menetap di negara lain, terserak diseluruh dunia.
Jauh sebelum itu, ketika masa pembuangan ke Babilon berakhir dan orang2 Israel diijinkan kembali ke negerinya, ada kelompok-kelompok kecil yang memilih tidak pulang tetapi meneruskan petualangan kearah Timur.

Demikian juga dengan mereka yang diperbudak di selatan laut Hitam, setelah masa pebudakan selesai, tidak diketahui kemana mereka pergi melanjutkan hidup.

Dengan demikian banyak diantara bangsa Israel kuno kemudian kehilangan identitas mereka sebagai orang Yahudi.

Ada sekelompok penduduk di daerah Tiongkok barat, diterima sebagai puak Cina, tetapi secara umum profil wajah mereka agak berbeda dengan penduduk Cina pada umumnya. Perawakan mereka lebih besar, hidung agak mancung, namun berkulit kuning dan bermata sipit. Mereka menyembah Allah yang bernama Yahwe. Sangat mungkin mereka adalah keturunan Yahudi yang sudah kawin mawin dengan penduduk lokal sehingga kulit dan mata menjadi seperti penduduk asli.

Saya percaya banyak diantara para pembaca yang mengetahui bahwa di negeri Israel ada sekelompok kecil orang Israel yang berkulit hitam. Mereka adalah suku Falasha, yang sebelum berimigrasi ke Israel hidup di Etiopia selama ratusan generasi. Fisik mereka persis seperti Negro dengan segala spesifikasinya yaitu kulit hitam legam, bibir tebal, rambut keriting habis, dll.

Mereka mengklaim diri mereka sebagai keturunan Yahudi, dan dengan bukti-bukti yang dimiliki, mereka mampu memenuhi seluruh kriteria yang dituntut oleh Pemerintah Israel yang merupakan syarat mutlak supaya diakui sebagai Yahudi perantauan. Setelah memperoleh pengakuan sebagai keturunan Yahudi, sebahagian dari mereka kembali ke Tanah Perjanjian sekitar 15 tahun lalu dengan transportasi yang disediakan oleh Pemerintah Israel. Itulah sebabnya mengapa ada Israel hitam.

Mereka menjadi seperti orang Negro karena intermarriage dengan perempuan-perempuan lokal sejak kakek moyang mereka pergi ke Ethiopia.

Kita tahu bahwa bahwa Ethiopia adalah salah satu negara yang penduduknya mayoritas Kristen yang paling tua didunia. Ingat sida-sida yang dibaptis oleh Filipus dalam Kisah 8:26-40. Bahkan sebelum era Kekristenan pun sudah ada penganut Yudaisme disana.

Walaupun banyak yang kembali, sebahagian lagi tetap memilih menetap di negeri itu, dan merekalah yang menjaga dan memelihara Tabut Perjanjian yang konon ada disana.

Apakah ada diantara para pembaca yang pernah mendengar selentingan bahwa etnik Batak, adalah juga keturunan bangsa Israel kuno? Mungkin saja tidak, karena orang-orang Batak sendiri banyak yang tidak mengetahuinya, kecuali segelintir yang memberikan perhatian terhadap hal ini.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang anthropolog dan juga pendeta dari Belanda, profesor Van Berben, dan diperkuat oleh prof Ihromi, guru besar di UI (Universitas Indonesia), bahwa tradisi etnik Tapanuli (Toba) yang menjadi cikal bakal dari 4 sub etnik Batak (Karo, Simalungun, Pakpak, Mandailing) sangat mirip dengan tradisi bangsa Israel kuno.

Pendapat itu didasarkan atas alasan yang kuat setelah membandingkan tradisi orang Tapanuli dengan catatan-catatan tradisi Israel dalam Alkitab yang terdapat pada sebahagian besar kitab Perjanjian Lama, dan juga dengan catatan-catatan sejarah budaya lainnya diluar Alkitab.

Beberapa peneliti dari etnis Tapanuli juga yakin bahwa Batak adalah keturunan Israel yang sudah lama terpisah dari induk bangsanya, tapi karena intermarriage dengan penduduk lokal ditempat mana mereka bermukim membuat orang Batak secara fisik menjadi seperti orang Melayu.

Seorang Batak Tapanuli, yang sudah lebih dari 20 tahun tinggal di Israel dan menjadi warga negara, berusaha mengumpulkan data-data untuk pembuktian. Setelah merasa sudah cukup, dia mengajukannya ke pemerintah Israel yang waktu itu masih dipimpin oleh PM Yitzak Rabin (?).

Tetapi tenyata data tsb belum bisa memenuhi seluruh kriteria. Pemerintah Israel kemudian meminta agar kekurangannya dicari hingga dapat mencapai 100 persen supaya pengakuan atas etnis Batak sebagai orang Israel diperantauan dapat diberi.

Konon kekurangan itu terutama terletak pada silsilah yang banyak missing links-nya, dan menelusuri silsilah itu agar sempurna sama sulitnya dengan menyelam ke perut bumi.

Jika saudara pergi Taman Mini Indonesia di Jakarta dan singgah di rumah tradisi Toba (Tapanuli), disana akan ditemukan silsilah tsb.

Peneliti berharap suatu waktu pada masa depan, Pemerintah Israel bisa saja mengubah kriterianya dengan menjadi lebih lunak dan etnik Batak diterima sebagai bahagian yang terpisah dari mereka.

Setelah mendengar selentingan itu, saya benar-benar menaruh minat untuk menyelidiki sejauh mana budaya suku Batak dapat memberi bukti similaritasnya dengan tradisi Israel kuno. Alkitab adalah buku yang prominent dan sangat layak serta absah sebagai kitab pedoman untuk mencari data budaya Israel kuno yang menyatu dengan unsur sejarah dan spiritual.

Beberapa diantara kesamaan tradisi Batak (Toba) dengan tradisi Israel kuno adalah sbb.

1). Pemeliharaan silsilah.
Semua orang Tapanuli, terutama laki-laki, dituntut harus mengetahui garis silsilahnya. Demikian pentingnya silsilah, sehingga siapa yang tidak mengetahui garis keturunan kakek moyangnya hingga pada dirinya dianggap na lilu - tidak tahu asal-usul - yang merupakan cacat kepribadian yang besar.

Bangsa Israel kuno juga memandang silsilah sebagai sesuatu yang sangat penting. Alkitab, sejak Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru sangat banyak memuat silsilah, terutama silsilah dari mereka yang menjadi figur penting, termasuk silsilah Yesus Kristus yang ditelusuri dari pihak ibuNya (Maria) dan pihak bapak angkatNya (Yusuf).

2). Perkawinan yang ber-pariban.
Ada perkawinan antar sepupu yang diijinkan oleh masyarakat Batak, tapi tidak sembarang hubungan sepupu. Hubungan sepupu yang diijinkan untuk suami-istri hanya satu bentuk, disebut marpariban. Cukup report menerangkan hal ini dalam bahasa Indonesia karena bahasa ini tidak cukup kaya mengakomodasi sebutan hubungan perkerabatan dalam bahasa Batak.

Yang menjadi pariban bagi laki-laki ialah boru ni tulang atau anak perempuan dari saudara laki-laki ibu. Sedangkan yang menjadi pariban bagi seorang gadis ialah anak ni namboru atau anak laki-laki dari saudara perempuan bapa.

Hanya hubungan sepupu yang seperti itu yang boleh menjadi suami-isteri. Karena suku Batak penganut patriarch yang murni, ini adalah perkawinan ulang dari kedua belah pihak yang sebelumnya sudah terjalin dengan perkawinan.

Mari kita bandingkan dengan Alkitab. Pada kitab Kejadian, Yakub menikah dengan paribannya, anak perempuan Laban yaitu Lea dan Rahel. Laban adalah tulang dari Yakub. (Saudara laki-laki dari Ribka, ibu dari Yakub). Didunia ini sepanjang yang diketahui hanya orang Israel kuno dan orang Batak yang sekarang memegang tradisi hubungan perkawinan seperti itu.

3). Pola alam semesta.
Orang Batak membagi tiga besar pola alam semesta, yaitu banua ginjang (alam sorgawi), banua tonga (alam dimensi kita), dan banua toru (alam maut).
Bangsa Israel kuno juga membagi alam dengan pola yang sama.

4). Kredibilitas.
Sebelum terkontaminasi dengan racun-racun pikiran jaman modern, setiap orang Batak, terutama orang tua, cukup menitipkan sebuah tempat sirih (salapa atau gajut), ataupun sehelai ulos, sebatang tongkat, atau apa yang ada pada dirinya sebagai surat jaminan hutang pada pihak yang mempiutangkan, ataupun jaminan janji pada orang yang diberi janji.

Walaupun nilai ekonomis barang jaminan bisa saja sangat rendah tetapi barang tsb adalah manifestasi dari martabat penitip, dan harus menebusnya suatu hari dengan merelealisasikan pembayaran hutang ataupun janjinya.

Budaya Israel kuno juga demikian. Lihat saja Yehuda yang menitipkan tongkat kepada Tamar sebagai jaminan janji (Kej. 38).

5). Hierarki dalam pertalian semarga.
Dalam budaya Batak, jika seorang perempuan menjadi janda, maka laki-laki yang paling pantas untuk menikahinya ialah dari garis keturunan terdekat dari mendiang suaminya. Ini dimaksudkan agar keturunan perempuan tsb dari suami yang pertama tetap linear dengan garis keturunan dari suami yang kedua.
Misalnya, seorang janda dari Simanjuntak sepatutnya menikah lagi adik laki-laki mendiang (bandingkan dengan Rut 1:11).

Jika tidak ada adik laki-laki kandung, sebaiknya menikah dengan saudara sepupu pertama dari mendiang yang dalam garis silsilah tergolong adik. Jika tidak ada sepupu pertama, dicari lagi sepupu kedua. Demikian seterusnya urut-urutannya.

Hal semacam ini diringkaskan dalam ungkapan orang Batak :
“Mardakka do salohot, marnata do na sumolhot. Marbona do sakkalan, marnampuna do ugasan”.
Dalam tradisi Israel kuno, kita dapat membaca kisah janda Rut dan Boas. Boas masih satu marga dengan mendiang suami Rut, Kilyon. Boas ingin menikahi Rut, tapi ditinjau dari kedekatannya menurut garis silsilah, Boas bukan pihak yang paling berhak. Oleh sebab itu dia mengumpulkan semua kerabat yang paling dekat dari mendiang suami Rut, dan mengutarakan maksudnya. Dia akan mengurungkan niatnya jika ada salah satu diantara mereka yang mau menggunakan hak adat-nya, mulai dari pihak yang paling dekat hubungan keluarganya hingga yang paling jauh sebelum tiba pada urutan Boas sendiri.
Ya, mardakka do salohot, marnata do na sumolhot. (Baca kitab Rut).

6). Vulgarisme.
Setiap orang dapat marah. Tetapi caci maki dalam kemarahan berbeda-beda pada tiap-tiap etnik. Orang Amerika terkenal dengan serapah: son of a bitch, bastard, idiot, dll yang tidak patut disebut disini. Suku-suku di Indonesia ini umumnya mengeluarkan makian dengan serapah : anjing, babi, sapi, kurang ajar, dll.
Pada suku Batak makian seperti itu juga ada, tetapi ada satu yang spesifik. Dalam sumpah serapahnya seorang Batak tak jarang memungut sehelai daun, atau ranting kecil, atau apa saja yang dapat diremuk dengan mudah. Maka sambil merobek daun atau mematahkan ranting yang dipungut/dicabik dari pohon dia mengeluarkan sumpah serapahnya:, ,Sai diripashon Debata ma au songon on molo so hudege, hubasbas, huripashon ho annon !!!”. Terjemahannya kira-kira begini:,,Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku kalau kamu tidak kuinjak, kulibas, kuhabisi !!!”.

Robeknya daun atau patahnya ranting dimaksudkan sebagai simbol kehancuran seterunya.
Orang-orang Israel kuno juga sangat terbiasa dengan sumpah serapah yang melibatkan Tuhan didalamnya. Vulgarisme seperti ini terdapat banyak dalam kitab Perjanjian Lama, diantaranya serapah Daud pada Nabal. (1 Sam. 25, perhatikan ayat 22 yang persis sama dengan sumpah serapah orang Batak).

7). Nuh dan bukit Ararat.
Ada beberapa etnik didunia ini yang mempunyai kisah banjir besar yang mirip dengan air bah dijaman Nuh. Tiap etnik berbeda alur ceritanya tetapi polanya serupa. Etnik Tapanuli juga punya kisah tentang air bah, tentu saja formatnya berbeda dengan kisah Alkitab. Apabila orang-orang yang sudah uzur ditanya tentang asal-usul suku Batak, mereka akan menceritakan mitos turun temurun yang mengisahkan kakek moyang orang Batak diyakini mapultak sian bulu di puncak bukit Pusuk Buhit.

Pusuk Buhit adalah sebuah gunung tunggal yang tertinggi di Tapanuli Utara, dipinggiran danau Toba. Pusuk Buhit sendiri artinya adalah puncak gunung.

Pusuk Buhit tidak ditumbuhi pohon, jelasnya tidak ada bambu disana. Yang ada hanya tumbuhan perdu, ilalang, dan rumput gunung. Bambu – dari mana kakek moyang keluar – menurut nalar mendarat di puncak gunung itu dan mereka keluar dari dalamnya setelah bambunya meledak hancur.

Mengapa ada bambu pada puncak Pusuk Buhit yang tandus dan terjal? Tentu saja karena genangan air yang mengapungkannya, yang tak lain adalah banjir besar.

Dapat dipahami mengapa jalan cerita menjadi seperti itu, karena setelah ribuan tahun terpisah dari induk bangsanya, narasi jadi berbeda. Bahtera Nuh berubah menjadi sebentuk perahu bambu berbentuk pipa yang kedua ujungnya ditutup, dan Bukit Ararat berubah menjadi Pusuk Buhit.

. Eksumasi (Pemindahan tulang belulang).
Jika Pemerintah mengubah fungsi lahan pekuburan, wajar jika tulang-belulang para almarhum/ah dipindahkan oleh pihak keluarga yang terkait. Alasan ini sangat praktis.

Bagi orang Tapanuli, penggalian tulang belulang (eksumasi) dari kerabat yang masih satu dalam garis silsilah dan dikuburkan didaerah lain adalah praktek yang sangat umum hingga sekarang. Sering alasannya hanya untuk kepuasan batin belaka walaupun biayanya sangat mahal karena termasuk dalam kategori perhelatan besar.

Pada bangsa Israel kuno hal semacam adalah kebiasaan umum. Sejarah sekuler menuturkan bahwa tulang belulang Yusuf dibawa dari Mesir ketika bangsa ini keluar dari sana. Juga dalam kitab lain dalam Perjanjian Lama, sekelompok masyarakat berniat memindahkan tulang belulang dari satu pekuburan (walaupun kemudian dihalangi oleh seorang nabi).

9). Peratap.
Adalah wajar bagi jika satu keluarga menangis disekeliling anggota keluarga / kerabat yang meninggal dan terbujur kaku. Mereka menangisi si mati, dan seseorang meratapinya. Meratap berbeda dengan menangis. Meratap dalam bahasa Tapanuli disebut mangandung. Mangandung ialah menangis sambil melantunkan bait-bait syair kematian dan syair kesedihan hati.

Karena sepenuhnya terikat dengan komponen syair-sayir maka mangandung adalah satu bentuk seni yang menuntut keahlian. Untuk memperoleh kepiawaian harus belajar. Bahasa yang digunakan sangat klasik, bukan bahasa sehari-hari.

Setiap orang-tua yang pintar mangandung akan mendapat pujian dan sering diharapkan kehadirannya pada setiap ada kematian.

Di desa-desa, terutama di daerah leluhur - Tapanuli - tidak mengherankan kalau seseorang orang yang tidak ada hubungan keluarga dengan orang yang meninggal, bahkan tidak dikenal oleh masyarakat setempat, namun turut mangandung disisi mayat. Masyarakat mendukung hal seperti itu. Kata-kata yang dilantukan dalam irama tangisan sangat menyentuh kalbu.

Tak jarang pihak keluarga dari si mati memberi pasinapuran (ang pao) kalau si peratap tersebut pintar, sekedar menunjukkan rasa terima kasih.

Peratap-peratap dari luar ini sebenarnya tidak menangisi kepergian si mati yang tidak dikenalnya itu. Alasannya untuk turut meratap adalah semata-mata mengeluarkan kesedihan akibat kematian keluarga dekatnya sendiri pada waktu yang lalu, dan juga yang lebih spesifik yaitu mengekspresikan seni mangandung itu.
Ini sangat jelas dari ungkapan pertama sebelum melanjutkan andung-andungnya :,,Da disungguli ho ma sidangolonhi tu sibokka nahinan” Sibokka nahinan adalah anggota keluarga sipangandung yang sudah meninggal sebelumnya. Selanjutnya dia akan lebih banyak berkisah tentang mendiang familinya itu.
Bagamana dengan bangsa Israel?

Dari sejarah diketahui bahwa ketika Yusuf (perdana menteri Mesir) meninggal, sanak keluarganya membayar para peratap untuk mangandung. Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berkali-kali mencatat kata-kata ratapan, meratap, peratap.

Kitab Ratapan yang ditulis oleh raja Salomo, dalam praktek Israel kuno adalah syair-syair yang dilantunkan sambil mangandung, kendati bukan pada acara kematian.

10). Hierarki pada tubuh.
Dalam budaya Batak, kepala adalah anggota tubuh yang paling tinggi martabatnya. Menyentuh kepala seseorang dengan tidak disertai permintaan maaf yang sungguh-sungguh, bisa berakibat parah. Sebaliknya anggota tubuh yang paling rendah derajatnya ialah telapak kaki. Adalah penghinaan besar jika seseorang berkata kepada seseorang lain:,,Ditoru ni palak ni pathon do ho = Kau ada dibawah telapak kakiku ini”, sambil mengangkat kaki memperlihatkan telapak kakinya pada seteru. Penghinaan seperti ini hanya dilontarkan oleh seseorang yang amarahnya sudah memuncak dan sudah siap berkelahi.
Pada zaman dulu, dalam setiap pertemuan, telapak kaki selalu diusahakan tidak nampak ketika duduk bersila.

Pada bangsa2 Semitik tertentu di Timur Tengah, tradisi semacam ini masih tetap dijaga hingga sekarang karena memperlihatkan telapak kaki pada orang lain adalah pelanggaran etika yang berat, karena telapak kaki tetap dianggap anggota tubuh yang paling hina derajatnya.

11). Tangan kanan dan sisi kanan.
Dalam budaya Tapanuli, sisi kanan dan tangan kanan berbeda tingkat kehormatannya dengan sisi kiri dan tangan kiri.

Jangan sekali-kali berinteraksi dengan orang lain melalui tangan kiri jika tidak karena terpaksa. Itupun harus disertai ucapan maaf. Dalam Alkitab banyak tercatat aktivitas sisi ‘kanan’ yang melambangkan penghormatan atau kehormatan.

Yusuf sang perdana menteri Mesir memprotes ayahnya Yakub yang menyilangkan tangannya ketika memberkati Manasye dan Efraim (baca Kejadian 48).

Rasul Paulus dalam salah satu suratnya menyiratkan hierarki anggota tubuh ini.
Juga baca Pengkhotbah 10:2, Mzm 16:8, Mat 25:33, 26:64 Mrk 14:62, Kis 7:55-56, 1Pet 3:22, dll.

12). Anak sulung.
Dalam hierarki keluarga, posisi tertinggi diantara seluruh keturunan bapak/ibu ialah anak sulung. Ia selalu dikedepankan dalam memecahkan berbagai masalah, juga sebagai panutan bagi semua adik-adiknya. Jika ayah (sudah) meninggal, maka anak sulung yang sudah dewasa akan mengganti posisi sang ayah dalam hal tanggung jawab terhadap seluruh anggota keluarga seperti yang diungkapkan dalam umpasa : Pitu batu martindi-tindi, alai sada do sitaon na dokdok. Sitaon na dokdok itu adalah si anak sulung.
Tanggung jawab itulah yang membuat dia besar, memberi karisma dan wibawa.
Karisma dan wibawa, itulah profil yang melekat pada anak sulung.

Alkitab ditulis dengan bahasa manusia, bangsa Israel kuno. Deskripsi tentang anak sulung pada bangsa ini sama seperti yang ada pada suku Batak yang sekarang, sehingga the term of the firstborn (istilah anak sulung) banyak terdapat dalam kitab tersebut. (baca Kel 4:22, 34:20, 13:12 dan 15, Im 27:26, Bil 3:13, 8:17, Mzm 89:28, Yer 31:9, Hos 9:20, Rom 8:23, Luk 2:27, 11:16, 1Kor 15:20 dan 23, Kol 1:15 dan 18, Ibr 1:6, Yak 1:18, dll)

13). Gender.
Hingga sekarang posisi perempuan dalam hubungan dengan pencatatan silsilah selamanya tidak disertakan karena perempuan dianggap milik orang lain, menjadi paniaran ni marga yang berbeda. Hal yang sama terjadi pada bangsa Israel kuno ; bangsa ini tidak memasukkan anak perempuan dalam silsilah keluarga. Ada banyak silsilah dalam Alkitab, tetapi nama perempuan tidak terdapat didalamnya kecuali jika muncul sebagai yang sangat penting seperti Rut dan Maria (ibu Yesus).

Kalaupun nama Dina disebut juga dalam Alkitab, itu bukan karena posisinya yang penting tetapi hanya sebagai pelengkap nama-nama keturunan Yakub yang kemudian menurunkan seluruh bangsa Israel.

14). Pola monoteisme.
Dalam hampir seluruh kepercayaan animisme didunia ini, tuhan selalu jamak, bahkan bisa berjumlah puluhan, dan masing-masing sama besar kekuasaannya walaupun berbeda wilayah (bidang). Misalnya dewa air, dewa tanah, dewa api, dewa angin, dewa gunung, dewi kesuburan, dewi kecantikan, dewi keberuntungan, dll. Masing-masing juga punya isteri atau suami.

Adalah satu hal yang patut dengan perbedaan animisme Tapanuli yang disebut Parmalim, walaupun mereka memuja roh-roh para leluhur dan hantu-hantu, tetapi faham ketuhanan mereka hanya mengenal monoteisme, yang mereka sebut Mulajadi Na Bolon, artinya Pencipta Yang Maha Besar. Seluruh penyembahan keagamaan mereka hanya berpusat kepada Mulajadi Na Bolon yang tunggal dan tidak beristeri.
Ini hal yang luar biasa uniknya. Tidak ada analisis yang dapat menerangkan itu jika tidak menghubungkannya dengan faham monoteisme Yudaisme bangsa Israel kuno yang terbawa melekat hingga sekarang, tidak lekang oleh kikisan kurun waktu ribuan tahun.

Pada suku Toraja yang juga satu garis keturunan dengan orang Batak, mereka yang masih animis juga menganut animisme yang monoteistik, dengan sesembahan tunggal Puang Matua. (Predikat “puang” diberikan pada sosok yang patut dihormati. “Matua” artinya yang terhormat. Puang Matua dapat diartikan sebagai Dia yang mulia).

Pada suku Batak kuno, kata “puang” sama maknanya dengan “puang” pada suku Toraja sekarang. Tetapi dalam perjalanan waktu panjang, sekarang ini kata tsb telah berubah makna yaitu lebih menyiratkan keakraban).

Tambahan.
Adalah satu tradisi pada bangsa Israel kuno tidak menguburkan mayat anggota keluarga yang meninggal, melainkan meletakkannya dalam sebuat tombe yang berupa liang batu yang dibuat melalui pahatan. Lihatlah kesamaannya dengan mayat Yesus Kristus yang diletakkan dalam tombe milik Yusuf dari Arimatea. Budaya ini tidak terdapat pada suku Batak. Mungkin karena di Tapanuli tidak terdapat lime stone atau sejenisnya yaitu batu lunak yang mudah dilubangi seperti batu cadas.

Namun suku Toraja masih melekat teguh pada tradisi seperti ini hingga sekarang. Hal ini berguna untuk diutarakan untuk menambah bukti-bukti bahwa suku Batak yang masih berkerabat dengan suku Toraja, sangat bisa jadi adalah keturunan Israel yang sudah lama terpisah dan hilang.
10 Tips Belajar

10 Tips Belajar

Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif.






1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal

Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

2. Membaca adalah kunci belajar

Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

3. Mencatat pokok-pokok pelajaran

Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

4. Hapalkan kata-kata kunci

Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

5. Pilih waktu belajar yang tepat

Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

6. Bangun suasana belajar yang nyaman

Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

7. Bentuk Kelompok Belajar

Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.

8. Latih sendiri kemampuan kita

Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari

Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

10. Sediakan waktu untuk istirahat

Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.


Tertanda
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Wanita Karet Yang Melipat Tubuhnya Dengan Lentur

Wanita Karet Yang Melipat Tubuhnya Dengan Lentur


Seni melipat tubuh tidak hanya laku untuk pertunjukan di televisi atau sirkus tapi juga modeling. Julia Gunthel mempertunjukkan kelenturannya melipat tubuh dalam pemotretan kalender 2013.

Wanita yang memiliki nama panggung Zlata ini mempertontonkan berbagai bentuk yang dirasa nyaris tidak mungkin. Ia terlihat santai meringkas tubuhnya hingga masuk kotak ukuran 50 cm hingga menjadi tiang meja kantor. Julia juga membuat kegiatan sepele seperti menerima telepon dengan posisi yang rumit.

Tubuh fleksibel Julia ini diakibatkan oleh kondisi langka yang membuat semua otot tendonnya sangat lentur. Namun ia baru menemukan bakatnya dalam meliukkan tubuh saat usia 4 tahun dan mengembangkannya. Wanita yang tinggal di Jerman ini menghabiskan seluruh harinya berlatih untuk pertunjukan keliling dunia.

"Aku tidak pernah secara khusus diet, tapi aku selalu berlatih keras untuk menjaga otot-ototku tetap bisa dibentuk sefleksibel mungkin," ucap Julie. "Berpose seperti ini hal alamiah bagiku, tapi seperti kebanyakan orang jika duduk terlalu lama, aku juga bisa kram."

Dijuluki "Goddess of Flexibility", Julia setiap tahun membuat kalender sendiri dalam berbagai tema. Tahun ini ia mengangkat tema bekerja di kantor, sedangkan tahun lalu dewi dalam dongeng. Di usianya ke-27 ini Julia tetap berambisi ingin menaklukkan Hollywood.


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
 Jepang Punya Akademi Sinterklas

Jepang Punya Akademi Sinterklas

Jepang Punya Akademi Sinterklas

Di negara yang lebih mengenal Natal sebagai saat yang menguntungkan bagi industri ritel ketimbang momen religius, menjadi Sinterklas pun perlu pelatihan khusus. 

Akhir pekan lalu, 88 calon Sinterklas mengikuti pendidikan di Akademi Sinterklas Tokyo di distrik Roppongi yang prestisius. Mereka mempelajari sejumlah hal untuk menjadi ”santa-san”, begitu tokoh gemuk berjanggut putih dan berpakaian merah itu dikenal di Jepang. 

Salah satunya, mempelajari trik sulap sederhana dan menjawab sapaan warga. ”Banyak anak kecil yang tidak lagi percaya Sinterklas. Karena itu, saya berpikir, mari hidupkan kembali Sinterklas,” ujar Masaki Azuma, kepala sekolah unik tersebut. 

Sesi pagi diisi dengan program membiasakan diri siswa sebagai tokoh Sinterklas, dan tidak menjawab panggilan apa pun selain ”santa-san”. Trik sulap sederhana juga direkomendasikan Azuma untuk mencairkan kebekuan dan menarik perhatian anak-anak. Sesi berikutnya digunakan untuk berlatih menjawab pertanyaan anak-anak yang terkadang sulit dijawab, seperti ”Rumahku tidak punya cerobong asap dan kami juga memasang alarm sistem keamanan. Bagaimana caranya santa-san mengantarkan hadiahku ke rumah?” 

Jawabannya, yang bertugas mengantar hadiah pasti menemukan jalan. Asyik juga....


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Sejarah Unik Lagu Ulang Tahun

Sejarah Unik Lagu Ulang Tahun




Melodi dari “Happy Birthday to You” (juga dikenal sebagai “lagu ulang tahun”) ditulis pada tahun 1890 an oleh seorang wanita Amerika dengan nama Mildred Hill.

Awalnya adiknya Patti, yang adalah seorang guru, menempatkan kata-kata “Selamat pagi guru ku, semoga ini pagi yang baik untuk Anda” agar sesuai melodi. Lagu itu akhirnya populer selama bertahun-tahun dan dinyanyikan di sekolah-sekolah di seluruh AS.

Empat puluh tahun kemudian, diyakini bahwa Patti mengganti dengan kata-kata “Happy Birthday, Happy Birthday, Happy Birthday Dear Happy Birthday to You” yang kemudian menjadi sangat terkenal.

Seluruh lagu kemudian diterbitkan pada tahun 1935. Lagu itu kemudian dipopulerkan pada tahun 1930, ketika dinyanyikan dalam Broadway production “As Thousands Cheer” dan sejak itu menjadi mega-hit klasik sepanjang masa.

Satu berita yang menarik : Lagu “Happy Birthday to You” (lirik dan melodi) masih di bawah perlindungan hak cipta, sehingga setiap kali Anda mendengarnya dinyanyikan di TV atau radio, royaltinya masih dibayarkan kepada penerbit (Warner Chapel, di AS).


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
 Air Kencing Jadi Bahan Bakar Generator Listrik

Air Kencing Jadi Bahan Bakar Generator Listrik


Air Kencing Jadi Bahan Bakar Generator ListrikEmpat remaja Afrika mengembangkan sebuah generator listrik yang dijalankan dengan menggunakan air kencing atau urine. Kuartet ilmuwan muda berbakat itu adalah Duro-Aina Adebola, Akindele Abiola dan Faleke Oluwatoyin yang berusia 14 tahun, serta Bello Eniola berumur 15 tahun. Mereka melakukan debut untuk alat bertenaga air kencing itu di Maker Faire Afrika di Lagos, Nigeria, lapor CNET.

Blog milik Maker Faire meringkas cara kerja alat itu sebagai berikut. Urine dimasukkan ke dalam sebuah elemen elektrolit yang memecahkan urea itu menjadi nitrogen, air, dan hidrogen. Hidrogen masuk ke sebuah filter air untuk proses pemurnian, yang kemudian akan didorong ke dalam tabung gas. Tabung gas itu mendorong hidrogen ke dalam silinder boraks cair, yang digunakan untuk menghilangkan kelembaban gas hidrogen. Gas hidrogen murni ini didorong ke generator. Satu liter urine menghasilkan listrik hingga 6 jam.

Dalam rangka mengurangi risiko ledakan terkait dengan hidrogen itu, tim menggunakan katup satu arah meskipun CNET menunjukkan bahwa hal itu mungkin masih bisa berbahaya.

Generator listrik mengalami permintaan yang jauh lebih besar di Afrika ketimbang di Amerika Serikat. Demikian penjelasan majalah Forbes. Meskipun menjadi pusat Nigeria dan kota terkaya, Lagos sering mengalami pemadaman listrik. Demikian laporan majalah Time.

Walaupun jelas inovatif, listrik dari air kencing mungkin tidak efisien dalam skala yang lebih besar, laporan NBC News. "Ini merupakan sebuah proyek sekolah menengah atas, jadi jangan menganggapnya (begitu serius)," kata Gerardine Botte, seorang insinyur kimia di Ohio University yang menemukan proses elektrolisis urea, kepada NBC.

Botte menyarankan para siswa itu "bekerja dengan seorang insinyur untuk memahami teknologi dan aplikasi yang sesuai, yang menurut pendapat dia, merupakan cara untuk membuat proses pengolahan air limbah jadi lebih hemat energi".


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
 Israel Kembangkan Tikus Pelacak Bom

Israel Kembangkan Tikus Pelacak Bom


Israel Kembangkan Tikus Pelacak Bom

Anjing menjadi pelacak bahan peledak atau narkoba? Itu sudah biasa. Bagaimana jika tikus yang bertugas melacak benda-benda berbahaya itu? Tikus pelacak, inilah yang sedang dikembangkan sebuah perusahaan Israel, Tamar Group.

Perusahaan ini menggunakan tikus-tikus terlatih yang diperlengkapi sebuah sensor biologis yang bisa mendeteksi detak jantung, pola pernapasan, dan hal-hal lain dari si tikus.

Hewan pengerat ini dilatih untuk bereaksi saat mereka mencium bahan peledak atau obat-obatan terlarang. Reaksi mereka saat menemukan benda-benda ini kemudian direkam komputer. Jika tikus itu mendeteksi sesuatu, petugas keamanan terdekat akan diperingatkan.

"Indera hewan jauh lebih peka ketimbang manusia dan berbagai alat sensor ciptaan manusia," kata CEO Tamar Group Boaz Hayun kepada harian The Times of Israel.

"Sistem kami mengubah hewan menjadi sensor biologi, menggunakan tikus laboratorium terlatih dan memantau reaksi mereka ke stimulus luar," papar Hayun.

"Tikus-tikus ini ditempatkan di jalan masuk sebuah pos pemeriksaan dan saat mereka mendeteksi sesuatu yang mencurigakan, sensor yang merekam reaksi mereka akan menyampaikan reaksi itu ke komputer dan memperingatkan patugas keamanan," tutur dia.

Saat ini, sistem keamanan menggunakan tikus sedang dipamerkan dalam sebuah konferensi keamanan di Tel Aviv, Israel.


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
 Jepang Produksi Pakaian Dalam Antibau

Jepang Produksi Pakaian Dalam Antibau

Jepang Produksi Pakaian Dalam Antibau

Risau dengan bau yang ditimbulkan pakaian dalam? Jangan khawatir, sebuah perusahaan tekstil Jepang telah berhasil membuat pakaian dalam yang dapat mencegah meluasnya bau tidak sedap. 

"Kami memerlukan waktu beberapa tahun untuk mengembangkan celana dalam yang berdeodoran nyaman untuk digunakan sehari-hari, tetapi efisien untuk menghilangkan bau,” ujar Nami Yoshida, juru bicara perusahaan tekstil Seiren.

”Mulanya, kami berpikir akan menjual kepada mereka yang memerlukan perawatan khusus atau dijual ke rumah sakit untuk pasien mereka. Tetapi, ternyata produk ini juga digemari oleh orang biasa, seperti pebisnis yang mengharuskan mereka bertemu banyak orang,” ujarnya lagi.

Pakaian dalam ini dibuat dengan memasukkan partikel keramik yang menyerap bau di seratnya. Seiren mengembangkan sejumlah produk antibau, mulai dari kaus kaki yang dapat mencegah timbulnya bau kaki hingga kaus yang memiliki pelindung di sekitar ketiak.

Kunci Gitar

Tentang Blog Ini

free web site traffic and promotion
Link Blogger Pemula Backlinks Generator GratisBelajar Bisnis Online Untuk Pemula

Entertainment Blogs
Entertainment blogs



free counters