Powered by Blogger.
Kesaksian Matius

Kesaksian Matius


Namaku Matius tinggal dibekasi. Masih ingat dengan perkataanku mengenai nenek calon istriku yang sudah berumur 130 Tahun tidak dapat mati ataupun hidup karena ILMU HITAM yang dipegangnya?

Dihari tuanya dia sangat tersiksa karna kematian pun tidak mau menerimanya. Namun satu Hal aneh yang disaksikan warga kepadaku setiap Bulan Purnama nenek tersebut terlihat cerah diwajahnya tetapi kalo lewat bulan purnama ia terlihat seperti mayat. Warga kampung ponjong – Gunung Kidul udah mencoba memanggil Dukun-Dukun, Paranormal, Haji- kyai, Ustad, pendeta dan orang kristen, dan banyak lagi tapi nenek tersebut tidak juga meninggal ataupun sembuh. padahal pihak keluarga sudah merelakan akan kematiannya daripada ia tersiksa dengan kondisinya. Tetapi Pagi itu tepat pada hari Minggu tgl 02 September 2012 jam 09.20 WIB.

Anak kandung salah satu dari nenek itu datang menjumpai kami. Orang itu meminta agar kami menemui dulu Nenek. saat itu ada aku,calon Istriku, dan temanku bernama Hanafih (ia orang muslim).kami sedang menunggu mobil yang akan mengantarkan kami ke Wonogiri-batu retno. lalu kami datang kerumah Nenek. setiba dirumah nenek ada banyak orang yang hadir disitu. Calon istriku menangis ketika melihat kondisi nenek yang sangat kritis. lalu temanku Hanafih membaca surat Yasin menurut ajarannya. pada saat temanku membaca surat Yasin tidak ada respon/tanda2 apapun dari nenek yang sudah tidak dapat bergerak tubuhnya itu. saat temanku selesai membaca surat Yassin.

Dari sejak masuk kedalam rumahnya aku hanya memandangi nenek itu lalu ketika temanku selesai baca Yasin. aku minta untuk diambilkan minyak oleh calon istriku itu. lalu aku bicara kepada orang2 yang hadir disitu itu untuk meminta izin untuk dapat mendoakan didalam Nama YESUS KRISTUS buat nenek itu. karena hanya aku dan calon istriku yang sudah menjadi Orang Percaya disitu sedangkan yang lainnya beragama muslim. lalu izin diberikan oleh mereka. ketika itu aku langsung ambil sikap berdoa dengan berlutut dan menangis dihadapan Tuhan Yesus.

Ketika aku berdoa dan menumpangkan tangan keatas tubuh nenek itu aku melihat ilmu hitam yang dipegang oleh nenek berupa Jin berbentuk Harimau, Ular, Nyi Roro Kidul,dan segala roh2 jahat menatap marah kearahku. kemudian aku hendak muntah karna merasa sakit perutku, dan mual2. wajahku trlihat pucat oleh orang2 yg hadir disana namun itu tidak membuat aku berhenti berdoa. tetapi dengan suara keras aku berdoa: aku patahkan segala kutuk, keterikatan iblis, belenggu-belenggu dosa dan segala Kuasa Iblis beserta pengikut-pengikutnya, roh-roh jahat aku hancurkan dalam NAMA TUHAN YESUS KRISTUS. Nenek itu seketika itu juga bergetar tubuhnya. Kemudian aku terus berdoa lalu berhubung mobil yang hendak mengantarkan kami ke Wonogiri-batu retno telah menunggu lama maka aku putuskan untuk berhenti berdoa. kemudian kami meninggalkan tempat itu menuju wonogiri, namun sepanjang perjalanan aku terus saja berdoa agar mujizat terjadi dan nama Yesus ditinggikan setibanya di wonogiri kami bertiga ke Warnet dan aku menuliskan yang ada dalam pikiranku yg berhubungan dgn nenek itu, ke Facebook-ku.

Pada pukul 01.00 WIB Kami ditelpon oleh orang2 Di Gunung Kidul tetapi tidak kami angkat karna kami sudah tertidur pulas. pada waktu pagi kami membaca pesan masuk dari keluarga calon istriku di G.kidul bahwa nenek SOMO telah meninggal hari minggu tgl 2 September 2012 jam 22.00 WIB. saat itu aku langsung menelpon untuk memastikan kebenarannya dan ternyata benar bahwa Nenek itu telah meninggal. keluarga di G.kidul bercerita kepada kami ketika nenek itu meninggal datang seseorang yang berpakaian seperti Ulama kerumah nenek untuk menyampaikan pesan bahwa ia telah menemui cucunya di purworejo dan cucunya memberikan kabar ke Kyai itu untuk memberi kabar bahwa nenek itu meninggal berkat DOA ORANG KRISTEN.

Lalu ditanyai oleh Kyai kepada keluarga nenek itu apakah ada orang kristen yang datang kemari? mereka membenarkan bahwa tadi pagi ada orang Kristen yang datang mendoakan. dan Kyai itu bilang karena doanya orang kristen itu nenek SOMO dimudahkan kepergiannya. hanya itu pesan yang disampaikan oleh Kyai itu kepada mereka. mendengar kabar itu aku langsung berteriak Terpujilah TUHAN kita. Allah kita Dahsyat. Yesus Engkau Ajaib. Biarlah Nama-MU ditinggikan Dibumi.  Haleluya

Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Kasih Dan Hormat

Kasih Dan Hormat

Yohanes 19 : 40
"Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat."

     Tidak menguburkan orang meninggal merupakan peristiwa tragis bagi orang Yahudi, bahkan bagi penjahat sekalipun. Dalam tradisi mereka, proses penguburan juga merupakan ungkapan kasih dari mereka yang mengasihi orang mati tersebut. Sayangnya, pada zaman Yesus, biasanya penjahat disalib, tidak layak dikuburkan. Orangpun tak akan berkabung bagi mereka.
         Ketika Yesus disalibkan seperti penjahat, Yusuf dari Arimatea tahu bahwa Yesus disalibkan bukan karena kesalahanNya. Ia lalu meminta ijin kepada Pilatus untuk menguburkan Yesus. Yusuf adalah anggota Majelis Besar yang tidak setuju dengan tindakan Majelis, dan secara diam-diam telah menjadi murid Yesus. Bersama Nikidenus, ia menurunkan mayat Yesus dan menguburkanNya di tanah miliknya, karena ia termasuk orang kaya. Maka genaplah nubuat Yesaya, " KematianNya seperti seorang penjahat, namun Ia dikubur di dalam pekuburan orang kaya." (Yesaya 53 : 9)
         Begitulah Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus mengungkapkan kasih dan penghormatan mereka kepada Yesus. Yang pertama mengurbankan tanah kuburan baru miliknya, yang kedua membawa sekitar 37 kilogram rempah untuk mengafani Yesus. Konon, hanya mayat seorang raja yang dirempahi sebanyak itu. Dari sini kita dapat menduga seberapa berarti Yesus bagi Yusuf dan Nikodemus
          Bila kita mengakui Yesus sebagai pribadi paling berarti bagi kita, bagaimana kita hendak mengungkapkan kasih dan penghormatan kepada-Nya

Game Maker 8.1


Pernahkah Anda membayangkan memiliki pergi untuk menciptakan game komputer Anda sendiri tetapi tidak memiliki pengetahuan pemrograman? Jika demikian, lihatlah Game Maker .

Game Maker tidak memerlukan pemahaman sebelumnya pemrograman atau permainan menciptakan pengalaman. Ini hanya mengharuskan Anda untuk memotong dan menyisipkan elemen ke dalam permainan yang jauh seperti jika Anda menggunakan pengolah kata.

Game Maker sangat banyak berbasis masyarakat berarti ada forum yang berkembang dari pengguna dan bertumpuk-tumpuk buku petunjuk untuk membantu Anda untuk mengatasi dengan itu. YoYo Games menawarkan delapan pelajaran dengan jelas untuk Anda mulai.

Ini bukan untuk mengatakan Anda akan dapat membuat game besar dalam menit. Game Maker masih membutuhkan beberapa membiasakan diri dan belajar. Game Maker juga dibatasi oleh ukuran - sekali kreasi Anda mencapai ukuran tertentu, Anda tidak bisa mengembangkan mereka lebih jauh meskipun untuk pemula, itu akan menjadi waktu yang lama sebelum mereka sampai ke tahap itu.

Game Maker adalah sebuah proyek yang menarik yang menyediakan platform yang besar untuk mengambil langkah pertama Anda ke penciptaan permainan.



Screen Shoot




Download software nya disini:
1. Via Upload : Game Maker 8.1
2. Via 4Shared : Game Maker 8.1

Nb: Jika anda memilih download dengan 4shared, dipastikan sebelum mendownload anda sudah memiliki akun 4shared, jika belum silahkan anda registasi terlebih dahulu. Jika ingin mudah, ada pilihan register and log in with , pilih yang log in with lalu pilihlah akun yang sudah anda miliki, misalkan facebook.


Tips Download
Gunakan Internet Download Manager (IDM) supaya lebih cepat. (Jika belum punya klik disini untuk mendownload)


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang






Tuhan Ini Tugas Kami

Tuhan Ini Tugas Kami

Lirik:
Berikan pada kami hati yang mengasihi
Jiwa-jiwa yang belum mengenal kasih Bapa
Mereka yang dalam g'lap,mereka yang tersesat
Hati kami iba seperti hati-Mu Yesus
Reff:
Tuhan ini tugas kami beri keb'ranian bagi kami
Taruhlah Roh yang rela melayani
Dan menyenangkan hati Tuhan itu yang ku ingini

Download lagunya disini:
1. Via Upload  : Tuhan Ini Tugas Kami
2. Via 4shared : Tuhan Ini Tugas Kami


Nb: Jika anda memilih download dengan 4shared, dipastikan sebelum mendownload anda sudah memiliki akun 4shared, jika belum silahkan anda registasi terlebih dahulu. Jika ingin mudah, ada pilihan register and log in with , pilih yang log in with lalu pilihlah akun yang sudah anda miliki, misalkan facebook.

Tips Download
Gunakan Internet Download Manager (IDM) supaya lebih cepat. (Jika belum punya klik disini untuk mendownload)


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang



Download IDM 6.14 Full Patch

Download IDM 6.14 Full Patch


IDM merupakan singkatan dari Internet Download Manager, merupakan perangkat lunak yang mampu mengunduh data di internet dan meneruskan kembali. Perangkat lunak besutan Amerika (New York) ini memiliki rangking teratas dalam hal kecepatan mengunduh sebuah data (5X lipat) memiliki tampilan muka yang mudah dan sederhana yang tentu saja akan lebih bersahabat dengan pengguna.

Ingin mendownload IDM 6.14?
1. Via Upload  : IDM 6.14
2. Via 4shared  : IDM 6.14









Nb: Jika anda memilih download dengan 4shared, dipastikan sebelum mendownload anda sudah memiliki akun 4shared, jika belum silahkan anda registasi terlebih dahulu. Jika ingin mudah, ada pilihan register and log in with , pilih yang log in with lalu pilihlah akun yang sudah anda miliki, misalkan facebook.


Cara Instal IDM 6.14 Build 3 Full Patch

1. Download IDM 6.14 Build 3 Full Patch di Terindikasi.com
2. Buka file "IDM 6.14 Build 3 Full Patch Terindikasi.com"
3. Klik 2x pada idman614 Build 3.exe untuk proses instalasi
4. Setelah selesai akan muncul window register IDM, tutup window tersebut.
5. Buka Pacth pada file "IDM 6.14 Build 3 Full Patch Terindikasi.com"
6. Klik 2x pada Patch IDM
7. Klik tombol Patch
8. Masukan nama depan, setelah itu nama belakang Anda
9. Klik next/done
10. Proses selesai


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitangangg
KESAKSIAN BERT ROTINSULU: "JAWABAN DOA DISAAT KRITIS"

KESAKSIAN BERT ROTINSULU: "JAWABAN DOA DISAAT KRITIS"



Bapak Bert Rotinsulu adalah seorang rohaniwan yang juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan yang banyak menolong orang lain. Dalam suatu pertemuan bedah buku bersama rohaniwan lainnya, sesuatu terjadi. Ia merasakan dada kirinya serasa ditusuk dan ada beban berat yang menekan dadanya. Merasakan dirinya mengalami gangguan kesehatan, ia hendak minta diri untuk pulang lebih dulu, namun kemudian ia jatuh pingsan. Bapak Bert telah mengalami serangan jantung yang parah. Dia dilarikan ke rumah sakit dan mendapat penanganan di bagian jantung.

Saat itu bapak Bert telah mengalami kelumpuhan, tangan dan kaki lemas tidak dapat digerakkan. Mulut dalam keadaan terkunci, ia tidak dapat lagi mengucapkan sepatah katapun kecuali anggukan atas pertanyaan dokter. Tindakan satu diambil dokter untuk melihat reaksi saraf dengan memukul lututnya dengan palu karet dan menggores kaki untuk melihat respon, tidak ditemukan reaksi positif, ia menjadi lumpuh. Seorang rekan pelayanannya, ibu Non Rawung yang datang menjenguknya, memaparkan keadaannya : “Saat saya datang, bapak Bert benar-benar dalam keadaan lumpuh dan seperti tidak ada harapan”. “Dan terlebih serangan jantung yang kembali terjadi membuat tubuhnya yang lumpuh seperti terlonjak-lonjak”. Melihat hal itu dokter berusaha memasukkan obat ke bagian bawah mulutnya, namun mulut itu tidak dapat dibuka, seperti terkunci. Mata bapak Bert membelalak keatas. “Saya seperti akan melihat kepergian seorang teman!”, ibu Non Rawung menambahkan.

Melihat keadaan yang bertambah gawat bapak Bert kemudian mendapat tindakan kedua yaitu suntikan obat penenang sebanyak dua ampul. Hal ini tidak banyak menolong. Dokter kemudian mengambil keputusan untuk melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan nyawanya. Dan ibu Non Rawung sebagai rekan yang ada disaat tersebut diminta izinnya untuk diadakannya operasi. Merasa tidak berhak dengan keputusan tersebut, apalagi resiko meninggal dalam operasi yang cukup besar, ibu Non Rawung menolak hal ini. Namun ia kemudian datang pada bapak Bert, memberikan dukungan iman dan doa. Ibu Non juga mengambil keputusan menghubungi rekan-rekan pelayanan yang lain untuk berdoa bagi keadaan ini.

Dokter masih berusaha mengambil beberapa tindakan untuk memasukkan obat. Saat itu bapak Bert telah menyerahkan segala sesuatunya pada Tuhan, ia telah berserah. Namun setelah ia berserah pada Tuhan, sesuatu terjadi. Tubuh yang dingin dan lumpuh mulai merasakan jamahan. Kemudian bapak Bert seperti mendengar suara Tuhan yang menguatkannya agar dia tidak menjadi takut dengan hal ini karena sesungguhnya keadaan tubuhnya ada dalam kendali Tuhan.

Pemulihan dari Tuhan mulai terjadi, kekuatan yang baru masuk kedalam tubuhnya. Saat itu juga ternyata bapak Bert mendapat tenaga yang baru, ia telah dapat mengambil posisi duduk. Tentu dokter melarang dia melakukan hal ini. Namun bapak Bert mengatakan bahwa Tuhan telah melawat dan memulihkan dia saat itu juga. Untuk membuktikan hal ini, pak Bert mengangkat tangannya dan menyanyikan lagu untuk memuji kebesaran Tuhan. Ia juga menaikkan doa syukur pada Tuhan.

Ibu Non Rawung, rekannya, yang masuk kedalam ruang perawatan tersebut menyaksikan hal yang ajaib dan luar biasa ini terjadi. Ia menyaksikan bagaimana para dokter kebingungan melihat semua pemulihan yang telah terjadi. Saat itu Tuhan telah mengubahkan semua keadaan tubuh bapak Bert. Mulut yang seperti terkunci telah langsung dapat berbicara dan memuji Tuhan, tangan dan kaki yang lumpuh telah dapat digerak-gerakkan dan bahkan menendang-nendang seperti seorang yang hendak bermain bola. Semua keadaan buruk dan seperti tidak ada harapan telah kembali diubahkan.

Saat ini bapak Bert Rotinsulu telah kembali pada kegiatan rutin dan pelayanannya. Tentunya ia tidak akan pernah melupakan peristiwa dimana kesetiaan Tuhan dan perbuatanNya yang ajaib nyata atas hidupnya. Pengharapan dan doanya pada Tuhan ternyata tidak pernah sia-sia. Tuhan masih mau memakai hidupnya bagi kegiatan kemanusiaan untuk menolong banyak orang.

Sumber : Kesaksian Para Pelayan Tuhan Yang Menguatkan Iman


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang

Peggle Deluxe




Jika Anda menyukai game dengan plot sederhana tapi yang mengharuskan Anda menggunakan keahlian Anda untuk mencapai kemenangan, Peggle Deluxe pasti akan menyenangkan Anda. Temukan lebih banyak tentang hal itu di bawah ini.
Dalam Peggle Deluxe Anda akan menerima bimbingan dari unicorn ceria bernama Bjorn, pendiri Institut Peggle. Anda akan memulai petualangan Anda dengan dia, yang terdiri membidik dengan bola ke lampu oranye untuk mengaktifkan mereka dan skor poin. Anda juga akan menemukan lampu biru dan batu bata yang akan memberikan Anda poin dan barang-barang lainnya yang akan memberikan bonus tambahan seperti bola.
Ketika Anda maju melalui 55 tingkat di Peggle Deluxe tingkat kesulitan akan meningkat dan guru baru akan menunjukkan rahasia hiburan ini. Perangkat lunak ini menawarkan grafis 3D menyenangkan, tindakan sederhana tapi konsisten dan gameplay yang akan membuat Anda ketagihan selama berjam-jam di PC Anda.
Selain itu, isinya cocok untuk seluruh keluarga. Jangan ragu-ragu, download sekarang!

Screen Shoot


























Download Game nya disini
1. Via Upload : Peggle Deluxe


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Kesaksian Brani Duyon Yang Dibawa Ke Surga

Kesaksian Brani Duyon Yang Dibawa Ke Surga


Di bulan Mei tahun 2006, seorang pelayan Tuhan dibawa ke Sorga untuk bertemu dengan Tuhan Yesus dan menerima 6 pesan. Brani Duyon@Efendie, 52 tahun, seorang dari dusun. Dia melayani di Gereja Borneo Evangelis, Kota Belud, Sabah (di Malaysia Timur) sebagai seorang penatua gereja. Sebelumnya dia melayani sebagai pendeta di Melangkap Baru, Kota Belud, dan kemudian menjadi pemimpin gereja di SIB Bayayat daru tahun 2005-2006.

Kesaksian Brani Duyon Efendie

Saya koma selama 1 minggu setelah operasi dan menjalani perawatan intensif selama lebih dari 1 bulan.
Ada banyak pelayan Tuhan yang datang untuk membesuk dan berdoa untuk saya, termasuk mantan President SIB Sabah - Pendeta Taipin Melidoi, asistennya - Pendeta Datuk Arun Selatan, dan juga Pendeta Michael.

Di tengah malam, yaitu di minggu ketiga bulan Mei 2006, saya merasa sangat aneh, saya tidak bisa tidur, sementara pasien yang lain telah tertidur amat lelap. Selama itu, di pikiran saya hanya ada Yesus. Saya teringat dalam kitab Yesaya 43:26 “Ingatkanlah Aku, marilah kita berperkara, kemukakanlah segala sesuatu, supaya engkau nyata benar!”  Saya tetap memikirkan kata-kata ini karena saya mau memfokuskan pikiran saya hanya kepada Tuhan Yesus. Saya merasa hadirat Tuhan yang kuat saat itu.

Lalu saya mulai berdoa dalam roh. Setelah berdoa, saya mencoba untuk tidur namun saya tidak bisa. Lalu saya berbaring kembali di ranjang. Tiba-tiba saya merasa ada seseorang yang menyentuh punggung dan membelai kepala saya. Ini terjadi beberapa saat. Saya merasakan sesuatu yang luar biasa mengalir ke dalam tubuh saya. Saya percaya itu adalah cinta Bapa untuk anakNya. Saya bertanya-tanya siapa orang itu. Saat saya memalingkan muka untuk melihat dia, saya terkejut bahwa dia adalah seorang pria muda yang tampan, berpenampilan baik, tubuhnya tinggi dengan rambutnya sampai ke leher. Dan dia memakai jubah putih. Saya bertanya padanya, “Apakah kau Tuhan yang sedang aku pikirkan?” Dia hanya menggelengkan kepalanya. Lalu saya bertanya lagi, “jika bukan lalu siapakah engkau?” Pada akhirnya dia mulai berkata pada saya ”Aku adalah pembawa pesan dari surga. Yesus menyuruhku datang padamu untuk membawa kabar baik”

Sekarang saya sadar bahwa dia adalah malaikat Tuhan, lalu saya bertanya padanya, “Kabar baik apa yang kau hendak katakan pada saya?” Dia membalas,“Malam ini kau akan pergi ke Sorga.” Dengan segera saya merasa tenang dan damai walaupun tubuh saya sedang sakit. Saya merasa tidak merasakan sakit apapun. Saya telah disembuhkan dari penyakit, saat malaikat Tuhan berkata bahwa saya akan pergi ke sorga. Lalu saya berkata pada malaikat itu,“Saya siap untuk mengikut engkau ke sorga. Saya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Tuhan.”

Sementara kami sedang berjalan saya melihat tubuh jasmani saya tertinggal di atas ranjang. Setelah kami berjalan keluar dari rumah sakit, saya melihat seekor kuda yang luar biasa besar dan tinggi. “Kita akan mengendarai kuda ini,” kata malaikat. Malaikat membantuku menaiki kuda itu, berhubung kuda itu sangat tinggi. Lalu saya bertanya pada malaikat itu, “Apakah kita dapat pergi ke sorga dengan mengendari kuda ini?” Lalu dia meyakinkan saya, “Tentu saja, jangan takut dan khawatir. Sudahkah kau membaca Firman Tuhan tentang Elia yang terangkat ke Sorga oleh Allah?” Saya berkata padanya “Ya, saya sudah membaca itu sebelumnya. Kendaraan yang membawanya ke sorga adalah sebuah kereta yang berapi ditarik dengan kuda-kuda api.” “Itu benar, dan ini adalah salah satu kuda dari kuda-kuda itu yang akan kita kendarai sekarang,” ujar malaikat itu.

Mulanya kami pergi dengan lambat, tapi kira-kira setelah 100 meter kuda mempercepat kecepatannya ke kecepatan yang sangat tinggi dan saya merasa seperti diterpa oleh badai. Lalu saya melihat kuda tersebut melayang terbang. Kami melewati gunung-gunung dengan mudahnya, melayang terbang dengan kekuatan Allah.

Lalu kami mencapai sebuah padang rumput hijau yang sangat besar-sangat menakjubkan, tanpa ada satupun rumput yang kering. Setelah kuda itu berhenti, kami turun dan mulai berjalan.
Saya dapat melihat Kerajaan Allah tepat di depan mata saya. Sementara kami sedang berjalan di atas padang, saya mendengar bel berbunyi. Lalu saya bertanya pada malaikat ”Mengapa bel itu berbunyi?” Dia berkata “Bel itu adalah tanda bahwa ada seseorang yang datang.”

Kami melanjutkan perjalanan ke ujung padang, sementara bel masih berbunyi, saya melihat seekor kuda yang sangat cantik, di atasnya ada seberkas cahaya merah, seperti lampu lalu lintas. Di cahaya itu saya melihat nomor “51”. Saya bertanya pada Malaikat apa arti nomor itu. Dia berkata,“Berapa umurmu sekarang?” saya berumur 51 tahun saat ini. “Nomor itu adalah umurmu, jadi itu adalah nomor kudamu juga,” kata malaikat itu. Saya merasa sangat senang dan damai melihat apa yang Allah telah siapkan untuk saya di Sorga. Saya melihat banyak rumah yang sudah disiapkan oleh Yesus untuk anak-anakNya yang percaya dan mengikut Dia.

Kami melanjutkan perjalanan ke sebuah rumah yang luar biasa besar, dengan banyak orang di dalamnya. Saya percaya mereka adalah orang-orang kudus yang Allah telah pilih. Mereka sedang memuji Allah. Saya melihat Yesus sedang duduk di atas tahtaNya sementara semua orang sedang memuji dan menyembahNya. Mereka memuji Dia dengan segenap hati, menari, mengangkat tangan mereka, dan berlutut. Di lubuk hati saya berkata, “Jika saja orang-orang di bumi memuji dan menyembahNya seperti ini, Allah pasti sangat senang”

Saya melihat banyak orang-orang menangis sambil memuji Allah. Yesus tersenyum menyaksikan betapa setianya mereka menyembah Allah. Mereka mengangat tangan ke arah Yesus dan Yesus memberkati mereka semua. Setelah selesai, Yesus berjalan di antara mereka dan menghapuskan air mata mereka. Lalu saya teringat ayat di kitab Wahyu, “dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita,"

Malaikat itu membawa saya pada Yesus. Malaikat berbicara pada Yesus, “Tuhan, inilah anak yang telah Kau pilih untuk datang kesini.” Lalu Yesus berkata pada saya, “Bagus! AnakKu kau telah datang hari ini.” Lalu Yesus memeluk saya dan itu membuat saya sangat bahagia dan damai hingga membuat saya menangis. Jiwa saya bersorak gembira sebab Yesus sendirilah yang memeluk saya.

Lalu malaikat itu berkata, “Tuhan, aku pergi ke rumahnya di bumi saat dia sedang sakit, namun sekarang dia menjadi lebih baik.” Yesus membalas, “Ya, Aku mendengar dan melihat apa yang terjadi padanya.” Lalu malaikat itu melanjutkan, “Selama itu, aku mendengar istrinya berdoa mengharapkan pertolonganMu." Dia berdoa: “Tuhan, tolong kami, tolong jangan ambil dia sekarang karena kami belum siap dia pergi meninggalkan kami.” “Itulah doanya, Tuhan.” Lalu Yesus berkata, “Aku tahu segalanya. Istrinya adalah seorang yang takut akan Tuhan. Dia setia padaKu dan rajin berdoa.” Lalu jiwaku menangis kembali memikirkan kesetiaan istriku pada Allah.

Lalu Tuhan berbicara pada saya, “AnakKu, kau akan kembali ke bumi, karena ini bukan saatnya bagimu untuk berada di sini. Ada banyak pekerjaan untukmu saat kau kembali ke sana. Kau akan sangat sibuk melayani Aku.” Lalu saya membalas, “Tuhan, tolong jangan memintaku untuk kembali, karena saya sangat bahagia bersamaMu di sini. Saya bahagia dekat denganMu, Tuhan. Tolong, saya tidak mau kembali.”

Dari wajahNya, saya tahu bahwa Yesus menjadi kecewa. Lalu saya memohon pengampunan padaNya karena telah mengecewakan Dia. Saya berkata, “Tuhan, saya siap kembali ke bumi tapi tolong saya Tuhan, berikan saya kekuatan, dan jagalah saya kemanapun saya pergi. Sertai saya Tuhan.” Lalu Yesus berkata, ”Ya, jangan khawatir, kemanapun kau pergi melayani Aku, Aku akan selalu bersama denganmu.”

Yesus mempunyai beberapa pesan untuk saya bawa ke bumi. Dia ingin saya menyampaikan pesan-pesan ini kepada anak-anak Allah di bumi. “Pesan-pesan ini sangat penting untuk mereka ketahui”, kata Yesus. Saya diberitahu bahwa saya akan sangat sibuk menyampaikan pesan-pesan ini. Yesus juga ingin saya berbagi pengalaman Surgawi saya kepada semua anak-anak Allah sehingga mereka akan diberkati dan memperbaharui kekuatan mereka dalam mengikut Dia.

Yesus berkata pada saya, “Saat kau kembali ke bumi katakan kepada anak-anakKu pesan-pesan ini” (ada enam pesan yang Yesus telah berikan kepada saya):

Pesan pertama:
“Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus percaya kepadaKu dengan segenap hati, dengan segenap kekuatan dan dengan segenap pikiran mereka. Bagi mereka yang khawatir dan ragu-ragu tidak akan masuk ke dalam sini.” Kata Tuhan Yesus

Pesan kedua:
“Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus setia untuk datang beribadah ke Gereja, karena inilah waktu dimana Aku menyinari wajah mereka dan mereka akan mencari wajahKu. Aku akan sangat bahagia melihat anak-anakKu menyembah di Gereja,” kata Tuhan Yesus

Pesan ketiga:
“Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus setia berdoa, melakukan kehendakKu, dan hidup seturut FirmanKu,” kata Tuhan Yesus

Pesan keempat:
“Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus taat memberi persepuluhan dan persembahan,” kata Tuhan Yesus

(sementara Yesus sedang memberikan pesan ini, Dia berkata “AnakKu, lihatlah kesana” Dia menunjukkanku kuda-kuda yang cantik yang sudah siap untuk anak-anakNya. “AnakKu, kuda-kuda ini telah siap, Aku telah siapkan untuk semua anak-anakKu yang percaya dan taat kepadaKu.” Lalu Dia menjunjukkan saya kuda-kuda yang tidak komplit. Saya bertanya, “Tuhan, mengapa kuda-kuda ini belum komplit?”
Lalu Yesus berkata, “AnakKu, kuda-kuda ini milik anak-anakKu yang tidak dengan rela memberikan persepuluhan dan persembahan. Kuda-kuda ini akan siap dan komplit setelah anak-anakKu memberikan lebih persepuluhan dan persembahan di rumahKu.”

Pesan kelima:
Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus menempatkan semua perbendaharaan mereka di dalam doa kepadaKu untuk perlindungan dan berkat selagi mereka masih di bumi, sehingga saat aku datang kembali ke bumi untuk yang kedua kalinya, mereka tidak akan terikat dengan kekayaan duniawi. Ingatlah kisah akan istri Lot,” kata Tuhan Yesus.

Pesan keenam:
“Katakan kepada anak-anakKu, mereka harus siap dan waspada, karena aku akan datang segera. Lebih cepat dari yang orang-orang perkirakan!” kata Tuhan Yesus,

(Kedatangan Yesus tidak diketahui tetapi pengangkatan sudah pasti akan terjadi. Tuhan Yesus akan datang segera!!!)

Sementara Yesus sedang berbicara kepada saya tentang pesan yang keenam, Dia menunjukkan saya langit, langitnya bersih dan tak berawan. Saya melihat Yesus membuka tanganNya ke bumi dan Dia berkata, “Aku siap menjemput anak-anakKu.”  Lalu saya melihat banyak orang-orang berpakaian jubah putih terbang melayang di langit untuk bertemu Yesus. Mereka semua berkumpul di sebelah kiri dan kanan Yesus. Banyak orang yang percaya Yesus terangkat. Terlebih lagi, saya melihat banyak anggota keluarga sedang terangkat. Saya dapat melihat suami dan isteri dengan anak-anak mereka terbang melayang kearah Yesus. Saya merasa damai melihat penglihatan ini.

Lalu Yesus berkata,“Lihatlah ke bawah”. Yesus lalu menunjukkan saya situasi di bumi, dan itu sangat kacau balau. Tidak ada kedamaian di bumi pada saat itu. Saya melihat orang-orang berlarian ke segala tempat dan berteriak-teriak. Orang tua mencari anak-anaknya dan orang-orang muda mencari orang tua mereka.

Lalu Yesus menunjukkan pada saya gereja di kota kelahiran saya. Saya merasa amat sedih karena ada beberapa orang yang tertinggal.

Lalu Yesus berkata pada saya. “Setialah kepadaKu. Kau harus menyampaikan hal-hal yang telah kau lihat dan telah kau dengar kepada anak-anakKu di bumi.”
Saya melihat bahwa tubuh saya sudah pulih total dari penyakit. Puji Tuhan karena kuasaNya!


Aku ingat ketika aku sedang disurga tubuhku terlihat seperti ketika aku masih muda.

Itulah kesaksianku bertemu dengan Tuhan Yesus di Surga.



-Lukas TRYS-
Kisah Nyata Ade Yang Menggunakan Susuk Untuk Tampil Pede

Kisah Nyata Ade Yang Menggunakan Susuk Untuk Tampil Pede


Kisah Nyata Ade, Wanita yang Gunakan Susuk Untuk Tampil PedeDunia anak-anak seharusnya polos dan lugu, namun itu tidak berlaku bagi Hendrika Ade. Sejak kecil ia sudah diajak oleh oleh ibunya ke paranormal dan diperkenalkan dengan dunia mistis.

Meskipun takut pada awalnya, tetapi karena desakan dari wanita yang merupakan orangtuanya itu ia pun tetap disana. Dan dari "orang pintar" inilah, ia mendapatkan pengasihan mempercantik diri.

Beranjak dewasa, Ade yang saat itu berprofesi sebagai sekretaris mulai menggunakan apa yang telah ia dapatkan dulu. Namun, demi karir yang menanjak, ia mencari dukun dan meminta orang tersebut untuk mengisinya dengan jimat yang lebih ampuh lagi.

"Beliau (si paranormal) pun kemudian mengambil sebuah keris kecil dan keris kecil itu ditusukkan ke dalam bedak. Setelah itu, ia pun memberikannya kepada saya sambil berkata, "Ade, karena bedaknya sudah mami isi maka persyaratannya kamu harus mandi kembang setiap malam Jumat""

Permintaan paranormal itu pun diikuti Ade. Setiap hari yang telah ditentukan, ia melakukan ritual seperti yang dimintakan kepada dirinya. Dunia mistis kini benar-benar telah membutakan mata hatinya.

"Karena saya sudah mempercayai bahwa di dalam benak itu ada kekuatannya, setiap kali saya pergi ke kantor, berdandan, lalu saya menggunakan bedak supaya saya mendapatkan sebuah kharisma di dalam diri saya. Kalau tidak menggunakan bedak itu, saya merasa kurang percaya diri,"

Apa yang diyakini oleh Ade ternyata terjadi di dalam kehidupannya. Setiap keinginan yang ia harapkan selalu saja terpenuhi. Hal ini akhirnya membuatnya menjadi "rakus".

Demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi, ia pun memasang susuk di badannya. Ia sangat percaya jimat yang ditanam di dalam wajahnya membawa hasil baginya. Sebuah pembuktian pun ia lakukan.

"Kontraktor saya ini membangun sebuah rumah. Ada satu tamu datang, seorang bapak melihat proyek yang kami bangun. Setelah mereka mendengar presentasi kami dan melihat rancangan kami, ia pun meneken kontrak dengan kami,"

Waktu terus berjalan. Keberhasilan demi keberhasilan terus Ade nikmati. Namun selaras dengan itu, hatinya menjerit. Ia bertanya-tanya, "apakah ia telah berbuat benar selama ini?".

Pikiran tersebut kerap mengganggu Ade. Batinnya tersiksa. Sebuah jalan keluar kini dicarinya.

Menyadari bahwa hanya Tuhan yang sanggup melepaskannya, ia pun datang ke hadapan Tuhan. Dengan bercucuran air mata, Ade memohon agar ia dilepaskan dari semua ikatan tersebut. Tuhan pun menuntunnya untuk membuka Alkitab dan menunjukkan satu ayat di bagian perjanjian lama yakni dari Yeremia 17:5 – "Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Selesai membacanya, hati Ade merasa bergelora. Niat untuk menghancurkan jimat dan susuk muncul. Hanya saja ini bukan sebuah hal yang mudah dan segera.

Di saat hendak mengakhiri semua hal-hal gaib, Ade mendapatkan serangan dari kuasa gelap. Ini tidak terjadi sekali, tetapi berulang-ulang kali. Bersyukur, dalam kondisi tersebut, Allah mengirimkan seorang "penolong" yakninya boss sendiri.

Pimpinan dimana ia bekerja inilah yang membantunya terlepas dari segala ikatan yang selama ini menyiksa dirinya.

Akan tetapi, itu ternyata belum usai. Tanpa ia sadari sebuah kekuatan jahat masih menguasai dirinya. "Waktu saya didoakan terakhir oleh hamba Tuhan, saya mengalami manisfestasi seperti ular"

"Dalam nama Yesus bahwa kuasa jahat itu keluar dari tubuh Ade. Ia pun tergelap jatuh. Hamba Tuhan yang mendoakannya itu tetap mengikuti arah dia yang jatuh di lantai. Kemudian kami pun terus ikut berdoa kepada dia yang penuh dengan ketakutan," ujar Kwee Pao Tjoe, pembimbing rohani Ade sebagaimana diungkapkan kepada tim CBN Indonesia.

"Setelah didoakan terus oleh hamba Tuhan itu dan sahabat saya juga ada disitu dan puji Tuhan saya boleh mengalami kelepasan"

Penderitaan Karena Penyakit Tumor dan Lupus

Berbagai hal mistis dan bayang-bayang ketakutan sudah tak menghantuinya, namun ternyata ini belum selesai. Ade didiagnosis rumah sakit menderita tumor. Tidak hanya itu saja, ia pun divonis menderita lupus. Lengkaplah kesakitan yang ia alami dalam hidup saat itu.

Perawatan medis panjang tak elak pun harus diikutinya. Bersamaan dengan hal tersebut, Ade mulai menyalahkan Tuhan. Ia marah kepada Tuhan karena ia merasakan ketidakadilan di dalam hidupnya.

Jalan Keluar Terbuka

Situasi sungguh sulit, seolah tidak ada harapan bagi Ade. Namun, suatu hari seorang sahabat meneleponnya. Di dalam perbincangannya itu, teman dekatnya menawarkan kepadanya apakah ia mau didoakan oleh tim Solusi.  

Tanpa banyak pikiran, tawaran itu pun diambil oleh Ade. Singkat kisah, tim Solusi pun mendoakannya dan ia merasakan kelegaan.

Keesokannya hari, dokter melakukan USG kembali kepadanya. Puji Tuhan, hasil tes tersebut menunjukkan benjolan-benjolan yang ada di tubuhnya hilang sama sekali.

Ucapan Syukur Kepada Tuhan

Tak henti-hentinya ucapan syukur kepada  Tuhan dinaikkan oleh Ade. Di saat tidak ada harapan, penderitaan datang silih berganti, namun melalui iman dan pengharapan, mujizat Tuhan nyata dalam hidupnya.

"Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi. "Terima kasih Tuhan buat apa yang Engkau kerjakan di dalam hidup saya. Kalau bukan karena Tuhan, saya tidak akan bisa kuat seperti ini. Semua karena Engkau telah menolong saya," ujar Ade mengakhiri kesaksiannya.          

Sumber Kesaksian : Hendrika Ade
Sumber : Jawaban.com


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang
Nyaris Dijemput Ajal Karena Tabrakan Maut

Nyaris Dijemput Ajal Karena Tabrakan Maut


Nyaris Dijemput Ajal Karena Tabrakan MautMalang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Pada tanggal 15 Februari 2007, Jorwil sedang mengendarai sepeda motornya. Waktu itu pukul 3 sore dan ia pulang kerja melewati jalan Cibadak. Namun mendekati perempatan, ia merasa agak kurang nyaman. Perempatan yang akan ia lalui tampaknya rawan karena hanya lampu kuning saja yang menyala dan tidak ada cahaya dari arah kiri. Namun entah bagaimana, tiba-tiba dari arah kiri itulah melintas sebuah mobil. Jorwil tak melihat mobil itu datang dan ia tak sempat menghindar sehingga tabrakan pun tak terelakkan. Menurut saksi mata yang berada di tempat kejadian, Jorwil langsung "mental' begitu ditabrak. Setelah itu, ia sekali lagi terlindas oleh ban mobil dan kemudian tubuh Jorwil masih terseret hingga 9 sampai 10 meter.

Ketika Ana, istri Jorwil, mendapat kabar bahwa suaminya mengalami kecelakaan dan tengah berada di UGD, ia mengira kecelakaan itu hanya tabrakan biasa. Namun sesampainya di rumah sakit, ia sangat terkejut. Rasa sedih, kuatir dan ngeri menjadi satu karena melihat kondisi sang suami yang ternyata sangat parah: kaki terlindas dan tempurung sebelah kiri lepas.

Kengerian dan keterkejutan tak hanya dirasakan Ana. Veronika, adik Jorwil, tak urung shock melihat kondisi kakaknya. "Saya punya keinginan dan doa bahwa Tuhan akan menyelamatkan keluarga kami. Tapi, mengapa caranya harus seperti ini?" protes Veronika kepada Tuhan pada waktu itu. Veronika yakin Tuhan akan menyelamatkan nyawa kakaknya tetapi ia tidak pernah menyangka bahwa Tuhan akan memakai cara "kecelakaan maut' untuk menuntun Jorwil kembali di dalam Tuhan. Veronika takut, AW, panggilan akrab Jorwil, merasa frustasi dan tidak kuat menghadapi kenyataan pahit yang menimpa dirinya. Apalagi menurut dokter, cidera yang diderita Jorwil cukup berat. Ia terlindas oleh ban mobil dan mengalami cidera pada tulang dada dan paru-paru yang cukup parah sehingga Jorwil harus menerima nafas bantuan dengan bantuan mesin. Tak hanya itu, Jorwil juga mengalami patah pada tulang paha, lengan atas, dan tulang selangka. Kalau saja tidak cepat ditolong dan tindakan menyadarkan pasien (resusitasi) tidak segera dilaksanakan, Jorwil dipastikan akan meninggal di tempat atau sesaat setelah tiba di UGD. Cidera paru-paru yang cukup berat, kemudian ditambah dengan cidera pada anggota-anggota gerak serta kehilangan darah yang banyak hanya memberi peluang fifty-fifty bagi Jorwil alias Jorwil bisa meninggal atau hidup.

Sementara itu, Ana yang shock merasa bahwa harapan untuk suaminya bisa bertahan hidup sudah tidak ada. Pada saat itu, perasaannya yang paling dalam pada sang suami meliputi dirinya. Di dalam hatinya yang paling dalam, Ana bisa merasakan betapa ia sangat menyayangi dan mencintai Jorwil dengan tulus, apa pun keadaannya. Namun kepada Ana dokter telah menyatakan bahwa mereka tinggal menunggu mukjizat dari Tuhan saja. Kesedihan meliputi hati Ana. Di dalam benaknya terus terbersit apakah suaminya akan normal kembali. Saat itu tidak ada yang dapat dilakukan Ana kecuali berdoa kepada Tuhan. "Setiap hari saya berdoa dan itu membuat saya merasa dekat dengan Tuhan dan saya merasa Tuhan menguatkan hati saya. Saya percaya, Tuhan Yesus pasti memberi mukjizat buat keluarga kami sehingga suami saya bisa bangun dari koma karena saya sangat percaya, Tuhan itu ada di hati saya dan mendengar doa saya," ujar Ana berharap. Dan benar, selang 3 hari lamanya Jorwil berhasil melewati masa kritisnya. Namun akankah sang suami bisa pulih dan normal kembali?

Oleh dokter, Jorwil kemudian dioperasi di bagian kepala, tangan dan kaki selama 6 - 7 jam. Perjuangan di dalam doa untuk Jorwil masih terus berlanjut. Walaupun Ana tahu bahwa secara medis, mustahil bagi Jorwil untuk sehat kembali seperti sedia kala, toh ia memohon juga kepada Tuhan untuk kesembuhan Jorwil yang sempurna. Dan ternyata Tuhan telah menjawab apa yang Ana minta dalam doanya. Seperti mimpi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, lewat doa Ana, sang istri, Tuhan memberikan kesembuhan bagi Jorwil. "Semua ini mukjizat dari Tuhan dan saya percaya Tuhan Yesus selalu bantu saya," ujar Ana dengan bersukacita.

Masa-masa kritis akhirnya berlalu dan Jorwil kini melewati masa-masa terapi untuk melatih anggota-anggota tubuhnya yang sudah lama terbujur kaku sampai akhirnya Jorwil dapat melakukan semua kegiatannya seperti semula. "Yang membuat saya benar-benar terkesima, Tuhan benar-benar memulihkan Koko AW step by step sampai Koko AW bisa beraktivitas dan mengendarai mobil secara manual," ujar Veronika takjub melihat kenyataan yang terjadi pada diri sang kakak. Begitu pula dengan Jorwil. Ucapan syukur terus terucap dari bibirnya: "Rasanya seperti hidup kembali. Padahal waktu tabrakan maut itu terjadi saya merasa seperti mau meninggal. Buat saya, Tuhan Yesus luar biasa."

Sumber kesaksian : Jorwil
Sumber : Jawaban.com


Tertanda,
Tio Rendika Yeremia Sitanggang

Kunci Gitar

Tentang Blog Ini

free web site traffic and promotion
Link Blogger Pemula Backlinks Generator GratisBelajar Bisnis Online Untuk Pemula

Entertainment Blogs
Entertainment blogs



free counters